Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 30


__ADS_3

……..


“Ada jam juga hari ini” tanya bu Dewi melihatku berjalan ke arah mereka.


“Enggak sih, hari ini aku piket” jawabku mengambil kursi lalu duduk di sampingnya.


“Tapi kok kaya galau banget gitu” tanya bu Susi.


“Siapa yang galau” jawabku tersenyum. Aku menyembunyikan perasaanku kepada mereka. Aku tidak ingin mereka mengetahui apa yang aku rasakan.


“Iya dari raut wajahnya, nampak sekali galaunya biasa kan kamu agak ceria” jelas bu Juli.


“Mungkin lagi capek saja” pangkasku.


Aku masih memikirkan Andi yang kemaren jalan dengan wanita lain. Aku benar \- benar tidak menyangka hal ini terjadi lagi dalam hidupku.


“Nanti ngebakso yok” ajak bu Dewi.


“Ayok ayok” jawab bu Juli yang penuh semangat.


“Iya ayo lah” seru bu Susi.


“Tumben bu Kanza gak jawab cepat, biasa gak bisa dengar kalau urusan bakso”


Aku tidak menghiraukan perkataan mereka, isi kepalaku penuh dengan Andi yang baru saja jalan dengan wanita lain. Sesekali aku melihat handphone berharap Andi menghubungiku. Namun, Andi tidak sama sekali menelponku atau bahkan mengirimku sebuah pesan.


“Bu Kanza” panggil bu Juli mencolek lenganku.


“I…iya, kenapa” jawabku tersadar dari lamunan.


“Kenapa sih” tanyanya lagi.


“Gak apa - apa” aku terus mengelak pertanyaan dari mereka. “Aku pulang duluan ya” aku mengambil tas dan kunci motor lalu berjalan ke parkiran mengambil motor.


“Bu Kanza kenapa ya, perasaan dari tadi kaya gak semangat gitu” tanya bu Juli yang masih penasaran dengen sikapku hari ini.


“Iya, mungkin lagi kurang enak badan” jawab bu Susi yang fokus dengan handphonenya.


Aku mengambil motor dari parkiran, menyalakan mesinnya lalu menancap gas perlahan. Baru kali ini aku menyetir motor dengan sangat pelan. Air mataku mulai berjatuhan.


“Ya Allah kenapa harus begini, apa salahku ya Allah” aku berteriak di atas motor, sampai orang yang berjalan di sampingku melihat ke arahku. “Sakit banget rasanya” air mataku mengalir dengan derasnya.


Aku sampai di rumah, memarkirkan motor di garasi. Aku membuka helm lalu meletakkannya di spion, menghapus air mata lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Aku langsung masuk ke dalam kamar tanpa melirik kanan kiri. Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang tanpa mengganti pakaian sekolah.


“Haaaa…..” teriakku pelan “kenapa kek gini sih, sakit tahu gak, dia seenaknya membuat luka seperti ini. Sekarang dia dimana? perduli gak sama aku, kurang ajar banget cowok kek gitu, bajingan” melempar bantal ke dinding. Air mataku tak bisa kuhentikan, aku benar - benar frustasi “cinta…. bullshit dengan cinta”


**


Dua hari sebelumnya. Andi datang ke rumahku tanpa sepengetahuanku.


“Assalamualaikum…” Andi mengetuk pintu.


“Waalaikumsalam” mama berjalan membukakan pintu. “Eh abang masuk” Andi mencium tangan mama. “Masuk bang” Mama menuntun Andi masuk ke dalam rumah, duduk di ruang tamu.


“Ma… abang mau ngomong sesuatu”


“Apa bang” mama duduk di depannya Andi.

__ADS_1


“Jadi gini ma, adek kan mau ulang tahun, abang punya rencana untuk mengerjai dia, kenapa abang minta izin dulu sama mama karena abang rencananya mau pura - pura selingkuh”


“Apa” mama kaget mendengar omongan Andi, karena sebelumnya Kanza merasa sangat terpuruk dengan perselingkuhan Roni darinya.


“Mama tenang dulu, jadi ada sepupunya Andi yang mau membantu misi ini, nanti abang mau jalan sama dia dan kirimkan Kanza fotonya. Sebentar lagi Lia sepupunya Andi bakalan ke sini, Andi kenalin dulu sama mama, biar mama percaya.”


“Kamu yakin mau melakukan ini, apa kamu gak kasian sama Kanza nanti bisa - bisa dia syok lagi, mama kasian sama dia”


“Mama tenang saja ya, Andi cuma mengerjai dia gak akan beneran kok ma”


“Baiklah kalau begitu mama izinkan” mama mengizinkan setelah mempertimbangkannya matang - matang.


Ketukan pintu terdengar dari pintu utama. Mama berjalan membukanya.


“Masuk besan” mama menyuruh mamanya Andi dan Lia masuk ke dalam rumah.


“Iya” bersalaman dengan mama begitu juga dengan Lia. Mama, mama Andi dan Lia berjalan ke ruang tamu menemui Andi.


“Ma… jadi ini Lia sepupunya Andi”


“Iya bu, saya sepupunya bang Andi, jadi bang Andi meminta saya untuk bekerja sama dalam mengerjai kak Kanza yang mau ulang tahun”


“Iya besan, jadi Lia ini anak adiknya saya si Rosma”


“Baiklah kalau begitu”


Andi sengaja memberitahu mamaku terlebih dahulu, karena ia takut akan terjadi kesalahpahaman dengan mamaku sehingga akan memblacklist dia dari calon menantunya.


**


“Haaaa” mengangkat kedua lenganku “ya ampun sangking galaunya sampai ketiduran begini” ucapku sambil tertawa kecil. “Andi.. Andi sungguh luar biasa kamu” aku bangun mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi.


Selesai mandi aku melaksanakan shalat magrib. Aku mengangkat kedua tanganku memohon kepada Allah.


“Ya Allah ya Tuhanku, berilah kekuatan untukku dalam menghadapi semua yang terjadi dalam hidupku. Berikanlah aku kesabaran yang besar untuk menghadapinya. Ya Allah jika memang bang Andi adalah jodoh yang terbaik dari mu berikanlah kemudahan dan kelancaran dalam hubunganku dengannya, jika bukan ya Allah berikanlah aku kemudahan untuk melupakannya, hamba tidak mau terjatuh dalam lobang yang sama untuk kedua kalinya, cukup sekali ya Allah” aku mengusap kedua tanganku ke wajah.


Aku melipat kembali mukena dan sajadah lalu meletakkannya kembali di rak. Aku membuka pintu kamar lalu berjalan menemui mama dan ayah.


“Sayang….” Panggil mama yang duduk bersama Ayah di ruang tamu “makan dulu sini”


“Iya ma…” jawabku, terus berjalan ke meja makan. Langkah kakiku terasa sangat berat. Namun aku tidak mau menampakkannya kepada ayah dan mama.


“Kok lemas banget sih” tanya mama.


“Gak kok ma” aku duduk di depan mama mengambil piring lalu menyendok nasi dan sedikit lauk.


“Dari tadi tidur terus lagi galau ya bestie” mama mencoba menggodaku karena melihat wajahku yang tampak murung.


“Apa sih ma, mama gaul ya sekarang” aku menggodanya balik.


“Sudah ah gak usah sedih - sedih, tenang saja”


“Siapa yang sedih mama” menyendok nasi ke dalam mulut.


“Anak mama lah, memangnya kamu pikir mama gak tahu kamu lagi galau” jelas mama meneguk minumannya.


Malam semakin larut aku kembali ke kamar untuk tidur, aku merebahkan tubuhku di atas kasur, mengambil handphone memainkan sosial media, aku melihat foto \- foto Andi di gallery handphone.

__ADS_1


“Ya Allah kok bisa aku mencintai dia sedalam ini, aku telah menaruh hati untuknya tapi apa ini balasannya yang aku terima” air mataku kembali terjatuh.


“Ah gak boleh nangis lagi” menghapus air mata. “Biarin sajalah si Andi itu”


Krrrriiiing….. bunyi notifikasi pesan masuk berdering di handphoneku. Aku melihatnya.


Via chattingan


Andi


Besok kita ketemu ya, ada yang mau aku sampaiin.


Aku


Iya, dimana


Andi


Besok jam dan tempatnya aku kabari lagi.


Aku


Iya


“Maksudnya apa sih, mau nyakitin aku lagi. Pasti besok dia mau putusin aku” aku kembali tidur.



Keesokan harinya adalah hari minggu jadi tidak ada sekolah. Aku terbangun dari tidurku mengambil handuk lalu mandi.


Kriiing bunyi notifikasi masuk di handphoneku.


Via chattingan


Andi


Nanti sore kita ketemu di tempat es krim ya, baby.


Lima belas menit kemudian aku membalas pesan dari Andi.


Aku


Iya


**


Sorenya aku telah bersiap dengan kemeja hitam dan jeans hitam. Kali ini aku benar - benar tidak bersemangat bertemu dengan Andi dan hari ini adalah hari pertama aku jalan sendiri, biasanya dia selalu menjemputku.


SKIP


Aku telah sampai di cafe eskrim, memarkirkan motor lalu meletakkan helm di spion. Aku berjalan masuk ke dalam cafe betapa terkejutnya aku saat melihat Andi duduk dengan wanita yang berada di dalam foto itu mulutku sampai menganga…….


#thank you atas kunjungannya.


Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.


Di tunggu part selanjutnya ya bye.

__ADS_1


__ADS_2