
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku
\*\*\*
Andi telah sampai di kantornya, memarkirkan mobil di parkiran, mengambil tas di kursi belakang lalu berjalan ke kantor untuk melakukan fingerprint.
“Baru sampai pak Andi” tanya pak Wahyu yang sedang membaca koran.
“Iya ni, biasa ngantar ibu negara dulu” jawab Andi mengangkat sebelah alisnya.
“Ciielah yang sekarang sudah punya ibu negara, aku jomblo aku iri”
“Eh bang” Andi menyapa pak Adam yang baru datang dan melakukan fingerprint.
“Tadi abang dengar ada yang habis ngantar ibu negara, siapa”
“Ya siapa lagi kalau bukan bapak Andi” jawab pak Wahyu.
“Dijaga baik - baik itu Kanzanya”
“Siap bang” Andi membuat tanda hormat dengan tangannya.
Andi, Adam dan Wahyu duduk bersama di kursi panjang. Wahyu sibuk membaca koran sedang Andi dan Adam sibuk dengan handphonenya.
“Sebentar lagi kita ada rapat ya” seru pak Rusdi yang merupakan komandan di Koramil tempat Andi bekerja.
“Siap ndan” jawab Andi melirik ke arah pak Rusdi.
“Siap komandan” jawab Adam dan Wahyu kompak.
Jam 11 siang, semua anggota tentara yang ada di koramil o3 telah berkumpul di aula.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” seru komandan Rusdi yang berdiri di depan.
“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh” jawab seluruh anggota tentara.
“Hari ini kita ada sosialisasi ke daerah Tanjung, karena barusan saya mendapat kabar kalau di sana ada bencana banjir dan tanah longsor. Jadi diharapkan kepada seluruh anggota TNI koramil 03 untuk berpartisipasi ke sana membantu warga yang terkena bencana” tegasnya dengan suara lantang.
“Siap komandan” jawab seluruh anggota kompak.
Setelah mendengar aba\-aba dari komandan mengenai titik terjadinya bencana banjir dan tanah longsor, semua anggota bersiap \- siap datang ke lokasi terkecuali anggota yang sedang piket. Mereka semua menaiki mobil truk khusus TNI angkatan darat.
Sekitar 3 mobil berjalan dengan cepat menuju lokasi.
SKIP
Tiga mobil truk TNI angkatan darat telah terparkir rapi. Mereka semua turun dengan cepat, meloncat dengan gagahnya.
__ADS_1
Beberapa diantaranya langsung turun ke dalam air mencari korban - korban yang masih berada di rumahnya, sebagiannya ada yang berjalan ke lokasi tanah longsor untuk membantu warga mencari korban untuk dievakuasi dan sebagian lainnya membersihkan kayu - kayu yang tumbang akibat longsor.
Andi dan Wahyu pergi ke tempat terjadinya longsor.
“Pak - pak, kita angkat kayu ini” seru Andi mengangkat kayu yang tertimpa atap rumah bersama para warga.
1…2…3… “gak bisa pak, kita gak punya cukup kekuatan untuk mengangkat kayu ini, sepertinya harus ada pemotong kayu baru bisa ini pak” jelas seorang warga.
“Kalau begitu sambil kita menunggu pemotong kayu, kita potong saja dulu pakai parang bapak - bapak sedikit - sedikit”
Semua warga berpartisipasi memotong pohon kayu yang tertimpa rumah warga. Sementara Andi menelpon tukang pemotong kayu yang mempunyai mesin gergaji.
Pak Adam dan beberapa anggota lainnya berjalan ke rumah warga yang masih terendam banjir.
“Di sana sepertinya masih ada orang” Adam menunjuk salah satu rumah warga. Adam dan anggota lainnya berjalan pelan-pelan menembus banjir.
Setelah sampai di rumah tersebut
“Pak…. Bu, kita ke posko saja, mari kami antar” seru pak Yudi.
“Tapi pak, ada mama saya yang sudah tidak bisa berjalan di dalam kamarnya”
“Gak apa - apa pak, kita gotong mamanya ke sana” jawab Adam.
Adam dan 2 tentara lainnya masuk ke dalam rumah warga tersebut kemudian menggendong seorang wanita paruh baya ke posko pengungsian.
“Bu kami akan bawa ibu ke posko ya” Adam meminta izin menggendong ibu-ibunya.
Adam bersama dua anggota tentara lainnya menggendong ibu tersebut, diikuti oleh anak, menantunya dan cucu\-cucunya berjalan ke posko, mereka berjalan di dalam air yang masih sepinggang orang dewasa karena rumah tempat mereka tinggal sangatlah dangkal.
Banjir ini disebabkan oleh hujan deras selama 3 hari berturut-turut. Daerah ini dikenal rawan banjir dan tanah longsor. Sedikit saja hujan deras rumah mereka langsung kebanjiran. Namun kali ini, banjirnya sangatlah deras bahkan airnya mencapai 1 meter atau sepinggang orang dewasa.
Semua warga kini berada di posko pengungsian dan beberapa warga yang masih terjebak banjir akan dievakuasi secepatnya dibantu oleh anggota koramil 03.
**
Sementara aku yang selesai mengajar di kelas VIII C berjalan ke kantor. Aku mengambil kursi lalu duduk bersama bu Juli, bu Dewi dan bu Susi di teras kantor.
“Jam pagi hari ini bu” tanya bu Juli.
“Iya, tumben bangetkan”
“Itulah, biasakan kita parte jam terakhir” tertawa.
Bu Fizza datang dari kantor utama berjalan ke arah kami. Ia juga mengambil kursi dan duduk di samping bu Dewi.
“Bu Fizza kayaknya nasi goreng yang di story ibu kemaren enak deh, kapan kita kesana” tanyaku.
“Iya enak banget, enak karena banyak micinnya” jawabnya.
__ADS_1
“Ah biasa itu kalau gak ada micin mana enak makanannya”Jawab Dewi “jadi terpaksalah kita makannya, kalau mau makan di cafe” tambahnya lagi.
Aku mengambil handphone dari saku baju, kemudian mencari kontak Andi. Aku mengirimkan sebuah pesan untuknya.
Aku
Hai sayang
Tidak ada balasan dari Andi. Aku melanjutkan mengobrol dengan para ibu \- ibu.
“Jadi kapan ini, kita perginya” tanyaku lagi. Aku sangat ingin memakan nasi goreng seperti yang ada di storynya bu Fizza yang makan dengan keluarganya.
“Sabtu atau minggu bolehlah” jawab bu Fizza.
“Iya boleh juga tu, kalau siap sekolah kita gak sanggup kan, kita pulang sekolahnya sudah telat sekali sekarang” jawab bu Juli.
“Berarti sabtu sore atau minggu sore saja” tegas bu Fizza lagi.
Aku kembali mengecek handphone menunggu balasan dari Andi, namun Andi sama sekali tidak membalas pesan dariku.
**
Andi bersama anggota TNI lainnya terus membantu warga mengevakuasi para korban dan membersihakan pohon - pohon kayu yang tumbang.
“Pak kita istirahat dulu di posko” warga meminta izin istirahat sebentar.
“Baik pak, kita ke posko sekarang” Andi dan anggota TNI bersama warga berjalan ke posko pengungsian. Para warga yang membantu menemui keluarganya masing - masing.
Sementar Andi berkumpul dengan anggota TNI lainnya untuk sekedar memakan snack dan minum kopi.
“Gimana pak Dani yang di sebelah sana apa banjirnya sudah surut” tanya Andi meneguk segelas kopi.
“Belum pak, tapi Alhamdulillah airnya sudah tidak sepinggang lagi sudah lumayan surutlah dan masih ada warga yang terjebak di dalam rumahnya” jelas pak Dani.
“Iya kita harus gerak cepat kasiankan para warga. Tadi di sana pun ada pohon tumbang tapi Alhamdulillah gak ada korbannya”
“Iya memang rawan sekali daerah ini” jawab pak Wira.
“Hujan sebentar langsung air sungainya naik”’jawab pak Dani.
“Mungkin karena ada gunung emas itu ya, jadi pegunungan sedikit demi sedikit terkikis dan banyak juga penebangan pohon liar” jelas Andi yang sedikit tahu tentang desa Tanjung yang keadaan alamnya masih asri. Namun, sekarang ini karena ditemukan pegunungan yang mengandung emas jadi semua orang - orang berdatangan untuk mencari emas sehingga banyak pepohonan yang ditebang dan hal itulah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir dan tanah longsor di daerah setempat. Hal ini sangat berdampak besar untuk warga sekitar pegunungan tersebut.
Lima belas menit kemudian Andi, anggota TNI lainnya dan para warga laki \- laki kembali bergerak sebagian ke lokasi banjir dan sebagian lainnya ke lokasi tanah longsor.
“Pak kayaknya pohon ini harus kita bersihkan dulu, biar mudah orang lewat” seru salah satu warga melihat sebuah pohon tumbang di atas jalan.
“Iya pak mari kita bersihkan” perintah pak Dani.
#thank you atas kunjungannya.
__ADS_1
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
Di tunggu part selanjutnya ya bye.