Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 99 : Kasih sayangnya Andi


__ADS_3

Hallo guys!!


Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.


******


Andi terus memasang wajah cemberut yang membuatku cengengesan melihatnya.


“Abang ganteng deh kalau lagi cemberut begitu” ucapku menggodanya.


Andi tidak menjawab omonganku.


“Jiah dicuekin akunya, abang…” panggilku cukup mendayu “abang ganteng deh, abang baik hati penyayang dan tidak sombong, jangan ngambek lagi dong. Nanti aku beliin es krim” aku berusaha merayu Andi.


“Es krim saja?” Ucap Andi membuka suara.


“Jadi apa lagi?” Tanyaku melirik ke arahnya.


Andi mendekatkan wajahnya ke hadapan wajahku, perlahan aku menutup mataku.


“Abang maunya kamu jangan pernah meninggalkan abang, apapun keadaan abang” ucap Andi menyingkirkan wajahnya sambil cengengesan melihat wajahku dan mataku yang merem melek.


Aku membuka mataku, lalu melirik ke arahnya.


“Ish abang ini” gerutukku “itu tanpa kamu minta pun aku akan selalu bersama kamu. Ini ya abang, selama adek masih bernapas di dunia ini adek tidak akan mencari atau menerima cinta dari laki - laki lain, cukup abang. Adek mau menua bersama abang, dan jika abang pun sudah tidak ada lagi esok, adek tidak akan menikah lagi adek akan tetap menjaga cinta kita. Adek pernah mendengar bahwasannya jika suami kita meninggal, kelak di surga kita akan bertemu kembali dengannya. Tapi dengan syarat kita tidak menikah lagi dengan laki - laki lain. Adek maunya seperti itu, kita bertemu dan saling menyayangi bukan hanya di dunia saja tapi juga nanti di akhirat”


“So sweet banget sih kamu sayang. Abang tidak menyangka kamu bisa menyayangi abang seperti ini”


“Adek memang seperti ini abang, kalau sudah menyayangi seseorang itu tidak main - main”


“Berarti sebelum kamu menyanyangi abang, kamu sudah duluan menyayangi mantan kamu seperti ini dong ya?” ucap Andi meledek.

__ADS_1


“Iya, tapi dia tidak bisa menjaga rasa sayang yang adek berikan”


“Abang mau tanya dong”


“Boleh” ucapku bersiap menerima pertanyaan dari Andi “abang mau tanya apa?”


“Kamu sebenarnya galau gak sih sewaktu mantan adek itu meninggalkan kamu dan lebih memilih bersama wanita lain?”


“Eum… gimana ya adek harus menjawabnya” aku berusaha memberikan jawaban yang tepat dan tidak menyakiti Andi.


“Ya apa sayang, jawab saja” Andi memaksaku memberikan jawaban. “Abang tidak akan marah apapun masalahnya”


“Sebenarnya untuk rasa kehilangan itu pasti ada abang ya, ya namanya juga orang yang kita sayang atau kita mempunyai perasaan lebih kepada dia. Jadi adek rasa wajarlah kalau kita merasa kehilangan. Tapi jujur abang, semenjak kehadiran abang adek berusaha melupakan itu semua. Adek katakan pada diri sendiri, dia itu bukan yang terbaik untukmu, dia sudah berani memberikan cintanya untuk wanita lain. Kamu harus bisa melupakan dia” Andi sangat memperhatikan setiap omonganku “ya kan abang?Adek tidak bisa menerima laki - laki yang mencintai adek, tapi setelahnya ia memberikan lagi cintanya untuk wanita lain”


Andi menganggukkan kepalanya.


“Sedih ya sedih sih abang. Masak sih orang ya sudah lama bersama kita, sudah menghabiskan banyak waktu bersama kita. Tapi, tiba - tiba kita harus mendapatkan berita seperti itu. Ya akhirnya adek menyerah untuk mencintai dia dan… mungkin Allah mengirimkan abang untuk bisa menghapus luka itu. Alhamdulillahnya abang bisa menghapus luka perih yang ada di hati adek. Abang sudah mengambil adek dari rasa keterpurukan itu. Terus kenapa adek bisa sesayang itu sama abang sekarang, ya karena abang telah memberikan seluruh hati abang untuk adek”


“Jadi wajar adek harus membalasnya kan? dan bahkan harus lebih dari yang abang kasih. Mulai dari perhatian abang, kasih sayang abang dan segalanya yang abang berikan”


“Dek…” ucap Andi dengan begitu lembut “abang jujur, abang belum pernah mencintai seorang wanita” air mata keluar dari bola matanya “seperti abang mencintai adek. Abang gak paham apa yang sebenarnya abang rasakan, tapi yang jelas rasa sayang dan cinta abang seluruhnya untuk adek” mengusap air matanya.


“Adek boleh tanyak?”


“Iya boleh. Pasti adek mau tanya tentang mantan abang kan?” Ucap Andi yang sudah tahu dengan apa yang bakalan aku tanyakan.


Aku menganggukkan kepalaku “iya, karena dari semenjak kita dekat, abang gak pernah menceritakan sama sekali tentang mantan abang”


“Mantan itu masa lalu kan sayang? Dan kamu masa depan abang. Jadi untuk apa dibahas” jawab Andi melirik ke arahku.


“Enggak gitu konsep sayang, coba deh abang cerita”

__ADS_1


“Mau cerita apa??. Adek mau dengar apa?”


“Ya tentang mantan abang?”


“Oke” Andi menarik napasnya lalu menghembuskannya kembali “jauh sebelum sama adek, abang juga pernah menyayangi seseorang, namun dia juga salah menggunakan kasih sayang abang. Dia enggak selingkuh sih, tapi dia lebih mencampur adukkan kegiatan abang. Ya jujur abang tidak suka wanita seperti. Bukannya abang tidak mau dia tahu seluruhnya tentang hidup abang. Tapi, gimana ya? Pokoknya dia sudah sok - sok an mengatur abang”


“Kan adek tahu juga kegiatan abang dan masalah pekerjaan abang di luar sebagai anggota tentara”


“Bukan itu sayang, dia pernah mengambil uang dan emas di toko abang dan dia mengakunya abang yang menyuruh dia untuk mengambilnya dan waktu itu mama juga marah banget, katanya jangan wanita seperti itu Andi yang menjadi pendamping kamu, nanti kamu bisa saja bermusuhan dengan keluarga kamu sendiri, itu kata - kata mama. Makanya perlahan abang mundur dari dia. Barulah setelah beberapa tahun kemudian, abang pindah tugas ke koramil sekarang, berteman akrablah sama pak wahyu dan bang Adam sering curhat - curhat sama mereka, terakhirnya abang bertemu dengan kak Yuni sepupu adek” melirik ke arahku “dia bilangnya mau kenalin abang dengan adek. Pertamanya abang menolak sih, karena abang takut membuat adek kecewa, tapi setelah bertemu dengan adek di tempat bakso kemarin”


Aku tersenyum menatap wajahnya.


“Abang merasa ada yang lain dengan perasaan abang dan jujur waktu adek bilangnya adek sudah punya pacar, hati abang kreek gitu. Tapi, abang lagi - lagi disemangati oleh bang Adam untuk tidak menyerah untuk bisa bersama adek. Dan ya benar abang bisa menjaga adek sekarang, abang bisa menyayangi adek sekarang, abang bisa mencintai adek sekarang dan itu sangatlah luar biasa”


“Terima kasih ya sayang untuk semuanya. Setiap detik waktu kamu yang kamu habiskan untuk bersamaku”


“Mungkin dalam sebuah hubungan itu tidak perlu adanya kata terima kasih sayang ya”


“Bukankah ucapan terima kasih itu merupakan sebuah bentuk rasa syukur ya sayang. Adek bersyukur banget bisa bersama abang, adek begitu bahagia bisa memiliki abang, merasakan kasih sayang dari abang dan menerima segala bentuk perhatian dari abang”


“Iya sayang abang begitu juga, sungguh bersama adek itu anugerah luar biasa yang Allah berikan kepada abang”


“Jadi, abang tidak mengingat lagi dengan mantan abang tadi”


“Enggak… sedikit pun enggak. Sayang… masa lalu abang milik abang, begitu juga dengan masa lalu adek ya milik adek. Tapi, masa depan adalah milik kita berdua” Andi tersenyum manis menatapku.


#thank you atas kunjungannya.


Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.


Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.

__ADS_1


__ADS_2