Bapak Tentaraku

Bapak Tentaraku
Bab 50


__ADS_3

Hallo guys!!


Terima kasih masih setia dengan Bapak Tentaraku.


Panggilan itu berakhir. Mama menelpon kak Anti.


Via telpon


Mama


Kak… kamu dimana??


Anti


Di rumah ma lagi nidurin Zia. Kenapa ma?? Kok mama kayak habis nangis suaranya??


Mama


Kamu ke rumah sakit ya sekarang. Mama tunggu.


Anti


Kenapa sih ma??


Mama


Kamu ke sini saja dulu ayah juga lagi on the way ke sini. Mama sama adek berdua di sini.


Anti


Iya ma. Sebentar ya kakak siap - siap dulu.


Mama


Nanti waktu kamu kesini jangan pernah bahas masalah ini di depan abang ya, permasalahan ini cuma mama dan adek yang tahu sekarang.


Anti


Iya ma…


****


“Iya abang gak nangis lagi kok” ucapku menghapus air mataku “makanya kamu cepat sembuh ya sayang” mencium tangan Andi.


“Iya sayangku”

__ADS_1


“Cintaku bohateku” aku tersenyum manis ke arahnya.


“Mama kemana sayang??” matanya melirik kearahku.


“Lagi keluar sebentar sayang”


“Kenapa kangen sama mama ya bang” godaku. Aku ingin melihat Andi tersenyum dan aku juga ingin tersenyum. Aku ingin memulihkan hatiku yang sakit karena merasa sangat terluka dengan Andi yang terbaring lemas di rumah sakit ditambah penyakit parah yang menyerang bagian kepalanya.


“Iya sih”


“Terus sama aku gak kangen??”


“Gak” menggelengkan kepala.


“Luar biasa. Kaepjjang” mengacungkan jempolku.


“Apa itu, gak bisa bahasa inggris abang”


“Apa sih sayang hana jeulas droeneuh (gak jelas kamu” jawabku menggelengkan kepala.


Setelah selesai menelpon mama berjalan kembali ke dalam ruangan.


Cekrreek…. suara gagang pintu terdengar. Mama masuk ke dalam kamar. Raut wajahnya terlihat lesuh sekali, matanya sedikit sembab. Ia menghampiri Andi yang berada di dekatku.


“Mama kenapa, kok habis nangis??” Tanya Andi memperhatikan raut wajah mamanya yang terlihat sangat murung.


“Sudah enggak ma” jawab Andi, hari ini ia tidak merasakan sakit di kepalanya.


“Syukurlah kalau begitu, mama tiduran sebentar ya di sofa”


“Iya ma” jawabku dan Andi kompak.


“Sayang… sana ganti baju dulu gak gerah apa pakai baju sekolah dari tadi”


“Oh iya lupa” melihat baju yang sedang kupakai “adek ganti baju dulu lah kalau gitu” aku mengambil baju ganti lalu masuk ke kamar mandi.


Sepuluh menit kemudian aku keluar dari kamar mandi dengan kaos lengan panjang dan jeans berwarna hitam kesukaanku.


“Wangi banget” menghirup aroma ketika aku mendekatinya “genit”


“Ih apa sih, pakai parfum saja dibilang genit. Norak sekali kamu bapak Andi”


“Boleh sih, kalau genitnya sama aku” mengedipkan matanya.


“Iiih pue leh abang (apa - apaan ) nyan suka sekali menggoda aku” tersenyum salting.

__ADS_1


Andi tertawa cengengesan.


“Jangan ngomong kaya gitu abang, nanti mama dengar ketahuan deh kalau kamu sebenarnya gak kalem”


“Siapa juga yang kalem kamu??, sorry ya”


“Iya sorry ya kalau kamu sebenarnya tidak sepolos kelihatannya” ledekku lalu memeletkan lidahku.


“Heeeiiii apa kabar, gak salah kamu bilang aku seperti itu sayang”


“Heiii enggak salah dong”


Aku dan Andi kalau sudah bertemu pasti gak bisa kalem. Pasti suasananya menjadi rusuh ada saja yang bisa menjadi bahan candaan. Aku begitu akrab dengannya tidak ada space diantara kita, maka dari itu melihat ia terbaring lemas tak berdaya di ranjang rumah sakit hatiku benar \- benar hancur, bagaimana juga kalau seandainya ia benar \- benar pergi meninggalkanku.


“Sayang… tolong ambilkan minum” nada bicaranya super lembut lain dari biasanya.


“Tumben kamu ngomongnya lembut banget sama aku, biasa grasak grusuk gitu. Ah pokoknya mustahil lah” membuka botol minuman lalu memberinya ke Andi. Andi meneguk minumannya.


“Aku hanyalah manusia yang tak luput dari kesalahan jadi wajarlah kalau abang bisa salah terutama sama kamu, maafin abang ya sayang” mata Andi terlihat berkaca - kaca.


“Ah sayang jangan berbicara seperti itu” dadaku sengkak kalau Andi berbicara seperti itu kepadaku, aku tidak ingin dia mengatakan sesuatu yang bisa menyebabkan kesedihan karena aku tahu apa yang dia rasakan sekarang.


“Kenapa sayang, memang iya kan manusia itu tidak ada yang sempurna siapa pun dia pasti banyak kekurangannya sama halnya dengan abang, karena yang Maha sempurna itu cuma Allah swt. Nabi saja yang manusia paling mulia bisa melakukan kesalahan contohnya Nabi Adam diusir oleh Allah dari surga gara - gara membuat kesalahan yaitu Nabi Adam dan istrinya Siti Hawa memakan buah khuldi kan ??? tanaman yang dilarang Allah untuk memakannya atau sekedar menyentuhnya m. Makanya Nabi Adam diusir dari Surga tinggallah Nabi Adam dan Siti Hawa di bumi seperti kita sekarang. Abang begitu juga sayang, banyak sekali kesalahan yang abang perbuat, mungkin masih gak bisa menyayangi atau menjaga adek sepenuhnya. Apalagi sekarang abang terbaring di sini” air matanya berjatuhan.


“Sayang cukup” aku menutup mulutnya lalu menghapus air matanya “kamu sudah menjadi yang terbaik untuk aku, kamu ingatkan?? kamu dulu yang sudah mengambilku dari rasa keterpurukan. Kamu menggantinya dengan berbagai kebahagiaan. Itu lebih dari cukup abang. Kamu membuat hubungan kita lebih serius artinya kamu tidak pernah bermain - main dengan perasaanku”


Andi tersenyum ke arahku “kamu janji ya, apapun yang akan kita hadapi esok atau apa pun masalah yang akan kita hadapi kamu jangan pernah ninggalin abang ya” ia menggenggam erat tanganku.


“Bukankah aku yang seharusnya berbicara seperti itu kepada kamu sayang”


“Tidak… tanpa kamu minta abang tidak akan pernah meninggalkan kamu. Jika pun abang tidak lagi hidup di dunia ini. Abang akan juga menjaga kamu dari kejauhan”


“Iih takut nanti kamu hantui aku” suasana yang haru biru seketika pecah dengan candaanku.


“Iya dong aku ikutin kamu kemana saja. Tapi kamu boleh kok menikah lagi. Karena kalau memang abang sudah tidak ada lagi di dunia ini dan abang tidak bisa membahagikan kamu lagi kamu berhak kok mencari kebahagian lain. Abang ikhlas”


“Aku juga setuju kalau begitu, aku lebih baik ditinggal meninggal oleh orang yang aku sayang dan menyayangiku ketimbang aku melihat orang itu menyanyangi wanita lain. Itu rasanya sungguh sakit. Kalau meninggalkan kan sudah urusan dengan Allah tidak bisa kita ganggu gugat kalau ini kan urusannya dengan manusia”


“Ah kamu… abang pasti tidak akan berpaling dari kamu”


“Sayang… hidup kita terus berjalan. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita alami di masa yang akan datang”


“Jadi maksud kamu, kamu bisa saja mencintai orang lain nanti dan meninggalkan aku” wajah Andi terlihat bete.


#thank you atas kunjungannya.

__ADS_1


Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi kalian.


Di tunggu part selanjutnya ya bye.


__ADS_2