Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 43


__ADS_3

Hallo guys!!


Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.


****


Cekreeek…. Suara pintu kamar mandi berbunyi. Andi mengintip kepalanya.


“Kenapa bang” tanyaku yang memperhatikan dia.


“Gak ada” nyengir kuda.


“Hana jeulas droeneuh (gak jelas kamu)”


Andi keluar melangkahkan kakinya. “Bantuin oii” memegang tiang infus.


“Baik - baik lah suruhnya” aku memanyunkan bibirku.


“Sayangku cintaku bohateku, bantuin abang sayang” bicaranya penuh rayuan.


“Ada upahnya gak ni” aku mengambil tiang infus di tangan kiriku, tangan kananku merangkul pinggang Andi “jangan masukin aku ke ketek kamu lagi” aku teringat akan kemarin, Andi mendorong kepalaku ke dalam ketiaknya.


“Enggak” tersenyum licik.


“Kalau ada aku cubit ya” aku merangkul erat pinggang Andi membawanya sampai di ranjang.


“Terima kasih ya tuan putri” tersenyum manis ke arahku.


Aku menarik kursi duduk di samping Andi.


“Kasian kamu ya, aku sakit gak bisa kemana - mana” ia menggenggam tanganku.


“Iya makanya cepat sembuh dong, kalau kamu sakit aku gak ada kawan berantemnya. Sepi tahu gak”


“Heh… dikira aku apaan cuma mau berantem saja sama aku”


“Iya, kangen tahu berantem sama kamu”


“Gak jelas banget kamu jadi orang, kalau gini kan aku jadi malas sembuhnya”


“Kok malas” tanyaku heran.


“Orang lagi sakit itu disayang - sayang, dimanja - manja gitu, ini diajak berantem”


Aku tertawa mendengar Andi. “Jadi kamu mau disayang-sayang, dimanja - manja siiiiiiaaaap” teriakku sedikit keras.


“Ya ampun apa lagi ini” protesnya mendengar teriakanku “dasar anak hutan dimana - mana selalu teriak”

__ADS_1


“Biar kamu dengar kamu kan bolot sedikit, tapi entah sedikit entah banyak” nyenyir kuda menampakkan gigi gingsulku.


“Sok manis banget” ledeknya “aku yang supermanis, superganteng, superkece, superkeren dan super-super lainnya gak ada tuh pamer” ledekknya lagi.


“Iya itu memang kamu gak manis, gak ganteng, gak kece, gak keren dan gak lain - lain sebagainya, jadi mau pamer apa” membalas ledekannya.


“Heh” menghela napas panjang “untung aku sayang banget sama kamu, kalau enggak sudah aku jual kamu, percaya deh”


“Yakin mau jual aku” menggelitik pinggangnya. Andi tertawa karena kegelian.


“Yakin dong, bila perlu aku gratisin ongkir, bisa COD sekalian aku kasih cashback 100% rugi-rugi dah” jelasnya dengan penuh tawaan.


“Jahat banget ya kamu” aku terus menggelitik pinggangnya bahkan levelnya aku tambahin.


“Sayang, sayang” tertawa kegelian “sayang udah nanti abang bisa ngompol ini di kasur”


“Bilang dulu maaf, baru aku berhenti”


“Iya maaf”


“Yang ikhlas dong beb” mengedipkan mataku. Andi mengerutkan bibirnya.


“Sayangku cintaku bohateku maafin abang ganteng ini ya muuuach muuach” membuat kecupan angin dengan mulutnya.


“Genit banget jadi orang”


“Pede banget anda bapak Wanda Andriansyah”


“Biarin lah, sayang terima kasih ya sudah menemani abang di sini. Jadi abang gak merasa bosan kalau ada kamu di sini”


“Iya makanya cepat sembuh ya sayang, biar kita bisa jalan - jalan lagi, makan bakso”


“Bakso yang diingatnya” menyerobot omonganku.


“Kamu juga aku ingat kok” mengedipkan mataku.


“Ah genit ini, sorry ya dek abang ganteng ini sudah tunangan jadi gak mempan dirayu-rayu lagi”


“Abang tidur sana sebentar jangan ngomong terus”


“Iya deh, terus adek jadi sendiri nanti”


“Iya gak apa - apa, abang tidur saja biar cepat membaik”


Andi menutup matanya. Aku mengambil handphone yang berada di dalam tas, membuka sosmed lalu aku memotret selang infus di sebelah tangan kirinya Andi, aku menguploadnya di storyku. Cepat membaik bohate, tulisku sebagai captionnya.


Kriiing…. bunyi notifikasi pesan masuk, aku melihat isi chatnya. “Yah paket datanya habis” gerutukku kesal. “Ambil handphone abang ah” aku meletakkan kembali handphone ku di dalam tas lalu mengambil handphone Andi yang berada di atas meja. “Sayang pinjam handphonenya ya” aku meminta izin kepada Andi yang sedang tidur.

__ADS_1


Aku berjalan ke sofa, mengambil posisi tidur aku mulai membuka handphonenya, lalu menjelajah ke sosial medianya. Aku terkejut melihat isi DM yang dikirimkan oleh seseorang.


“Ini maksudnya apa” aku membaca sebuah DM yang berisi ‘Kamu dimana aku kangen’ Andi tidak membalas isi DMan itu, ia hanya membacanya. “Ini siapa, maksudnya apa mengirim bang Andi pesan kayak gini” aku mengstalking akun sosial media cewek yang bernama Natasya itu.


Aku melihat sebuah foto dimana Andi dan seorang cewek di dalam satu frame kelihatan sangat akrab. “Ini kapan???” Air mataku serasa mau keluar. Perasaanku merubah 70 derajat aku benar \- benar syok dengan apa yang baru saja aku lihat.


Kemudian akun dengan nama Natasya itu mengirimkan pesan lagi yang berisi kenapa di baca saja pesan dariku, aku kangen banget sama kamu. Kapan aku bisa bertemu dengan kamu, aku ke rumah kamu apa ke kantor kamu sayang.


Kali ini air mataku benar \- benar terjatuh, aku tidak bisa membendungnya lagi. “Ya Allah siapa cewek ini” aku bertanya \- bertanya sendirian “apa bang Andi selingkuh dariku”


“Huuuuuaaaaa” Andi terbangun dari tidurnya “sayang” panggilnya mencari keberadaanku. Ia melihatku menangis di sofa “kamu kenapa” tanyanya yang tidak mengetahui apa - apa.


Aku melirik ke arah, kemudian bangun dari sofa lalu menghampirinya. Aku menunjukkan isi pesan yang dikirimkan akun Natasya. “Ini maksudnya apa” tanyaku air mata penuh membasahi pipi chubby ku.


“Apa” mengambil handphonenya dari tanganku. Setelah melihat isi pesannya Andi hanya tertawa keras “sayang ini si Tasya jadi dia suka sama abang sedari SMA, cuma abang gak suka sama dia” jelas Andi.


“Yang beutoi abang peugah (yang benar kamu bilangnya)” nadaku sedikit keras.


Lagi \- lagi Andi hanya tertawa dan menjawabnya dengan santai.


“Sayang, sumpah beneran abang gak bohong Tasya itu cuman cewek yang suka sama abang, tapi abang gak suka sama dia. Dulu dia sering ke rumah mau cari perhatian mama sama abang, tapi abang gak open sih. Malah kalau dia ke rumah abang selalu keluar males banget abang sama dia” jelasnya secara detail.


“Kamu yakin” aku lebih serius menanyainya.


“Yakin sayang” Andi menatap wajahku dalam - dalam. “Abang gak pernah bohong sama kamu, jadi kamu gak usah khawatir ya, percaya sama abang” Andi memberiku keyakinan.


Aku mengangguk kepalaku pelan, mencoba mempercayainya.


“Gitu dong”


“Jadi ini bagaimana” menunjuk isi DMan tadi.


“Kalau memang kamu belum percaya bawa saja handphone abang”


“Maaf ya bukannya adek gak percaya sama abang tapi gimana ya, kalau masalah perselingkuhan memang agak sulit buat adek”


“Aku gak selingkuh sayang” teriak Andi sedikit membentak “aku lagi sakit ya gak ada urusan sama cewek lain, kamu gak usah tuduh aku selingkuh, aku gak pernah punya pikiran seperti itu. Kalau kamu gak mau percaya yaudah terserah kamu” Andi begitu kesal denganku.


“Kok kamu jadi marah sih, aku kan gak nuduh kamu selingkuh” aku mencoba membicarakannya baik - baik.


“Terserahlah sakit kepala aku” Andi memilih untuk tidur dari pada harus berdebat denganku, ia meninggalkan aku sendirian.


Aku termenung sendirian, pikiranku benar \- benar hampa, aku berjalan ke sofa, membaringkan tubuh dan menenangkan pikiranku.


#thank you atas kunjungannya.


Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.

__ADS_1


Di tunggu part selanjutnya ya bye.


__ADS_2