
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.
Dua tahun telah berlalu, hari ini Andi akan melewati hari terakhir di asrama.
“Alhamdulillah ya Allah, akhirnya pelatihan ini selesai aku bisa kembali aku akan penuhi janji aku kepada Kanza. Aku akan menjadikan istriku satu - satunya di dunia ini” ucap Andi memasukkan barang - barang bawaannya ke dalam tas.
Semua para anggota tentara telah siap dengan ransel mereka masing - masing, mereka berbaris dengan rapi menunggu bus yang akan menjemput mereka ke bandara.
****
Krriiiiing…. Bunyi bel pulang, seluruh siswa dan siswi setelah bershalawat berhamburan keluar dari kelas masing - masing. Begitu juga dengan para guru yang keluar dari kelas mereka mengajar. Aku berjalan ke kantor utama melakukan finger print sebagai absen pulang.
“Terima kasih” suara finger print.
Aku berjalan ke parkiran untuk mengambil motorku. Aku memasangkan helm di kepala lalu menancap gas perlahan.
SKIP
Aku telah sampai di gerbang rumahku, memarkirkan motor di garasi, melepaskan helm lalu meletaknya di spion. Aku berjalan masuk ke dalam kamar, meletakkan tas di atas meja dan mengganti seragam sekolah dengan baju rumahan. Aku duduk di atas kasur.
“Penantianku tepat sudah dua tahun. Aku sangat berharap bang Andi segera kembali” aku merebahkan tubuhku di atas kasur “aku ingin sekali dia cepat pulang dan menemui aku” membuka gallery di handphoneku, mescroll setiap foto Andi “aku begitu sangat merindukan dia” perlahan mataku mulai terpejam.
****
Sementara Andi, semua anggota tentara telah sampai di bandara khusus anggota tentara darat. Mereka telah diberi nomor kursi masing - masing. Andi masuk ke dalam pesawat lalu mencari nomor kursinya yang berada di tengah - tengah. Ia duduk di kursi dengan tenang.
Ya Allah permudahkan jalan pulangku, aku ingin segera bertemu dengan keluargaku dan juga kekasihku, batinnya.
Pesawat mulai take off untuk terbang.
SKIP
Keesokan harinya Andi telah sampai di bandara Sultan Iskandar Muda di bagian khusus anggota tentara darat. Andi bersama anggota tentara lainnya menaiki bus untuk kembali ke daerah masing - masing.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Andi telah sampai di koramil tempat tugasnya.
“Alhamdulillah akhirnya aku sampai dengan selamat kembali ke sini, sudah dua tahun aku pergi” ucapnya saat berada di halaman depan kantor koramil.
Bang Adam dan pak Wahyu datang menghampirinya.
“Andi” ucap pak Wahyu seakan tidak percaya dengan kepulangan Andi “akhirnya kamu kembali” menepuk pundak Andi.
“Selamat datang kembali adik ipar” ucap bang Adam.
“Yasudah laporan dulu sama komandan” ucap pak Wahyu.
Andi masuk ke dalam kantor lalu bertemu dengan komandan yang sebentar lagi posisi itu akan menjadi jabatan baru yang ia sandangkan. Setelah menemui bapak komandan, Andi keluar menemui pak Wahyu.
“Pak Wahyu, apa bapak sibuk?” tanya Andi.
“Tidak… saya lagi free” jawabnya.
“Boleh saya diantar pulang sebentar”
Pak Wahyu mengambil mobilnya di parkiran. Andi membawa barang - barangnya lalu memasukkan ke bagasi mobil, ia berjalan membuka pintu samping dan duduk di sebelah pak Wahyu. Pak Wahyu mulai menjalankan mobilnya.
Dua puluh menit kemudian, pak Wahyu memarkirkan mobilnya di depan gerbang rumah Andi.
“Saya langsung kembali ke kantor ya” ucapnya membantu Andi mengambil barang - barang ya.
“Terima kasih ya pak bro” ucap Andi.
Pak Wahyu menjalankan mobilnya lagi. Sementara Andi berjalan masuk ke dalam rumahnya.
“Assalamualaikum” mengetuk pintu.
“Waalaikum salam” terdengar dari dalam lalu membuka pintu dan melihat seorang laki - laki lengkap dengan seragam tentaranya berdiri di depan pintu “abang” ucap mama, air mata mulai berjatuhan membasahi kedua pipinya. Mama memeluk anak laki - lakinya itu. “Abang sudah pulang, terima kasih ya Allah engkau telah menjaga keselamatan putra ku ini” mama melepas pelukannya.
“Iya ma, abang sudah kembali lagi ke sini. Alhamdulillah pelatihannya berjalan dengan lancar” ucap Andi memeluk kembali mamanya. “Ayah di mana ma?” Melepas pelukan.
__ADS_1
“Ayah di toko sayang”
“Yasudah abang mau masuk ke kamar dulu, mau mandi gerah banget melewati perjalanannya”
“Iya sayang”
Andi mengangkut semua barang - barang bawaannya ke dalam kamar. Andi membuka pintu lalu masuk ke dalamnya.
“Kamar ini” mengelus kasurnya “kasur ini masih sama ya” gumamnya “sudah dua tahun aku tidak tidur di sini, sungguh aku kangen” merebahkan tubuhnya.
Perlahan matanya mulai terlelap.
Keesokan harinya. Aku seperti biasa bangun dengan kesetiaan alarm yang berdering di telingaku. Aku menyibakkan selimutku lalu merapikannya, menarik sprei lalu bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Lima menit kemudian, aku keluar dari kamar mandi mengambil mukena lalu memakainya. Aku menggelarkan sajadah dan mulai melaksanakan shalat subuh.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” menoleh ke kanan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” menoleh ke kiri “Alhamdulillah” aku mengangkat kedua tanganku “ya Allah aku sungguh sangat merindukan bang Andi, kapan aku bisa bertemu dengannya? Aku sangat ingin melihat senyum dia, menghabiskan waktu bersama dia aku sangat rindu ya Allah. Ya Allah aku ingin segera bertemu dengannya aaamiiiin” aku menyapukan kedua tanganku ke wajah.
Aku melipat kembali mukena dan sajadah lalu meletaknya di rak mukena.
“Aku baru sadar hari ini hari minggu” gumamku sampai cengengesan sendiri “duh yang kepala aku dipenuhi dengan Andi sampai - sampai hari pun aku tidak tahu lagi” aku kembali merebahkan tubuhku sembari menscroll media sosial di handphonenku. “Oh iya” aku mengingat sesuatu “handphone abang kan sama aku ya” aku baru menyadari bahwa Andi menitipkan handphonenya kepadaku. Aku bangun dari kasur berjalan ke lemari mengambil handphonenya Andi.
“Ini dia handphonenya” mengambil handphone dari kotaknya , aku mengisi ulang baterainya. Selagi menunggu baterainya full aku kembali ke kasur dan memainkan handphonenku.
Beberapa saat kemudian handphonenya Andi telah full charging, aku berjalan untuk mengambilnya. Aku mulai membuka isi handphonenya, membuka sosial medianya tak sengaja aku melihat isi chatnya. Ada sebuah akun yang mengirimkan pesan untuknya yang berisi ‘pak Andi apa kabar, kenapa bapak begitu cuek kepada saya setiap kali saya bertemu dengan bapak. Saya sungguh sangat menyukai bapak’
“Siapa ini?” Aku menjadi ingin tahu dengan akun tersebut. Aku mulai mencari tahu tentang aku tersebut yang ternyata adalah akun dari dokter Elita. “Ooh dokter ini rupanya” aku tertawa ngakak setelah mengetahui siapa sebenarnya pemilik akun tersebut.
“Ternyata sebegitu besar usahanya untuk mendapatkan bang Andi, memangnya dia tidak bisa mencari laki - laki lain apa? Kenapa harus bang Andi? Tapi aku salut sih sama Andi dia tidak mengubris perempuan lain bahkan di sosial media, padahalkan aku sendiri tidak tahu kalau pun ia membalas semua pesannya”
“Ya Allah terima kasih engkau telah mengirimkan aku lelaki yang sedemikian rupa kedalam hidupku”
#thank you atas kunjungannya.
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
__ADS_1
Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.