
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.
POV !
Andi melihat aku yang terbaring di atas ranjang, terdapat banyak luka di lengan, wajah dan kepalaku.
"Sayang..." Andi berjalan mendekatiku, air mata berjatuhan dari bola matanya. Ia menggenggam tangan kananku. "Maafin abang, abang gak bisa menjaga kamu. Maafin abang sayang" Andi mempererat genggaman tangannya.
Mataku masih terpejam.
"Oh iya aku harus memberi tahu mama" Andi mengambil handphone dari sakunya lalu menghubungi mamaku.
Via telpon
Andi
Assalamualaikum ma
Mama
Waalaikumsalam, gimana abang. Apa sudah ketemu sama adek? Adek dimana?
Andi
Ma maaf adek di rumah sakit kecelakaan.
(Ucap Andi dengan sekali nafas)
Mama
Apa abang?? Sekarang bagaimana keadaan adek? Adek sekarang di mana?
(Mama melemparkan pertanyaan bertubi - tubi)
Adek dimana?
Andi
Ma... mama tenang ya. Adek sekarang sudah di rumah sakit Citra Medika tempat abang dirawat dulu. Abang sekarang sudah di samping adek. Mama tenang ya ma
Mama
Iya ya abang, mama dan ayah ke sana sekarang ya.
Andi
Iya ma
Andi menutup panggilannya.
"Adek... bangun dong" air mata terus terurai membasahi pipinya. "Kamu sadar dong, abang ada di sini menemani kamu"
****
"Yah.... Ayah... ayah...." Panggil mama teriak - teriak.
Ayah yang berada di halaman depan segera lari ke dalam menemui mama.
"Kenapa ma? Kenapa? Ada apa” tanya Ayah, wajahnya terlihat begitu panik.
“Yah” air mata mengalir di pipinya “Ka Ka”
“Kenapa? Ada apa ma? Coba cerita pelan - pelan” memegang lengan mama lalu menyuruhnya duduk di atas kursi. Mama duduk di atas kursi lalu menghembuskan nafasnya perlahan, kini ia terlihat sedikit tenang.
__ADS_1
“Yah” mama memegang tangan ayah “Kanza, putri kita sekarang berada di rumah sakit” begitu mendengar ucapan mama, hati ayah sangat syok. Lututnya seakan lemas, ia sangat khawatir dengan keadaan putri kesayangannya.
“Sekarang Kanza dimana ma? Sekarang juga kita harus ke sana”.
“Di rumah sakit Citra Medika yah, Andi sudah di sana”
Ayah dan mama bergegas menuju rumah sakit Citra Medika.
****
Sementara Andi mengambil kursi lalu duduk di sampingku.
“Sayang” Andi mengelus pelan kelapaku “sayang kamu bangun dong. Abang khawatir banget sama kamu. Maafin abang, abang tidak bisa menjaga kamu, sehingga kamu harus mengalami kecelakaan seperti ini” Andi begitu sedih dan terluka dengan keadaanku, air mata tak berhenti mengalir di kedua pipinya. Dunia Andi seakan berhenti sekarang, bagaimana tidak ia harus melihat wanita yang sangat dicintainya sekarang harus terbaring lemah di rumah sakit. Dan ia menganggap semua itu terjadi karena kelalaian dia dalam menjagaku.
SKIP
Ayah dan mama telah sampai di rumah sakit. Ayah memarkirkan motornya di parkiran rumah sakit, setelah itu mama dan ayah berjalan terburu - buru ke ruang UGD.
“Sus… pasien atas nama Kanza Aulia dimana” tanya Ayah kepada suster yang bertugas di UGD.
“Di sana ya pak” jelasnya menunjuk ke ruangan yang terletak paling ujung.
Ayah dan mama melanjutkan perjalanannya ke ruangan yang dimaksud.
“Assalamualaikum” ucap Ayah membukakan pintu, mama masuk ke ruangan setelah ayah.
“Kak…” Air mata kembali terlihat mengalir di pipi mama, ia berjalan mendekatiku. Matanya memperhatikan kondisiku. “Kamu kenapa sayang, kenapa kamu seperti ini”
Andi bangun dari kursi lalu berjalan mundur ke belakang, membiarkan mama mendekatiku.
“Tadi adek kecelakaan ma, ayah di persimpangan jalan ke rumah” jelas Andi “maafin Andi ya ma, ayah. Aku sudah lalai menjaga adek, sekarang adek begini gara - gara aku”
“Nak… sudah, ini semua sudah menjadi takdir” Ayah memegang pundak Andi memberinya ketenangan agar Andi tidak menyalahkan dirinya sendiri. “Kamu tidak boleh menyalahkan diri kamu sendiri, ini semua sudah menjadi takdir dari Allah yang maha kuasa”
“Iya yah” Andi mengusap air matanya.
“Kamu ikut saja bang, barang kali di sana ada apa - apa, biar ayah tidak sendirian”
“Tapi adek ma? Dia sama sekali belum sadar”
“Adek… ada mama yang akan menjaganya. Nanti kalau dia sudah sadar, mama hubungi kamu”
“Iya ma, Andi telpon mama dan ayah dulu ya, untuk menemani mama di sini, biar tidak sendirian” Andi mengambil handphone lalu menghubungi mamanya.
Via telpon
Andi
Assalamualaikum ma
Mama
Waalaikumsalam, kenapa abang?
Andi
Mama dimana?
Mama
Mama masih di toko ini. Kenapa sih abang?
Andi
Adek kecelakaan ma, sekarang dia di rumah sakit tempat abang di rawat kemaren. Mama ke sini ya temani mamanya adek. Abang mau mengurus motor adek dulu.
__ADS_1
Mama
Astagfirullah… iya ya sebentar lagi mama ke sana
Andi menutup panggilannya.
“Mari yah” ayah dan Andi berjalan keluar lalu Andi mengambil motornya di parkiran dan membonceng ayah di belakangnya.
SKIP
Ayah dan Andi telah sampai di lokasi kejadian. Andi berjalan ke toko tempat ia menitipkan motorku.
“Bu… maaf motornya kemana?” Tanyanya kepada pemiliki toko.
“Sudah dibawa ke kantor polisi barusan saja. Ini saya mau menghubungi kamu”
“Oh iya bu, terima kasih ya” Andi berjalan menghampiri ayah “yah, motornya sudah dibawa ke kantor polisi. Apa kita ke sana sekarang?” Ajak Andi.
“Iya kesana kita ke sana saja”
Andi mengambil motornya lalu memboncengi ayah dan menancap gas perlahan.
****
Di kantor polisi
“Itu motornya” ucap Ayah yang turun dari motor lalu berjalan ke arah motorku yang di parkirkan di sana. Sementara Andi masuk ke dalam kantor polisi menemui polisi yang menangani kasusnya.
“Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu” tanya polisi yang bertugas.
“Saya mau mengambil motor saya, yang kecelakaan tadi yang dibawa ke sini. Sekarang motornya ada di depan”
“Oh baik pak, silahkan diurus dulu di bagian sana ya pak” menunjuk ke sebuah ruangan.
“Baik pak” Andi berjalan ke ruangan yang dimaksudkan.
“Permisi” Andi mengetuk pintunya yang terbuka lalu berjalan perlahan memasuki ruangannya.
“Oh pak Andi silahkan masuk pak” ucap pak Firman yang merupakan seorang polisi yang mengenal Andi. “Ada apa pak?” tanyanya “silahkan duduk” mempersilahkan Andi duduk.
Andi duduk di kursi yang berada di hadapannya. “Saya mau mengurus motor yang kecelakaan tadi” jelas Andi.
“Motor yang mana yang punya bapak”
“Motor yang berwarna putih”
“Maaf tadi saat kecelakaannya siapa yang mengendarai motor tersebut”
“Tunangan saya pak”
“Apa bapak ada membawa KTP, SIM dan STNKnya pak?”
“Oh iya saya tidak membawanya”
“Kalau seperti itu mohon maaf pak, tidak bisa saya urus sekarang. Bapak boleh kembali lagi besok ya pak dengan membawa KTP, SIM dan STNKnya baru nanti kami dari pihak kepolisian akan mengurus berkas - berkasnya”
“Baik pak” Andi bangun dari kursi “saya permisi dulu” Andi mengulurkan tangannya bersalaman dengan pak Firman. Andi berjalan keluar kantor menemui ayah yang masih melihat - lihat keadaan motorku setelah kecelakaan.
“Ayah… motornya tidak bisa bawa sekarang. Karena tadi kita tidak membawa KTP, SIM dan STNK adek” jelas Andi kepada ayah.
“Yasudah kita balik ke rumah sakit saja. Mungkin saja Kanza sudah siuman”
Andi dan ayah kembali ke rumah sakit.
#thank you atas kunjungannya.
__ADS_1
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.