
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.
****
Aku duduk di sofa mataku penuh dengan air mata yang terus mengalir di kedua pipiku“padahal kamu yang terlihat begitu akrab dengan dokter Elita, bahkan di depan mata aku dokter itu berani menyentuh kamu dan kamu tidak mengatakan apa - apa, kamu membiarkannya saja tapi sekarang kamu malah menuduh aku yang hanya berbicara dengan teman lamaku kalau dia ada apa - apa denganku” nada bicaraku sedikit lemas.
“Sayang….” Andi membangunkan aku dan berdiri di hadapannya dia memeluk tubuhku “sayang… maafin abang ya. Abang enggak kepikiran yang terjadi di pagi tadi melukai hati kamu. Karena abang sama sekali tidak mempunyai perasaan apa - apa sama dokter Elita itu. Maafin abang ya dan abang percaya kok kamu itu tidak akan berbuat macam - macam di belakang abang. Maafin abang juga ya tadi sudah marah - marah sama dan menuduh kamu yang bukan - bukan” Andi mengeratkan pelukannya.
“Seharusnya kamu percaya sama aku, kamu tidak tahu bagaimana galaunya aku, bagaimana sedihnya aku, bagaimana gelisahnya aku waktu kamu sakit kemaren, waktu kamu dinyatakan koma kemaren” isakan tangisku semakin keras “sekarang kamu melukai hati aku dengan membiarkan diri kamu akrab dengan dokter itu dan kamu menuduh aku ada hubungan dengan laki - laki lain di belakang kamu. Kalau seandainya aku tidak begitu sayang sama kamu sudah dari dulu aku melakukan hal itu”
“Aaaa…..” teriak Andi “maafin abang maafin abang, abang terlalu sayang sama kamu, abang begitu cemburu dengan kamu kalau kamu sedang dekat dengan laki - laki lain. Aku tidak mau kehilangan kamu, kamu segalanya buat aku. Tolong maafin abang ya. Dan kamu jangan mengira hanya karena tadi abang terlihat akrab dengan dokter Elita abang suka sama dia. Sumpah abang tidak menginginkan hal itu. Abang cuma sayang dan cinta sama kamu” ucap Andi yang masih memelukku dengan erat.
“Iya abang, lain kali kita harus menjaga perasaan pasangan kita ya sayang. Kamu jaga perasaan adek dan adek akan menjaga perasaan abang. Kita jangan membiarkan orang lain masuk dalam kehidupan kita, apalagi untuk menghancurkan hubungan kita. Sungguh adek tidak mau hal itu terjadi” ucapku lalu aku melepas pelukan Andi.
“Iya sayang sekali lagi maafin abang ya” Andi menghapus air mataku dan juga air matanya. “Huuuft….” Andi menghela napas lega lalu duduk di sofa “duduk di sini sayang” ia menarik tanganku. Aku duduk tepat di sebelahnya.
“Kak Nia…. “ teriak Andi “bawa minum untuk abang dong sama untuk adek juga. Abang capek berantem sama adek ni” teriaknya lagi.
“Iya, tunggu sebentar ya” teriak kak Nia dari dapur.
Kak Nia datang dengan membawa dua gelas minuman dan beberapa camilan “Sudah berantemnya bang” ledeknya.
“Kok kak Nia tahu kami berantem?” tanya Andi heran.
“Iya tahu lah, nada ngomongnya sampai kedengaran ke rumah tetangga” jawabnya ngasal.
“Kamu sih” aku memukul keras lengannya Andi.
“Aw” ringis Andi mengelus lengannya “jangan - jangan kak Nia menguping ya, hayyo ngaku” ledek Andi melirik ke arah kak Nia.
“Dih enggak ya, bukan kakak banget kalau seperti itu. Kakak paling anti mencampur urusan orang lain”
“Kak… abang enggak minum es campur” ucap Andi tertawa ngakak.
“Huuft” kak Nia menghela napas “ahk… gila aku kalau ngomong sama kamu” pergi meninggalkan aku dan Andi di ruang televisi.
“Kok satu berwarna, satu bening sih” Andi memperhatikan dua gelas minuman yang berbeda gelas yang pertama berisi air mineral dan gelas kedua berisi thai tea berwarna coklat kehijauan. Andi begitu heran melihatnya. “Ini pasti buat adek” menunjuk gelas yang berisi air mineral.
“Wah… bukan ya, yang untuk adek yang ini thai tea” ucapku menunjuk gelas yang berisi thai tea.
“Bukan… yang itu untuk abang. Lagian kamu enggak boleh minum begituan” ucap Andi berbicara seolah memberi peringatan.
“Kenapa?? Orang adek tadi yang menyuruh kak Nia buatin thai tea untuk adek” aku mengambil gelas yang berisi thai tea lalu meneguknya kluek kluek kluek bunyi tenggorokanku. “Abang kan baru sembuh jadi enggak boleh minum begini, kamu minum ini saja” aku mengambil gelas minuman berisi air mineral lalu menyodorkan ke hadapannya “minum sayang, tadi capek berantem kan?“
Andi meneguk minuman yang gelasnya aku pegang.
“Mentang - mentang abang baru sembuh dikasihnya air mineral” rengeknya.
“Sudah minum saja”
Andi terus meneguk minumannya sampai gelasnya menjadi kosong.
SKIP
Seminggu telah berlalu Andi telah sehat seperti sedia kala, ia kembali beraktifitas seperti biasanya. Berangkat ke kantor setiap harinya, piket jaga malam dan beberapa kegiatan lainnya yang ia lakukan. Sama halnya dengan Andi, aku juga melakukan aktifitasku setiap harinya yaitu mengajar, menghadapi setiap karakter siswa atau pun siswi di setiap kelas aku mengajar.
****
Suara kokok ayam telah berbunyi di pagi hari menandakan bulan telah berganti dengan mentari, suara alarm juga terdengar berisik di telingaku, aku segera bangun, mencari keberadaan handphoneku lalu mematikan alarm yang berbunyi sedari tadi menyuruhku bangun dan memulai hariku.
__ADS_1
“Pagi…. dunia” ucapku mengangkat kedua tanganku ke atas, suaraku sedikit serak ala suara bangun tidur. Aku bangun dari tempat tidur merapikan selimut, lalu berjalan ke kamar mandi mengambil air wudhu.
Beberapa menit kemudian, aku keluar dari kamar mandi mengambil mukena lalu aku menyadari sesuatu….
“Yah…. aku mens” aku melihat percikan darah di celana tidurku.
Karena tidak bisa melaksanakan shalat aku mengambil handpone lalu merebahkan tubuhku di atas kasur untuk menunggu jam untuk mandi, karena kalau terlalu pagi, air terasa sangat dingin. Aku membuka halaman sosial mediaku, perlahan aku menscroll setiap halamannya.
Sementara Andi yang baru saja membukakan matanya, ia juga dibangunkan karena suara alarm yang berdering dekat dengan telinganya.
“Huuuuuaaaa” Andi membukakan selimut “sudah pagi saja, baru sebentar aku tidur” ia menurunkan kakinya lalu berjalan ke kamar mandi mengambil air wudhu.
Selesai berwudhu ia mengambil sajadah lalu menggelarnya
“Allahu…. Akbar” ucap Andi melakukan takbiratul ihram.
Sepuluh menit kemudian
“Assalamualaikum warahmatullah… wabarakatuh” menoleh ke kanan “Assalamualaikum warahmatullah… wabarakatuh” menoleh ke arah kiri. “Alhamdulillah” Andi menyapukan kedua tangannya ke wajah lalu mengangkat kedua tangan lagi “Ya Allah ya maha pengasih lagi maha penyayang ampunkanlah dosa - dosaku dan dosa - dosa kedua orang tuaku, ya Allah berilah kesehatan, kelimpahan rezeki untukku, kedua orang tuaku dan calon istriku beserta kedua orang tuanya, berikanlah ya Allah kemudahan untukku menjalani kehidupan ini aaaamiin” Andi menyapukan kedua tangannya ke wajah.
Setelah selesai berdoa Andi melipat kembali sajadah lalu meletakkannya kembali ke atas rak. Ia mengambil handphone lalu menghubungiku.
****
Aku masih merebahkan tubuhku dengan handphone yang berada di genggamanku, karena suasananya terlalu sejuk perlahan mataku mulai mengantuk.
Kriiiing…. Kriiiing…. Kriiiing…. Suara dering handphoneku pertanda panggilan masuk yang membuat mataku sontak terbuka.
Via telpon
Aku
Assalamualaikum…
Andi
Aku
Sudah dong, sudah dari tadi
Andi
Shalatnya sudah
Aku
Lagi free sayang
Andi
Wah… kacau ini
Aku
Kenapa…
Tanyaku cengengesan
Andi
Nanti bisa - bisa aku kamu terkam lagi. Kan mood kamu berubah - ubah kalau lagi mens
__ADS_1
Aku
Ish.. apa sih abang ini lebay deh
Andi
Kamu enggak sekolah sayang
Aku
Sekolah, tapi hari adek masuknya jam 10.00
Andi
Wah pas banget abang jemput ya sayang jam - jam setengah 10 gitu
Aku
Boleh dong, masa mau dijemput sama pangeran aku tolak sih kan impossible
Andi
Memangnya aku pangeran ya
Aku
Iya pangeran kodok wekwekwekwek
Andi
Itu bukannya suara bebek sayang
Aku
Enggak tahu juga
Andi
Yasudah nanti jam setengah 10 abang jemput, pulangnya abang antar ya sayang
Aku
Iya harus dong kalau enggak abang antar balik nanti adek pulang sama siapa dong
Andi
Paham, enggak usah dijelasin sampai sebegitunya kali. IQ abang tinggi kok enggak tulalit kayak kamu
Aku
Aku balas nanti ya awas kamu, yasudah aku mau tidur lagi nanti jam 9 aku bangun lagi siap - siap
Andi
Iya sayang
Aku mematikan panggilannya lalu aku memasang alarm tepat pada jam setengah sembilan setelah itu aku meletakkan handphone di meja dan menarik selimut perlahan aku tertidur pulas.
#thank you atas kunjungannya.
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
__ADS_1
Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.