
****
Aku, mama, ayah dan pak RT keluar berdiri di depan warga. Andi dan Adam berdiri di sebelah mama yang berada di sebelah kiriku.
Aaa… aku harus ngomong apa ya, kalau aku ngomong yang sebenarnya mau taruh dimana muka aku. Aku punya ide, batin Saski
“Bapak - bapak, ibu - ibu saya mau jujur kalau sebenarnya saya memang melihat Andi masuk ke rumah Kanza dan mereka berdua melakukan hal yang gak senonoh itu bapak - bapak, ibu - ibu”. Saskia mencoba memanaskan kembali warga - warga. Mampus lo Kanza, Andi, batinnya.
“Huuuu” sorak semua warga.
“Jelaskan Saskia saksinya” warga 1
“Iya kalau sudah ada saksi, jelas lah mereka melakukannya” warga 2.
Warga terus saja menyalahi aku dan Andi melakukan hal keji itu apalagi ditambah kesaksian palsu dari Saskia.
“Kamu ya” Andi berjalan mendekatinya “berani sekali ya kamu membolak - balikkan fakta, tapi tenang” Andi tersenyum ke arah Saskia lalu mengeluarkan handphone dari saku celananya.
Apa itu ya maksudnya, batin Saskia. Perlahan kakinya gemetar ketakutan. Adam membawa sebuah pengeras suara dari dalam kantor RT kemudian memasangkan sesuatu.
………. Se…se…sebenarnya aku iri sama Kanza, dia selalu bisa lebih dari aku. Dia selalu mendapatkan yang terbaik dari aku seperti kamu. Jadi aku berusaha menghancurkan itu semua, supaya Kanza menderita. Jadi kemarin pas aku pulang ke rumah, aku melihat kamu dan Kanza sedang bercanda ria di teras depan rumah Kanza. Hatiku semakin memanas dan aku khilaf. Jadi aku berusaha melaporkan kepada pak RT bahwa kalian mesum di rumah Kanza dan Kanza sekarang hamil di luar nikah………
Suara itu diputar di pengeras suara semua warga dapat mendengarnya.
“Uuuuuu” sorak warga serentak
“Ternyata Saskia biang keroknya” warga 1.
“Iya tega banget memfitnah Kanza. Padahal Kanza kan sepupunya sendiri” warga 2.
“Yang begini nih, yang jadi sampah masyarakat” warga 3.
“Laporin saja Saskia ke polisi” teriak warga lainnya.
Mendengar kata polisi Saskia berusaha kabur. Untung saja warga semua bergerak cepat menghentikan Saskia, Saskia ditangkap oleh warga dan akan membawanya ke kantor polisi.
“Kita harus minta maaf sama keluarga pak Lukman bagaimana pun kita telah menuduh anaknya yang tidak - tidak” ujar salah seorang warga.
“Gara - gara kamu” salah satu ibu - ibu menjitak kepalanya Saskia yang kiri kanan tangannya dipegang warga.
“Iya kamu, jahat banget jadi orang” lagi - lagi Saskia mendapat satu pukulan kecil.
__ADS_1
“Pak Lukman, bu Niken dan Kanza saya perwakilan dari warga semua meminta maaf atas sikap kami yang telah menuduh anak bapak dan ibu” ucap pak Rusdi.
“Iya pak, saya dan ibu - ibu lainnya juga memohon maaf yang sebesar - besarnya atas semua tuduhan kami kepada keluarga bapak”
Ayah dan mama tersenyum ke arah warga semua yang meminta maaf.
“Terima kasih semua warga yang masih berada di sini, Alhamdulillah setelah kita dengar pengakuan dari Saskia tadi. Sebenarnya Kanza putri bapak Lukman dan ibu Niken tidak hamil di luar nikah dengan Andi tunangannya. Ini semua hanya fitnah keji yang sengaja dibuat oleh Saskia putrinya ibu Rita yang masih sangat dekat hubungan darahnya dengan Ibu Niken. Maka dari itu saya memohon maaf sebesar - besarnya kepada keluarga pak Lukman atas kejadian yang menimpa kita hari ini dan kepada saudari Saskia akan saya laporkan ke polisi karena telah meresahkan warga kita semua, baiklah hanya ini yang dapat saya sampai semoga keluarga pak Lukman berlapang dada menerima permintaan maaf dari kita semua” Pak RT berjalan menemui ayah berjabat tangan dengannya lalu memeluknya, ia juga meminta maaf kepadaku, mama dan Andi.
“Kenapa kamu fitnah Kanza” menampar Saskia “anak kurang ajar kamu, kamu tahu Kak Niken itu kakak mama satu - satunya”
“Maa maafin aku” dua orang warga membawa Saskia ke kantor polisi.
**
“Alhamdulillah akhirnya selesai” Andi menyapukan wajah dengan kedua tangannya.
“Kamu kapan merekam suara tadi” tanya Adam yang tidak tahu Andi merekam pembicaraan di rumah Saskia.
“Iya bang. Tadi sebelum kita masuk ke rumah Saskia waktu saya melihat Saskia mengintip kita di jendela firasatku sudah gak enak, jadi saya berinisiatif untuk merekam apa yang terjadi di sana dan firasat aku benar dia membalikkan faktanya lagi”
“Hebat kami ndi” merangkul Andi “terima kasih ya sudah menjaga Kanza sebaik ini”
“Bang terima kasih ya sudah membebaskan aku dari kejadian ini”
“Iya Andi, mama dan Ayah juga sangat berterima kasih ini semua berkat kamu dan Adam, terima kasih juga ya Adam”
“Iya sama - sama”
Ayah memeluk Andi tangisan terlihat lagi di matanya “ayah percaya sama kamu, kamu bisa menjaga Kanza dengan baik” melepas pelukannya.
“Iya ayah, terima kasih atas kepercayaannya, mari Andi antar pulang”
Aku, mama, ayah, Andi dan Adam pulang ke rumahku. Kami semua berkumpul di ruang tamu.
“Ma… aku gak menyangka Saskia bisa berbuat seperti ini sama aku, apa salah aku sama dia ma” tanyaku kepada mama.
“Sudah sayang semuanya sudah lewat” jawab mama mengelus kepalaku.
“Iya dek, kamu sabar saja ya” Adam juga memberiku semangat.
“Terima kasih ya bang”
__ADS_1
“Iya dek, masih ada abang di sini yang selalu siap siaga menjaga kamu”
“Terima kasih ya bang untuk semuanya”
“Yasudah abang dan bang Adam balik ke kantor ya”
“Iya bang” aku mengantar Andi dan Adam ke pintu utama.
***
Aku kembali ke ruang tamu setelah mengantar Andi dan Adam kembali ke kantor.
“Ma” duduk di samping mama “kok bisa ya Saskia berbuat seperti itu untuk aku” tanyaku yang masih tidak menyangka Saskia sepupuku tega memfitnahku.
“Sudahlah sayang, lupain saja. Asal kamu jangan berbuat seperti itu apalagi sama Andi. Kamu lihat kan tadi gimana warga - warga menghujat kamu. Apalagi kalau sampai kamu beneran berbuat seperti itu mau ditarok dimana muka mama dan ayah” mama menatap wajahku dalam ia tidak ingin kejadian hari ini benar - benar terjadi, ia tidak bisa membayangkan jika hal itu benar - benar terjadi bagaimana tindakan dari warga - warga akan menghakimi.
“Iya ma, gak akan kok” jawabku lemas.
Tok…tok….tok suara gedoran pintu terdengar dari pintu utama.
“Siapa ya, mama buka dulu” mama berjalan ke pintu utama.
“Siapa ma” tanyaku ketakutan. Rasa troma muncul pada diriku dengan apa yang barusan terjadi ketika orang - orang mengendor rumahku dan membawaku secara paksa.
**
“Kak Nik maafin aku kak ni” bunda Rita menangis tersedu - sedu memeluk mama.
“Sudah - sudah ya, masuk dulu ke dalam” mama merangul bunda Rita.
Bunda Rita terus menangis perasaannya benar \- benar hancur melihat anaknya yang berbuat jahat kepadaku. Mama membawa bunda Rita ke ruang tamu tempat dimana aku berada.
“Sayang” bunda Rita lari memelukku.
“Bunda” aku ikut menangis melihat bunda Rita menangis memelukku.
“Sayang, maafin bunda ya maafin Saskia telah berbuat jahat sama kamu, Saskia telah memfitnah kamu” melepas pelukan “bunda benar - benar gagal menjadi ibu untuk Saskia, bunda gak bisa mendidik Saski dengan baik bunda gagal”
#thank you atas kunjungannya. Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
Di tunggu part selanjutnya ya bye.
__ADS_1