Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 28


__ADS_3

***


Andi, mama dan bunda Rita telah sampai di kantor polisi, menemui polisi yang bertugas.


"Pak... dimana anak saya, saya ingin bertemu dengannya" air mata terderai di matanya lagi.


"Maaf siapa ya nama anak ibu" tanya polisi.


"Kami ingin bertemu Saskia pak, yang barusan dilaporkan" jelas Andi.


"Oh baik silahkan ditunggu di ruang tunggu, di sebelah sana ya" polisi mengarahkan Andi, mama dan bunda Rita.


Saskia dibawa keluar dari sel tahanan.


"Silahkan waktunya cuma 20 menit"


"Mama..." Saskia lari menemui mamanya, bersujud di kaki mamanya "ma.... maafin aku" air mata keluar dari kedua bola matanya menjelaskan bahwa dia tidak baik - baik saja.


"Sayang bangun, bangun sayang" membangunkan tubuh Saskia "mama sudah maafin kamu, kamu jangan nangis lagi ya" mengusap air mata Saski.


"Ma... tolong keluarin aku dari sini ma, aku mohon aku gak mau di sini aku mau di rumah sama mama aku mau bareng mama lagi aku mohon ma... keluarin aku dari sini" rengek Saskia dengan linangan air mata.


"Sebentar ya" bunda Rita menarik tangan Andi ke ruang sebelah "kamu ikut bunda sebentar ya"


"Iya bunda" mengikuti langkah bunda Rita.


"Kamu bisa tolongin bunda kan, bunda mohon kamu bebasin Saski dari sini, bunda kasian sama dia"


"Gimana ya bun, mohon maaf banget bun Andi gak bisa bantu karena ini semua laporan dari warga karena Saski telah membuat kegaduhan"


"Bunda mohon ndi, apapun akan bunda lakukan asal Saski bisa bebas" bunda Rita terus membujuk Andi supaya membantunya membebaskan Saski dari hukuman penjara.


"Kemaren Andi sempat dengar dari polisi karena ada dua pilihan penjara atau membayar denda sebanyak 1 miliar"


"Ya Allah uang dari mana bunda" bunda Rita merasa putus asa dengan apa yang terucap oleh Andi.


"Bunda, maafin Saski. Bantuin Saskia keluar dari sini bunda" Saskia memeluk mamaku.


"Yang sabar ya sayang" mengelus punggungnya.


"Maa...." Panggilnya menemui mamanya yang masih berbicara dengan Andi.


"Apa sayang, kamu jangan nangis terus ya" bunda Rita menghapus air mata yang keluar dari mata Saski.


"Andi permisi bunda" Andi berjalan menemui mama.


"Mohon maaf waktu berkunjungnya sudah habis" seru pak Polisi "silahkan kembali lagi besok" Saskia dibawa ke sel tahahan kembali.


"Ma...." Panggil Saskia tidak ingin berpisah dengan mamanya.


"Kamu sabar ya sayang, mama akan usahakan dengan segala cara untuk membebaskan kamu"


Andi mengantar mama dan bunda Rita pulang ke rumah.


Aku masih berdiam diri di ruang tamu, tatapanku kosong pikiranku sangat kacau. Saat ini aku tidak ingin berbicara dengan siapa \- siapa, aku juga tidak ingin bertemu dengan siapa \- siapa.


Andi dan mama telah sampai di rumah sementara bunda Rita pulang ke rumahnya. Andi datang menemuiku di ruang tamu, ia duduk tepat di sampingku.


"Sayang" panggilnya lembut.


Aku tidak menjawabnya aku masih termenung entah apa yang kupikirkan.


"Sayang, jangan seperti itu. Abang gak mau adek seperti ini" Andi terus saja memanggilku, air mata keluar dari mataku perlahan. Andi merebahkan kepalaku di pundaknya. "Sayang kamu punya abang, kamu cerita ya sama abang apa yang kamu pikirkan sekarang"


"Abang..." tangisanku pecah di bahunya rasa sesak di dadaku semakin besar. "Gak tahu adek mikirin apa pokoknya dada adek sesak banget rasanya"


"Sudah sayang ya, yang berlalu jangan dipikirin lagi, abang sayang banget sama kamu abang akan selalu ada buat kamu, abang akan selalu melindungi kamu itu janji abang" Andi mencoba menenangkanku.


Aku mengangguknya pelan. Andi menghapus air mataku.


"Sudah dong masak tunangannya Andi cengeng sih, malu tuh sama cicak" menunjuk cicak yang ada di dinding ruang tamu.


"Apa sih bang, garing banget" aku tesenyum mendengar jokes dari Andi "bang" mengambil tangan Andi menggenggamnya "terima kasih ya sudah menenangkan adek"

__ADS_1


"Iya sayangku cintaku lope lope deh sama neng cantik yang satu ini, jangan nangis lagi ya sayang. Oh ya sebentar lagi mama dan ayah mau ke sini"


"Iya sayang, gak nangis lagi kok" aku menghapus air mata "sudah senyum ni" senyum ke arah Andi.


"Duh manisnya ah diabet deh aku ini" Andi terus saja berusaha membuatku tersenyum, sepeduli itu dia untukku.


Tok... tok... tok... suara ketukan pintu terdengar dari pintu utama. Andi berjalan membuka pintunya. "Ma... ayah, silahkan masuk"


"Mana adek bang, apa dia baik - baik saja" tanya mama khawatir.


"Iya mana adek bang" tanya Ayah lagi.


"Ada di ruang tamu mah, ayah. Adek sekarang sudah mendingan sudah tenang juga"


"Mama pengen banget cepat - cepat ketemu dia"


**


"Sayang" mama duduk di sampingku memelukku erat "kamu gak apa - apa kan sayang, mama khawatir banget sama kamu"


Aku hanya menggelengkan kepalaku ke kanan dan ke kiri.


Mamaku keluar dari kamarnya menemui ayah dan mamanya Andi.


"Oh hai besan" mama Andi bersalaman bercipika cipiki dengan mama.


"Pak" mengulurkan tangan ke ayah Andi "kalau begitu saya ke belakang dulu ya"


"Iya bu" sahut mama Andi. "Sudah sayang ya jangan nangis lagi kamu gak boleh sedih lagi, ini ujian cinta kamu dengan Andi, semoga ke depannya ikatan cinta kalian semakin kuat tidak ada yang bisa menggoyahkan cinta kalian berdua" mama memberiku semangat karena semua ini bukan suatu masalah yang harus bersedih berlarut - larut.


"Iya ma terima kasih banyak ya ma, sudah membuat adek kuat, terima kasih ya ayah"


"Iya nak, kami akan selalu ada buat kamu" sahut ayah yang duduk di depanku di sampingnya Andi.


"Iya sayang mama, ayah, abang pasti akan selalu ada untuk kamu, kamu sudah menjadi bagian keluarga ayah dan mama, jadi kamu sudah menjadi anak perempuan mama selain kak Anti. Jadi kamu jangan sungkan - sungkan sama mama dan ayah ya"


"Iya ma, ayah bang" aku tersenyum manis ke arah mereka.


Aku benar \- benar tenang sekarang, selain kedua orang tuaku kini aku punya bang Andi, ayah dan mamanya yang juga sayang kepadaku mereka semua memberikan cinta yang luar biasa untukku.


**


"Bismillah, semoga hariku diberkahi oleh Allah swt." Seruku ketika mermarkirkan motor kesayanganku di halaman sekolah.


"Hai bu Kanza" sapa bu Dewi yang pagi - pagi sudah stay di sekolah.


"Pagi juga bu Dewi" aku menyapanya balik, kemudian duduk di depannya yang dipisahkan oleh sebuah meja.


"Ada jam pagi ya" tanyanya yang melihatku juga sudah stay di sekolah pagi - pagi.


"Iya bu kemarin, tukeran jam masuk sama bu Agusmi" jelasku kenapa bisa masuk jam pagi.


Kriiiiing..... bel masuk berbunyi. Aku mengambil buku paket yang terletak rapi di atas meja.


"Masuk ya bu Kanza" tanya bu Juli yang baru saja datang.


"Iya bu, ibu mau masuk juga" tanyaku balik.


"Iya ni, kelas berapa" mengambil buku cetak di atas mejanya.


"Kelas VIII A, kalau ibu"


"Kelas VIII C, kita ke sana saja sama - sama"


Aku dan bu Juli berjalan bersama ke ruang kelas masing \- masing yang terletak bersebelahan.


"Assalamualaikum" aku berjalan masuk ke kelas VIII A.


"Wa... alaikum salam warah..matullahi wabarakatuh" jawab seluruh siswa dan siswi.


Aku meletakkan buku di atas meja.


"Bu, kami kan pelajaran matematika sekarang bukan IPA" seru salah satu siswa.

__ADS_1


"Iya, jadi ibu Agusmi berhalangan hadir pada pagi ini jadi digantikan dengan ibu, terus nanti pelajaran IPA kan jam terakhir"


"Masuk bu Agusmi ya bu" pangkas Ratih.


"Iya, jadi jam terakhir nanti baru kalian belajar IPA ya, oke jadi sekarang kita sama - sama berdoa dulu sebelum memulai pelajaran"


"Bersiaaaaap...... graaaak" teriak ketua kelas memerintahkan siswa dan siswi lain berdiri.


"Hormaaaat..... grak" seluruh ketua kelas dan siswa - siswi lainnya membuat tanda hormat dengan tangannya "beri salam"


"Assalamualaikum.... Warahmatullahi wabarakatuh" teriak siswa dan siswi pelan.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawabku lembut.


Semua siswa - siswi duduk kembali sesuai perintah ketua kelas.


"Bismillāhirraḥmānirraḥīm


Alḥamdu lillāhi rabbil'ālamīn


Ar raḥmānir raḥīm


Māliki yaumid dīn


Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn


Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm


Sirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ ḍāllīn


Bismillāhirraḥmānirraḥīm


Robbis rohlii shodrii, wa yassirliiamrii, wahlul 'uqdatam millisaani yafqohu qoulii"


Setelah selesai berdoa para siswa dan siswi mengambil buku catatan dan buku cetak dari tas mereka masing \- masing.


"Oke... bagaimana kabar semuanya" tanyaku memulai pembelajaran.


"Baik bu" teriak mereka dengan penuh semangat.


"Nah bagus, jadi pagi - pagi itu harus semangat ya, sudah pada sarapan kan tadi"


"Sudah bu" jawab beberapa siswa.


"Belum bu" jawab beberapa siswa yang lainnya.


"Jadi, sebelum kita berangkat ke sekolah kita wajib untuk sarapan dulu. Karena sarapan itu penting untuk kita belajar karena dengan sarapan kita bisa mendapatkan energi jadi kalau kita belajar gak akan mengantuk, paham ya. Jadi besok siapapun harus sarapan dulu ya, sarapan itu gak mesti kita harus makan nasi. Makan roti bisa, minum susu atau makan buah apel bisa karena makanan barusan yang ibu sebutkan bisa memberikan energi untuk tubuh kita, paham ya" jelasku kepada mereka agar sebelum berangkat sekolah mengutamakan sarapan terlebih dahulu.


"Paham bu" teriak mereka kompak.


"Okee kemarin kan kita sudah membuat catatan jadi di halaman selanjutnya ada latihan. Jadi untuk hari ini silahkan dibuat latihannya di buku latihan ya. Kalau ada soal yang tidak jelas boleh ditanyakan ke ibu"


"Baik bu" mereka segera mengambil buku latihan mengerjakan tugas dari ku.


Empat puluh lima menit kemudian.


"Apa ada yang sudah selesai sekarang" tanyaku.


"Belum bu" jawab beberapa siswa.


"Bu saya sudah" jawab Rafi.


"Yang sudah selesai dibawa ke depan ya biar ibu periksa"


Bel ganti pelajaran berbunyi. Aku keluar dari ruang kelas menuju kantor. Aku mengambil motor yang terparkir


"Kemana bu" tanya pak Jamal melihatku mengambil motor


"Pulang dulu ya sudah selesai jam mengajarnya" aku menyalakan mesin motor.


"Hati - hati ya bu Kanza" pak Jamal masuk ke ruang kelas.


#thank you atas kunjungannya. Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.

__ADS_1


Di tunggu part selanjutnya ya bye.


__ADS_2