Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 76


__ADS_3

Hallo guys!!


Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.


******


Aku, Andi dan kak Anti berdiam diri mendengar nasihat dari mama yang begitu menusuk hati.


“Jadi mama dan ayah juga mau kalian seperti itu juga nantinya sama pasangan kalian sama anak - anak kalian. Berikan mereka yang terbaik jangan pernah kecewakan pasangan kalian apalagi anak kalian yang menjadi korban. Karena sebuah pengkhianatan dapat menghancurkan segalanya, tidak hanya pasangan sayang, tapi sebuah usaha pun akan seperti itu kalau ada yang berkhianat di dalamnya pasti akan hancur. Kalau tidak hancur sekaligus, maka akan hancur secara perlahan dan itu lebih sakit. Paham ya kalian” jelas mama panjang lebar.


“Iya ma. Kakak bangga punya mama dan ayah. Maafin kakak ya ma belum menjadi putri terbaik untuk mama dan ayah” ucap kak Anti.


“Iya ma maafin abang juga ya ma, kalau selama ini abang masih suka membantah sama mama” ucap Andi.


“Ma terima kasih ya ma, mama sudah menjadikan adek sebagai calon menantu mama dan mama sudah memperlakukan adek seperti anak mama sendiri. Terima kasih banyak ma, adek sudah diterima baik dalam keluarga ini” ucapku lalu melirik ke arah mama, kak Anti dan Andi.


“Iya sayang kalian bertiga anak - anaknya mama, berempat sih sama Riza juga nanti kalau mama tidak menyebutkan Riza kak Anti malah cemburu lagi suaminya tidak mama sebut” ledek mama mencoba menggoda kak Anti. “Iya kan kak” mengedipkan matanya ke kak Anti.


“Kan harus adil ma pada setiap anak dan menantu mama” jawab kak Anti.


“Iya dong, mama dan ayah sudah berusaha adil sama kalian semua selama ini ya walaupun masih banyak kekurangan sih” ucap mama merendah.


“Enggak ada yang kurang ma, semuanya lebih dari cukup” ucap kak Anti lalu merangkul mamanya.


“Abang sudah fiks bisa pulang kan, yasudah kalian bertiga beres - beres barang di sini semuanya, jangan ada yang sampai ketinggalan. Mama dan ayah mau mengurus admnya dulu” mama berjalan ke sofa memanggil ayah “yah” panggil mama dengan lembut, ia melihat suaminya sibuk dengan buku catatan pesanan emasnya.


“Kenapa ma” tanya Ayah menutup buku catatan setelah istrinya memanggilnya.


“Kita ke bagian adm dulu yah urusin kepulangan abang, sekalian kita tanyain total biayanya setelah operasi abang kemaren” ucap mama. Ayah dan mama berjalan keluar meninggalkan ruangan.


*****

__ADS_1


Sementara aku, kak Anti dan Andi mulai membereskan barang - barang bawaan selama Andi di rawat di rumah sakit Citra Medika.


“Buset ini sudah seperti pindah rumah kita” Andi ingin mengangkat kulkas yang berdiri tegak di depan dinding.


“Eh abang mau ngapain” tanyaku melirik tajam ke arahnya yang mencoba mengangkat kulkas.


“Ini mau dibawa pulang juga kan?” tanya Andi dengan polosnya.


“Sayang… itu fasilitas rumah sakit, kenapa kamu mau bawa pulang” jelasku yang membuat kak Anti tertawa terbahak - bahak.


“Gila kamu ya bang, aduh sumpah malu banget aku punya adek noraknya seperti kamu. Kamu kenapa??enggak punya uang?? nanti kakak transfer ya. Jangan malu - maluin kakak ya bang” ledek kak Anti yang menggulung ambal.


“Tadi kan kata mama suruh beresin semua barang di sini mau dibawa pulang dan jangan ada yang sampai ketinggalan” jelas Andi mengulangi kata - kata mamanya.


“Dek tolong, kamu kenapa mau sih tunangan sama orang gila kaya dia. Sumpah gak tahan kakak dek” entah kak Anti harus tertawa atau kesal dengan tingkah polos Andi.


“Kak emang rada - rada abang itu, sepertinya kemaren ada salah dikasih obat sama dokter Elita” ledekku lagi sambil tertawa ngakak.


“Iya kan kak, memang rada - rada kan” bisikku ke Kak Anti yang berdiri di sampingku dengan mulut julid ala netizen +62 “kemaren kan kak waktu adek datang, kan adek nanya, bang sudah makan abang. Tahu kakak apa dijawab sama abang”


“Apa dek” tanya kak Anti ingin mengetahui jawabannya, ia terlihat begitu penasaran.


“Gosip terus ya gosip, memang cewek - cewek kalau sudah bertemu ya kerjaannya cuma gosip gosip dan gosip” Andi memasukkan baju - bajunya ke dalam tas.


“Dijawab sama abang kan kak, tadinya abang mau makan cuma abang pegang nasinya hangat gitu abang kira dia demam, jadi abang kasian mau makannya” jelasku tertawa ngakak, kak Anti ikutan tertawa mendengar omonganku.


“Norak… norak… norak…. Tuhan tolong kenapa aku mempunyai adek seperti ini” teriak kak Anti.


“Dih… orang hutan lagi teriak - teriak lah itu” ledek Andi menarik resleting tas muatan bajunya.


“Siapa yang orang hutan?? masa cantik begini dibilang orang hutan” jawab kak Anti tidak menerima ledekan Andi kepadanya.

__ADS_1


“Ya kalian berdualah yang orang hutan suka teriak - teriak dimana - mana tidak tahu tempat. Dek kamu jangan dekat - dekat itu sama kak Anti nanti ketular kamu resenya dia. Kamu kan sayang sama abang kan?? Sini sayang dekat - dekat sama abang saja” Andi berusaha merayuku, ia ingin menjadikan aku pengikutnya.


“Sorry kamu siapa??” Tanyaku ingin membuat Andi kesal.


“Astagfirullah” memegang dadanya “kamu berdosa banget sayang. Kamu sudah tidak mengenali suamimu yang tampan rupawan ini” ucap Andi dengan nada sedih, seolah - olah ia menjadi laki - laki yang tersakiti.


“Dek jangan sampai kamu tergoda dengan laki - laki seperti itu dek. Dia hanya berucap manis di bibirnya tapi hati dia busuk dek, seperti bunga bangkai dek kamu kenal kan Rafflesia arnoldi terlihat luarnya saja cantik tapi dia bisa mengeluarkan bau busuk seperti bau bangkai” ucap kak Anti membuat drama mengikuti alur dramanya Andi.


“Apa sih kalian berdua, bikin ngakak” aku benar - benar tertawa dengan tingkah mereka berdua, aku tidak bisa membayangkan sewaktu mereka kecil. Apa ya yang terjadi pada keduanya, pasti mama dan ayahnya sangat pusing mengurusnya. “Kalian kapan sih baiknya bedua?” tanyaku ingin menyudahi drama mereka, karena aku tidak sanggup lagi untuk tertawa, perutku benar - benar kram dengan tingkah kocak mereka.


“Kan udah tadi sayang baik - baiknya, kamu belum lihat lagi sayang sewaktu kak Anti masih tinggal di rumah sama abang sebelum dia pindah ke hutan” ucap Andi ngasal.


“Hei… hei… bukan hutan ya, tolong. Itu istana suamiku” ucap kak Anti membanggakan suaminya.


“Iyalah apa lah itu, aku sama kak Anti selalu ribut sampai mama dan ayah pusing mikirnya cara membuat kami supaya berdamai itu seperti apa. Sampai pernah ya dek kami di kurung di gudang”


“Iya terus abang malah nangkap tikus terus ditakut - takutin kakak. Terus kakak tendang dia entah dimana kenaknya” jelas kak Anti menambahkan.


“Apa dimana ya disini” menunjukkan sesuatu di bawah pinggangnya “hancur masa depan aku dek” rengeknya.


“Makanya jangan suka jahil, kena batunya kan kamu” ucapku.


“Enggak kena batu sayang, tapi kena tendangnya di sini” Andi memegang sesuatu itu.


“Ih apa sih pegang - pegang” aku merasa malu melihat Andi memegang bagian dari celananya.


#thank you atas kunjungannya.


Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.


Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.

__ADS_1


__ADS_2