Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 68


__ADS_3

Hallo guys!!


Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.


****


Aku berjalan masuk ke kelas VIII C.


“Assalamualaikum” aku melangkahkan kakiku memasuki kelas.


Tidak ada satupun siswa atau siswi yang menjawab salam dariku mereka sibuk dengan urusan masing - masing. Suasana kelas seperti pasar.


Aku tidak menghiraukan mereka, aku berjalan dan duduk di meja guru. Semua siswa ataupun siswi masih sibuk dengan keributannya, berjalan - jalan, mengobrol, membuat pesawat kertas lalu melemparnya dan lain - lainnya. Kali ini aku benar - benar tidak menghiraukan mereka, aku membiarkan mereka ribut dan aku duduk dengan tenang memperhatikan mereka.


Ya Allah beginikah jadi seorang guru. Sabar yang mana lagi yang harus aku keluarkan, batinku mataku masih memperhatikan mereka.


“Heii…. diam semuanya kalian tidak bisa melihat apa itu guru ada di depan” teriak salah satu siswi dengan keras.


“Iya bukannya diam” bentak siswi yang lainnya.


Aku hanya tersenyum ke arah dua siswi tersebut.


“Bu suruh mereka keluar saja, kami ingin belajar” teriak siswi yang lain.


“Huuuuuuu” teriak beberapa siswa dengan keras.


“Bu kami ingin belajar”


“Oke ya sudah ya, tolong yang tidak mau belajar dengan ibu silahkan keluar saja karena saya tidak ingin memarahi kalian setiap waktu, tugas saya di sini mengajar. Mengajari kalian pelajaran bahasa indonesia bukannya saya ke sini untuk marah - marah sama kalian. Jadi tolong ya yang tidak ingin belajar silahkan keluar saja” ucapku dengan penuh kesabaran.


Semua siswa dan siswi mulai tenang, mereka duduk di tempat masing - masing, tidak ada lagi siswa yang berbicara ataupun berjalan kesana kemari. Mereka semua membuka buku pelajarannya.


“Alhamdulillah” ucapku “ibu yakin kalian anak - anak yang hebat dan pintar. Baiklah sekarang kita akan belajar tentang bagian berita” aku menulis di papan tulis tentang judul hari ini yaitu bagian berita “jadi berita itu terbagi atas tiga bagian yang pertama kepala berita” menulis di papan “jadi bagian pertama itu adalah kepala berita, itu bisa memuat unsur berita. Ada berapa unsur berita” tanyaku.


“Enam bu” jawab beberapa siswi antusias.


“Apa - apa saja” tanyaku lagi


“Saya bu” Dinda mengacungkan jarinya.


“Iya silahkan Dinda, apa saja yang menjadi unsur - unsur berita”


“What atau apa, where dimana, who siapa, kemudian ada when bu kapan, why mengapa satu lagi how bu bagaimana”


“Iya betul sekali Dinda, jadi unsur - unsur berita itu ada 6 bisa disingkat dengan 5 W + 1 H” menulis di papan tulis “atau kalau kalian tidak bisa mengingat yang dalam bahasa inggrisnya kalian boleh pakai istilah ADIKSIMBA” menulis di samping 5 W + 1 H.


“ADIKSIMBA apa bu” tanya Daniel.


“Jadi ADIKSIMBA itu singkatan dari A apa, Di dimana” menulis kepanjangannya di papan tulis “kemudian K kapan, Si siapa, kemudian ada M mengapa dan terakhir Ba bagaimana, paham ya. Oke sekarang kita kembali ke bagian berita tadi, jadi setelah kepala berita ada yang namanya tubuh berita” menulis di point nomer dua setelah kepala berita “jadi tubuh berita dan kepala berita tadi itu memuat informasi penting dari sebuah berita, barulah nanti yang terakhir ada ekor berita”


“Bu berita ada ekornya juga ya bu” ucap Syukri membuat candaan.


“Iya ada ekornya juga tapi bukan seperti ekor hewan ya” aku membalas candaannya “jadi ekor berita itu membuat informasi yang kurang penting, biasanya di ekor berita dapat berisi asal usul dari apa yang dimuat dalam berita contohnya seperti judul beritanya letusan gunung berapi. Jadi setelah kepala berita dan tubuh berita menulis informasi yang sesuai dengan unsur 5 W + 1 H atau ADIKSIMBA tadi, barulah di ekor berita bisa disampaikan bagaimana proses meletusnya gunung berapi yang sebelumnya, atau bagaimana terbentuknya gunung berapi. Paham ya!” Jelasku sedetail - detailnya.


“Bu yang di papan di tulis” tanya Amelia.


“Iya silahkan dicatat ya yang di papan”


Mereka semua mencatat poin - poin dari penjelasanku. Sementara aku berjalan dan duduk kembali di meja guru “kalau ada yang tidak paham boleh ditanyakan ya”


Skrkskrkt bunyi notifikasi pesan masuk di handphoneku aku membaca isi pesannya.


Via chattingan


Andi


Sayang oiii


Aku


Apa bapak Andi


Andi


Sayang!! Kalau kg ditambah huruf n jadi apa??

__ADS_1


Aku


Jadi kg + n


Andi


Ish serius sayangku cintaku bohitek ku


Aku


Apa???


Andi


Apa itu adek mama sayang, jadi apa kalau kg ditambah huruf n??


Aku


Gak tahu adek. Memangnya apaan?


Andi


Kangen dodol. Kamu dodol sekali sih


Aku


What kangen dodol. Dodol siapa? pacar baru kamu? Ah kamu jahat beud.


Andi


Ah…. dodol itu bodoh bukan nama orang


Aku


Jadi kamu bilang aku bodoh gitu, jahat banget sih aku bilangin mama aku nanti. Bisa - bisa kamu dimarahin nanti sama mama aku. Mau kamu?


Andi


Bilangin saja, aku tidak perduli kamu dodoli dodoli preeeeeet


Aku begitu bahagia mendapat pesan dari Andi, hatiku ketar - ketir dibuat olehnya. Sudah lama aku tidak merasakan hal ini semenjak Andi terbaring koma di rumah sakit.


Aku


Andi


Kamu marah sayang?? Abang kan cuma bercanda tidak seriuslah. Sayang jangan ngambek dong.


Aku tertawa dengan isi chat Andi yang mengira aku marah kepadanya.


“Bu” panggil Nada.


“Iya kenapa Nada” tanyaku melihat ke arah Nada.


“Bu yang ini apa” dia berjalan ke papan tulis menanyakan tulisanku yang tidak bisa dibaca olehnya.


“Itu” aku melihatnya secara dekat “itu tubuh berita”


Nada duduk kembali di kursinya. Karena pertanyaan darinya aku meletakkan handphone dan tidak membalas lagi pesan dari Andi.


Andi


Sayang kamu beneran ngambek ya. Maaf deh kalau begitu lain kali abang tidak begitu lagi. Tapi tidak janji ya mungkin nanti khilaf wkwkwwk


Aku


Kamu niat tidak sih minta maafnya


Andi


Niat banget sayangku, cintaku, bohateku yang supercantik ini tidak ada duanya apalagi tiganya atau empatnya


Aku mengabaikan pesan darinya sehingga Andi mengirimkan spam chat kepadaku


Andi

__ADS_1


Sayang


Andi


Sayang


Andi


Sayang ih balaslah


Andi


Sayang balas oii


Andi


Sayangku


Andi


Cintaku


Andi


Bohitekku


Andi


Eh bohateku maksudnya balaslah


Andi


Saaaaaaayyyaaaaaaang


Andi


Ah capek teriak - teriak


Andi


Sayang kloe (budeg)


Andi


Ups!!! Sayaaaaang


Andi


Sayang


Andi


Sayang


Andi


Sayangku klepek klepek sama kamu, cintaku klepek klepek sama kamu


Andi


Ah gabut banget guwe kemana sih anak ini


Karena tidak sanggup mendengar notifikasi yang super banyak itu aku membuka handphone dan melihat isi chatnya.


“Eh buset, gabut banget ini orang spam chat sampai segini banyak” aku mulai mengetik membalaskan pesan darinya


Aku


Oii berisik. Sana istirahat


Andi


Nah kan, sekarang baru di balasnya. Kemana saja sih bikin khawatir saja.


#thank you atas kunjungannya.

__ADS_1


Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.


Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.


__ADS_2