
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.
*****
“Ciee yang hari ini diantar sama pangeran tadi" ledek bu Dewi melirik ke arahku.
"Apa sih bu Dew Dew, sekali - kali kan tidak apa - apa" ucapku, wajahku terlihat memerah.
“Sering - sering pun tidak apa - apa ya bu Kanza” ledek bu Dewi lagi.
"Oh ya nanti setelah kita pulang sekolah jalan yuk, butuh healing ini" ucap bu Fizza
"Iya kan…. otak aku juga sudah mumet banget ini" tambah bu Juli.
"Aku sih ayuk saja" aku berada di tim hayyuk "tapi aku tidak bawa motor hari ini" ucapku lagi sedikit melesu.
"Kamu bareng kakak saja dek, tapi kamu yang menyetirnya ya" ucap bu Juli memberiku tumpangan "kakak tidak berani menyetir di jalan raya" tambahnya lagi.
"Aman itu" jawabku dengan enteng.
"Berarti fiks ya dek kita berdua" tanya bu Juli memastikannya.
“Iya bu”
Kriiiing... kriiiing.... Kriiiiing bunyi nada dering di handponeku, aku mengambil handpone dari dalam saku.
Via telpon
Aku
Assalamualaikum abang
(Aku berjalan sedikit menjauh dari kumpulan ibu - ibu)
Andi
Waalaikumsalam sayang, sayang nanti kamu pulangnya jam berapa??
Aku
Sebentar lagi sih sayang palingan jam 13.00
Andi
Nanti kita makan siang bareng ya, ada yang mau abang bicarakan sama adek. Kamu tidak sibuk kan??Ini penting banget soalnya, menyangkut masa depan kita berdua.
Aku
Apa sih sayang, kamu mau membicarakan apa?Kamu ngomong terus dong aku jadi takut ini. Kamu mau tinggalin aku ya.
(Perasaanku menjadi gelisah, aku benar - benar tidak tenang dengan apa yang akan dibicarakan oleh Andi)
Andi
Hei…. apa sih kamu, jangan ngomong seperti itu. Atau jangan - jangan kamu ya yang menginginkan hal itu terjadi.
Aku
Ya enggaklah, mungkin kamu yang mau meninggalkan aku. Aku tahu kok aku tidak pantas untuk kamu, lagian kalau dipikir - pikir kamu itu cowok mapan, ganteng, kerjaannya bagus, fisik kamu pun bagus tinggi, sixpack lagi. Lah aku apalah sudah gendut, pendek, gak cantik. Aku pun tidak semodis cewek lain.
Andi
Kenapa kamu berbicara seperti itu? Kalau seandainya aku memandang kamu seperti apa yang kamu sebutkan tadi, aku tidak mungkin bertahan sama kamu sejauh ini dan menjadikan kamu sebagai calon istri aku. Paham gak sih kamu!. Lagian, aku tidak mau ngomong seperti itu sama kamu nanti, ada hal yang lebih penting yang harus kita bicarakan.
__ADS_1
Aku
Iya apa
Andi
Kan aku bilang nanti sayang, kamu jangan berpikir yang aneh - aneh deh. Nanti kalau kamu sudah siap mengajarnya kamu segera hubungi abang supaya abang jemput terus. Abang istirahatnya hari ini dari jam 12.45.
Aku
Iya abang, nanti adek hubungi abang
Andi
Oke
Andi mematikan telpon. Duh abang mau membicarakan apaan sih, ya Allah takut banget aku, batinku. Aku berjalan duduk kembali bersama guru lainnya.
“Bu Kanza jadi kan kita healingnya?” Tanya bu Fizza melirik ke arahku.
“Sepertinya tidak bisa bu, soalnya aku mau meeting dengan bang Andi” ucapku menjelaskan tidak bisa ikut bersama mereka.
“Yah kecewa penonton, kenapa meetingnya harus hari ini sih. Memangnya mau meeting apaan?” Bu Fizza meraca kecewa dengan ketidak bisa hadiranku.
“Kurang tahu juga bu, aku saja panik ini. Tidak pernah sebelumnya dia ngomong seperti itu sama aku” wajahku terlihat begitu tegang.
“Mungkin mau ngomongin perihal pernikahan kamu dek, tenang sajalah kamu” bu Juli mencoba menenangkanku.
“Iya dek, kamu jangan panik dulu. Mungkin iya dia mau membicarakan perihal pernikahan kalian” tambah bu Fizza “jangan panik ya sayang”
“Tapi sepertinya bukan deh” ucapku.
“Kamu tidak boleh suuzon dulu” ucap bu Dewi.
“Jajan yuk, makan mie di kantin” ajak bu Fizza.
Aku, bu Dewi, bu Juli dan bu Fizza berjalan ke kantin.
*****
Di kantin
Aku, bu Dewi, bu Fizza dan bu Juli duduk bersama di salah satu meja yang tersediakan. Ibu kantin datang ke meja kami.
“Mau pesan apa ibu - ibu cantik” ucapnya begitu ramah.
“Bu mie gorengnya empat ya, minumnya es teh manis” ucap bu Fizza memesan makanan dan minuman.
Pak Said datang ke kantin sendirian.
“Pak ke sini gabung sama kita” ucapku sedikit teriak memanggil pak Said. Pak Said melirik ke arah suara yang memanggilnya, ia berjalan ke arah kami lalu mengambil kursi dan duduk di sampingku.
“Sudah pesan pak?” Tanya bu Fizza melirik ke arah pak Said.
“Belum” pak Said menggelengkan kepalanya.
“Mau makan apa?” Tanya bu Fizza lagi.
“Ciee… sepertinya bu Fizza ingin melamar jadi ibu - ibu kantin ini” pak Said meledek bu Fizza, semua cengengesan kecuali bu Fizza.
“Cocok gak kalau aku jadi ibu kantin” bu Fizza membalas ledekan pak Said.
“Cocok banget bu” seruku mengacungkan kedua jempol tanganku.
“Nanti kalau ibu Fizza jadi ibu kantin, kita semua makan di sini digratisin” seru bu Juli.
__ADS_1
“Oh tidak bisa, bisa gulung tikar saya jadi gembel deh” ucap bu Fizza penuh tawa.
“Kalian semua sudah pesan ya, Saya pesan dulu deh” pak Said bangun dari kursi lalu berjalan menemui ibu kantin.
“Bu saya pesan nasi gurinya satu pakai ayam ini ya” pak Said menunjuk ayam rendang.
“Iya pak silahkan ditunggu ya, oh iya minum nya apa pak?” ucap ibu kantin dengan lembut.
“Jus wortel saja ya bu” jawab Pak Said lalu berjalan dan duduk kembali di kursinya.
Lima belas menit kemudian, makanan dan minuman yang telah dipesan sebelumnya datang. Aku, bu Fizza, bu Dewi, bu Juli dan pak Said menyantap makanannya sampai habis.
Krriiiing…. Bel masuk berbunyi kembali. Semua siswa dan siswi yang berada di kantin kembali ke kelasnya masing - masing menunggu guru yang akan datang untuk mengajar. Sama halnya dengan guru - guru yang mengajar segera berjalan masuk ke dalam kelas.
Aku mengambil buku cetak dan absen siswa lalu berjalan ke kelas VIII C.
“Assalamualaikum” ucapku memasuki ruangan.
“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh” jawab mereka serentak. Aku berjalan duduk di meja guru.
“Bersiiiiiiiaaaaap grak” perintah ketua kelas menyuruh seluruh siswa dan siswi berdiri “hormaaaat grak” mereka semua membuat tanda hormat dengan tangan kanannya “beri salam” perintah ketua kelas lagi.
“Assalamualaikum… warahmatullahi… wabarakatuh” seru mereka serentak.
“Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”jawabku.
Setelah aku menjawab salam mereka duduk kembali di kursinya masing - masing.
“Baiklah sebelum belajar kita berdoa dulu, supaya setan - setan , jin - jin semua kabur. Kalian baca surah Al Fatihah kemudian dilanjutkan dengan doa belajar” perintahku kepada mereka semua.
““Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Alḥamdu lillāhi rabbil'ālamīn
Ar raḥmānir raḥīm
Māliki yaumid dīn
Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
Sirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ ḍāllīn
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Robbis rohlii shodrii, wa yassirliiamrii, wahlul ‘uqdatam millisaani yafqohu qoulii” ucap mereka dengan kompak.
“Alhamdulillah, baiklah sekarang kalian buka buku cetak dan buku tulis ya” mereka semua mengambil buku cetak dan buku tulis. “sudah ada semuanya??”
“Sudah bu” teriak mereka.
“Oke sekarang coba buka bab Iklan dihalaman 32”
Mereka semua membuka halaman 32.
“Iklan ya bu” tanya Rini.
“Iya, untuk hari ini. Kalian silahkan membuat catatan yang point A yaitu pengertian iklan” semua siswa dan siswi memulai mencatat di buku tulis. Sementara aku duduk di kursi guru “nanti setelah kalian menulisnya ibu akan menjelaskannya”
#thank you atas kunjungannya.
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.
__ADS_1