
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.
****
Aku dan Andi di dalam mobil masih mendiskusikan tempat makan mana yang harus kami kunjungi untuk sekedar makan siang berdua.
“Sayang…” panggil Andi sedikit berteriak “mau makan dimana kita?” tanyanya melirik ke arahku sekali pintas, lalu kembali melihat jalanan. Belum sempat aku menjawabnya “jangan mie” ucap Andi lagi.
Aku memukul lengan Andi “siapa yang mau makan mie” aku terlihat geram kepadanya. “Nasilah, masa iya sih siang - siang begini makannya mie, gak banget deh” ucapku.
“Yakin lo” Andi melirikku dengan nada mengejek “di sini kan ada bakso kesukaan kamu, yakin kamu tidak mau makan bakso? jarang - jarang loh kita liburan ke sini” Andi terus saja menggodaku. Saat itu, ia benar - benar menguji pertahananku.
Aku menghela napas “yakin sayang yakin” jawabku dengan penuh keyakinan.
Andi tertawa ngakak mendengar jawaban dariku “yasudah mau makan apa?” Tanyanya lagi.
“Bagaimana kalau nasi padang?” Aku memberi ia penawaran yang bagus.
“Boleh” tanpa berpikir panjang, ia langsung mengiyakan atas saranku. “Baiklah tuan putri sekarang pangeran akan mencari nasi padang untuk tuan putri dan calon anak kita”
“Siapa yang hamil?” Tanyaku heran.
“Kan ecek - eceknya sayang, kamu lagi mengandung anak kita dan sekarang kamu lagi mengidam”ucap Andi cengengesan.
“Memang kalau aku sedang mengandung, apa kamu mau menuruti semua ngidamnya aku?” Tanyaku, wajahku terlihat sangat serius.
“Ya pastilah sayang, akan aku turuti semua keinginanmu sayang. Adak jeut watei hamil meangen bek tuepeuh (semisal kamu hamil esok, angin saja tidak boleh menyentuh kamu) seperti itu aku akan menjaga kamu dan calon buah hati kita”
Aku begitu terharu dengan apa yang barusan terucap dari mulut Andi “Semoga ucapanmu benar ya sayang”
“Aaamiiiin”
Beberapa menit kemudian, aku dan Andi sampailah di salah satu rumah makan Padang yang ada di kota Banda Aceh.
Andi menarik rem tangan, memarkirkan mobilnya dengan aman. Ia melepas seat belt yang mengikatnya kemudian membantuku melepas seat belt yang berada di sebelahku.
“Ayo turun” membuka pintu mobil. Aku ikut turun dari pintu sebelahnya.
Aku dan Andi berjalan beriiringan masuk ke dalam rumah makan Padang. Seperti biasa Andi memilih tempat duduk.
“Mau pesan apa pak” tanya waiters yang menghampiri kami “apa saya hidangkan semuanya saja”
“Tidak usah mas” aku menolak untuk dihidangkan semua menu di atas meja kami. Saya pesan ayam bakar, kuahnya dicampur terus ya mas ke dalam nasinya” pintaku “kalau suami saya” ucapku menunjuk ke arah Andi yang membuat Andi tersenyum - senyum, ia terlihat begitu salah tingkah sampai wajahnya terlihat memerah.
“Saya mau ayam goreng mas, ditambah perkedel dan masak paru. Adakan mas?”
“Ada mas, kuahnya mau dicampur terus?”
“Jangan mas, kuahnya kuah sayur nangka saja. Jangan langsung dicampur ya”
“Baik pak, untuk minumnya pak? Buk?”
“Es jeruk saja”
“Dua - duanya?”
“Iya mas, air mineral juga ya mas dua” jawabku.
“Baik pak, buk silahkan ditunggu sebentar” ucap waiters dengan begitu lembut lalu berjalan membuatkan pesanan untuk kami.
“Abang tidak suka kuahnya dicampur?” Tanyaku melihat Andi yang duduk di depanku.
“Tidak”
“Ah abang, kuahnya dicampur ituloh yang membuat rasa nasi Padang itu menambahkan kenikmatannya”ucapku menjelaskan, air liurku seakan sudah menetes menunggu pesanan dibuatkan.
__ADS_1
“Habis ini kita pulang terus ya, sebentar lagi kita jalan ke pantai lagi kan sama mereka semua”
“Iya sayang, belum juga makanannya sampai sudah bahas pulang saja” gerutukku kesal.
“Abang ngomong terus, karena kamu kalau makan lelet” ucap Andi cengengesan.
“Jangan seperti itulah, kan kalau kita makan itu sebaiknya kita harus mengunyah sebanyak 33 kali kan” jawabku mencari alasan.
“Kalau satu suap kamu mengunyahnya sebanyak itu, tidak bisa kamu ke Sabang”
“Kenapa??” Tanyaku heran.
“Ya keburu kapalnya jalanlah” jawab Andi enteng “mana mau kapalnya menunggu kamu”
Aku tertawa ngakak mendengar jokes dari Andi “abang ada - ada saja”
Waiters membawa pesanan persis seperti aku dan Andi pesankan sebelumnya. Waiters meletakkan piring yang berisi ayam bakar di hadapanku dan ayam goreng di hadapannya Andi.
“Silahkan dinikmati” ucapnya dengan begitu lembut lalu berjalan meninggalkan kami.
“Iya mas terima kasih” ucapku dengan senyuman. Melihatku tersenyum ke arah waiters Andi mencolek lenganku.
“Kenapa senyum - senyum. Abang - abang waitersnya ganteng ya?” tanya Andi yang mengaduk - aduk nasinya dengan sendok.
“Iya ganteng, kenapa? Abang cemburu? Masa itu saja cemburu sih. Kita harus baik kepada semua orang sayang…. Apa lagi dia sudah melayani kita dengan baik” jelasku.
“Itukan memang tugas dia, dia begitukan kan memang kewajiban dia sebagai waiters” jelas Andi.
“Ah adek tidak suka kalau kamu seperti itu” aku bangun dari kursi ingin mencuci tanganku di wastafel yang tersedia.
“Kamu marah? Kenapa kamu pergi?” Tanya Andi yang melihatku bangun dari kursi.
“Siapa yang marah? adek cuma mau mencuci tangan di sana” aku menunjuk ke arah wastafel lalu berjalan ke arahnya.
“Oooooh abang pikir kamu marah” ucap Andi mengunyah makanannya.
Aku memperhatikan Andi yang makan dengan sendok.
“Sayang” panggilku.
Andi mendongakkan kepalanya.
“Apa?”
“Makan nasi Padang itu enaknya pakai tangan loh sayang”
“Ah abang terlalu malas mencuci tangan”
“Hmmm coba deh kamu rasa” aku mengambil sesuap nasi lengkap dengan lauk dari piringku lalu menyuapinya “ini aaamp” aku mengulurkan tanganku, Andi membuka mulutnya lebar - lebar.
“Enak kan sayang”
“Iyalah enak, dari suapan tangan kamu” nyengir kuda andalannya.
“Bisa saja sih. Ini sekali lagi” aku menyuapinya lagi “jangan minta lagi ya nanti ayam aku habis” ucapku sembari tertawa.
“Ish…” Andi mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.
Setelah selesai makan, aku mencuci kembali tanganku di wastafel. Andi berjalan ke meja kasir lalu membayarnya. Setelah itu, aku dan Andi berjalan ke parkiran mobil. Andi mulai menjalankan mobilnya kembali ke hotel.
SKIP
Aku dan Andi telah sampai di hotel. Aku ke kamar untuk bersiap - siap. Sama halnya dengan Andi yang juga ingin bersiap - siap.
“Yang cantik ya sayang” ucap Andi kepadaku sebelum ia menutup pintu kamarnya.
“Iya” jawabku memeletkan lidahku ke arahnya.
__ADS_1
#kamar mama dan ayahku
Mama sedang mandi duluan, sementara ayah sedang memilih - milih baju yang ingin ia kenakan.
“Baju yang mana ya??” Melihat isi koper. “Ini sajalah” ucap Ayah setelah menemukan baju yang cocok untuk dikenakannya.
Beberapa menit kemudian, mama telah selesai mandi ia keluar dari kamar mandi dan ayah bergantian masuk ke kamar mandi. Mama memakai baju lalu memakai sedikit make up.
#kamar mama dan ayah Andi
Ayah telah selesai mandi, ia sedang memilih - milih baju yang dibawakan.
“Ma baju ayah yang warna coklat itu dimana?” tanyanya kepada mama yang berada di kamar mandi. Ayah berdiri di depan pintu kamar mandi yang ditutup rapat oleh mama.
“Cari saja yah di dalam koper” teriak mama dari dalam.
Beberapa menit kemudian mama keluar dari kamar mandi dan mulai berdandan. Sementara Ayah telah rapi dan wangi.
#kamar kak Anti dan bang Riza
“Abang mandi duluan apa adek duluan yang mandi?” tanya kak Anti yang menyisir rambut Ziya.
“Adek saja duluan, adek kan lama harus dandan lagi. Pakai alislah, pakai lipstiklah. Abang sat set sat set selesai” ucapnya yang sedang meneguk kopi hitam.
“Iya deh masku” ucap kak berdiri di depan suaminya lalu memeluknya beberapa detik. “Kamu jaga Ziya ya”
“Iya”
Kak Anti berjalan ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian ia keluar dan bergantian dengan bang Riza yang mandi.
Kak Anti mulai berdandan memakaikan make up pada wajahnya satu persatu. Sementara bang Riza yang baru selesai mandi, ia keluar dengan melilitkan handuk di pinggangya. Ia berjalan ke depan cermin tempat kak Anti berada. Ia memakai deodorant di ketiaknya lalu memakai sedikit parfum. Ia mengambil baju dan celana lalu memakainya. Setelah itu menyisir rambutnya.
“Nah iya kan, abang sudah selesai. Kamu belum lagi selesai, masih membuat alis dari tadi” bang Riza meledek kak Anti yang belum selesai berdandan sedari tadi ia mandi “mana alisnya tebal sebelah lagi” tambah bang Riza menggoda kak Anti.
“Yang benar abang?” Tanya kak Anti melihat cermin memastikan omongan suaminya.
“Eum…” memainkan handphonenya “enggak… buruanlah orang - orang sudah pada menunggu kita. Kamu lama banget dandannya”
“Sabar sih sayang, kan aku cantik buat kamu” mengangkat sebelah alisnya.
“Yakin kamu?”
“Iyalah…” ucap kak Anti cengengesan.
#kamar aku
Aku telah selesai mandi dan berpakaian rapi. Hari ini outfitku memakai kemeja berwarna putih dengan sedikit bunga - bunga kecil. Aku memakai celana berbahan jeans.
Aku mulai memakaikan make up di wajahku satu persatu. Mulai skincare seperti toner dan cream siang sebagai pelembabnya. Aku memakai sedikit foundation.
“Tipis - tipis saja, biar natural. Jangan menor - menor nanti pasti diketawai bang Andi. Dia kan rese” gumamku di depan cermin.
Aku memakai eyeshadow di kelopak mataku, lalu memakai sedikit blus on berwarna oren di kedua pipiku tak lupa aku menggambarkan alis di sela - sela alis. Aku hanya mengisi kekosongan alisku. Aku benar - benar ingin terlihat senatural mungkin. Setelah serangkaian make upnya selesai. Aku menyemprotkan parfum di sekujur tubuhku dan memakai lotion di tangan dan kakiku.
“Oke sudah beres” ucapku berputar - putar di depan cermin.
#kamar Andi
“Oh Tuhan… aku terlalu malas untuk mandi. Tapi aku harus mandi. Tapi, aku masih wangi” mencium aroma ketiaknya “aku galau, nanti kalau aku tidak mandi diledekin sama cewek itu. Katanya aku dekil, jorok. Nanti harga diri aku sebagai cowok ganteng dan kece badai ini turun. Yasudahlah aku terpaksa harus mandi” setelah berperang sendirian, akhirnya Andi mengambil handuk dan beranjak ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, ia keluar dengan melilitkan handuk di pinggangnya. Ia memakai sedikit deodorant di kedua ketiaknya lalu menyemprotkan parfum di sekujur tubuhnya. Setelah itu, ia memakai kemeja berwarna putih dan memakai celana berbahan jeans yang terdapat sedikit repeatnya di bagian paha atas. Andi menyisir rambut dan memakai pomade di atasnya. Andi terlihat begitu tampan rupawan, ditambah kaos putih berlengan pendek yang menampakkan otot lengannya yang masih setia belum meleleh.
#thank you atas kunjungannya.
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
__ADS_1
Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.