
Hallo guys!!
Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.
****
Hari semakin larut, setelah berpamitan dengan Andi aku berjalan ke garasi mengambil motorku.
“Sayang… hati - hati ya” ucap Andi berteriak, ia semula berdiri di depan pintu lalu berjalan ke arahku “hati - hati bawa motornya jangan ngebut - ngebut ya sayang. Abang masih perlu” Andi mengingatkanku berkali - kali.
“Iya… sayangku, cintaku, bohateku” memasangkan helm di kepalaku lalu tersenyum manis ke arahnya. Aku menaiki motorku lalu menancap gas perlahan “adek pamit ya” aku menyetir motorku melewati pagar lalu ke jalan. Sementara Andi setelah mengantarkanku ia kembali masuk ke dalam rumah.
Sampai di persimpangan jalan menuju ke rumah Andi, aku dan dua motor pengendara lainnya memberhentikan motor kami masing - masing ingin memotong jalan. Namun….., baaaaam satu mobil pick up menabrakku dan 2 motor pengendara lain tersebut. Alhasil aku terjatuh ke jalanan terpisah dengan motorku, tubuhku seakan melayang di udara lalu terhempas ke atas.
Setelah terjadi kecelakaan itu, mobil pick up yang semula menabrakku dan 2 pengendara lain, menabrak tiang listrik akibat remnya yang blong. Semua orang - orang memberhentikan kendaraannya untuk menolong korban kecelakaan termasuk aku.
Aku yang dalam keadaan pingsan digotong oleh banyak orang, aku dibawa ke rumah sakit oleh mereka. Sementara motorku yang hancur di bagian samping kanan dan tasku yang tersangkut di motor dibawa ke pinggiran jalan.
****
“Ma… Kanza mana?, kenapa jam segini belum pulang?” tanya ayah kepada mama setelah melihat jam di dinding.
“Iya ya yah, tadi katanya ke tempat Andi. Kenapa jam segini belum pulang ya? mana sebentar lagi mau magrib. Kan gak bagus aneuk dara (anak gadis) di jalan kalau magrib begini” mama dan ayah begitu panik karena aku tak kunjung pulang.
“Coba di telpon dulu ma” ayah menyuruh mama untuk menelponku. Segera mungkin mama mengambil handphonenya lalu mencari kontakku dan menghubungiku.
Tut…. tut…. tut…. Suara nada panggilan.
“Gak diangkat yah” perasaan mama semakin tidak tenang. Rasa gelisah begitu terlihat jelas di wajahnya. “Kemana ya yah anak itu, mama benar - benar panik ini, takut dia kenapa - kenapa yah” ucapnya, air mata perlahan jatuh dari bola matanya.
“Kamu tenang ya ma” ayah mengelus pelan punggung mama yang duduk di kursi “Kanza tidak apa - apa kok ma, dia baik - baik saja. Mungkin belum pulang saja” ayah mencoba menegarkan mama, padahal hatinya sendira juga sangat gelisah. “Coba kamu telpon Andi saja ma, mungkin iya dia belum pulang masih di rumah Andi” perintah Ayah lagi. Mama mencari kontak Andi lalu menghubunginya.
****
Sementara Andi, setelah aku pulang ia masuk ke dalam kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.
“Sepi ya tidak ada Kanza, hmm. Coba ada dia kan tidak seperti di hutan rumah ini” Ia mengambil handphone lalu menscroll media sosialnya.
Kriiing… kriiiing…. Kriiiiing suara notifikasi panggilan masuk di handphonenya Andi, ia segera menjawab panggilannya yang ternyata adalah dari calon mama mertuanya yang ia save dengan sebutan mamanya Adek.
Via telpon
Andi
Assalamualaikum ma
Mama
__ADS_1
Waalaikumsalam, bang. Apa adek sudah pulang?
Andi
Sudah ma, sudah dari tadi. Eum sekitar 30 menit yang lalu adek sudah pulang dari sini. Kenapa ma? Adek belum sampai ke rumah ya?
Mama
Iya nih, mama khawatir banget sama dia. Mama telpon - telpon pun tidak dijawabnya.
Andi
Abang coba telpon lagi ya ma, kalau tidak diangkat juga nanti abang cari ke jalan mungkin dia lagi membeli sesuatu. Mama jangan khawatir ya pasti adek baik - baik saja.
Andi menutup panggilannya. Ia mencari kontakku lalu mencoba menghubungiku. Panggilan pertama tidak ada jawabannya. Namun…
Via telponan
Andi
Hallo adek, kamu dimana?
Seseorang
Hallo pak ini pemilik handphone ini kecelakaan di persimpangan jalan.
Andi
(Andi begitu syok saat mendengar kabar bahwa kehilanganku karena kecelakaan, mulutnya sampai terbuka)
Sekarang pemilik handphone ini kemana pak? Apa dia baik - baik saja?
Seseorang
Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit Citra Medika tadi kebetulan ada polisi di sini yang mengurusnya.
Andi
Baik pak, saya akan ke sana sekarang.
Seseorang
Baik - baik pak. Saya tunggu di toko di pinggir jalan ini ya. Saya akan kasih handphonenya.
Andi menutup panggilannya. Ia mengambil kunci motornya lalu berlari menunju garasi tanpa menghiraukan apa pun di depannya akhirnya dia tersandung dengan anak tangga di lantai rumahnya.
“Kenapa mesti jatuh sih” ia segera bangun lalu berlarian lagi agar segera sampai ke garasi.
__ADS_1
Di garasi
Ia memasangkan helm di kepalanya lalu menyalakan mesin motornya, ia menancap gas dengan kecepatan sangat cepat.
SKIP
Andi telah sampai di lokasi kecelakaan, ia melihat sebuah mobil pick up yang bagian depannya hancur dan tiang listrik yang membengkok. Ia melihat ke sisi jalan yang lain ada banyak darah yang bersimpuhan dan bagian - bagian dari motor - motor yang berserakan. Ia mengenali salah satu dari motornya yang sudah dipinggirkan dan berdiri di samping jalan.
“Ya Allah itu kan motor adek” Andi terlihat begitu syok saat melihat motornya yang begitu hancur “motornya sampai begini, bagaimana keadaan adek ya” Andi berjalan ke depan toko lalu ia bertemu dengan seorang laki - laki.
“Bapak keluarga dari korban pemilik motor itu ya?” menuju ke motorku.
“Iya pak” jawab Andi singkat, wajahnya terlihat begitu datar tidak menunjukkan ekspresi apa - apa.
“Ini pak handphonenya” memberikan hanphonenya, Andi mengambil handphone dari tangan laki - laki tersebut.
“Sebenarnya apa yang terjadi pak?” Tanya Andi.
“Saya kurang tahu, ibu ini yang tahu” menunjuk ke pemilik toko. Pemilik toko datang menghampiri Andi. Ia mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
“Jadi tadi ada tiga pengendara motor yang mau memotong jalan mau lewat ke jalan ini” menunjuk jalannya “jadi ketika jalan sepi tiga motor tadi kan jalan ya nah tiba - tiba mobil pick up itu menabrak mereka bertiga dari samping. Motor putih itu, keluarga bapak ya?”
“Iya dia tunangan saya. Baru juga dia pulang dari rumah saya di sana” menunjuk arah jalan rumahnya.
“Motor itu di tengah. Saya melihat mereka terlempar ke arah yang berbeda. Setelah menabrak mereka mobil pick up ini menabrak lagi tiang listrik” jelasnya begitu detail.
“Ya Allah adek, bu barusan saja dia pulang dari rumah saya bu. Saya tidak menyangka dia bisa mengalami kecelakaan ini” ucap Andi matanya berkaca - kaca. “Bu saya titip motor ini di sini dulu ya, saya mau melihat keadaan dia di rumah sakit”
“Iya, tapi nanti kalau ada polisi yang membawanya bagaimana?”
“Eum” Andi mengambil motornya lalu pergi begitu saja ke rumah sakit tempat ia dirawat dulu.
****
Sampai di rumah sakit, ia memarkirkan motornya di parkiran, helm yang ada di kepalanya begitu saja ia lepaskan dan meletakkannya sembarangan di atas motornya. Ia berlari dengan terburu - buru ke depan ruang UGD.
“Sus… pasien kecelakaan tadi dimana?” Tanyanya kepada suster penjaga.
“Oh di sana ya pak” menunjuk jalan “bapak jalan terus di paling ujung”
Andi berlari ke arah arahan suster. Andi menyibakkan gorden yang menutupnya daaaaan…..
#thank you atas kunjungannya.
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.
Di tunggu part selanjutnya ya byeeeeee.
__ADS_1