Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Karangan bunga


__ADS_3

Sepasang jasad tersebut sudah berhasil dievakuasi, meskipun harus menempuh perjuangan berat. hingga mereka berhasil membawa keluar dari hutan.


Setelah mencocokkan barang bukti, tuan Abraham langsung membawa jasad anak menantunya. dia tidak ingin pihak rumah sakit melakukan visum pada kedua jasad yang diduga Elmira dan Jack. karena berdasarkan barang bukti yang ditemukan sudah menjadi bukti yang kuat bagi mereka.


"Kasihan jasad mereka yang sudah membusuk, aku tidak ingin Jack dan Elmira menderita lebih lama lagi. lakukan penerbangan khusus hari ini untuk membawa jenazah mereka berdua. untuk dimakamkan di pemakaman keluarga dan bersebelahan dengan putri kecilku Ellena. agar dia tidak kesepian lagi disana hu...hu..."


"Baik tuan, kami akan urus secepatnya."


Berita kembali dihebohkan dengan penemuan jasad Elmira dan Jack, sepanjang perjalanan dipenuhi dengan karangan bunga bela sungkawa.


Suasana di pemakaman ini begitu ramai, sehingga harus menambah beberapa tenda lagi, proses pemakaman pun diliput berbagai media. mengingat keluarga Abraham terkenal sebagai pengusaha yang sukses dan dermawan.


Elizabeth menangis histeris saat melihat jasad Elmira dan Jack dikubur dalam satu liang lahat, berharap cinta mereka akan abadi selamanya. banyak simpati yang berdatangan.

__ADS_1


Clara dan Cleo ikut menagis saat proses pemakaman, tuan Abraham memeluk cucu-cucu nya. begitu juga dengan Erlangga. dia merasa tinggal sendirian di dunia, namun setelah melihat twins dia merasa memiliki semangat untuk hidup.


Erlangga berusaha membujuk keponakannya, dan memberi nya pengertian. meskipun mereka masih kecil dan belum mengerti apa-apa.


Banyak orang yang datang melayat, termasuk kedua orang tua Mona dan Alexi. yang belum menyadari jika mereka berdua sudah menghadiri pemakaman anak mereka sendiri, yang masih berfikir jika kedua anak-anak nya sedang jalan-jalan keluar negeri dan itu sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka.


"Pi, apa reaksinya Mona, jika mendengar Jack telah tiada." bisik mami Mona.


"Mona wanita yang kuat dan sangat cantik, dia pasti dengan mudah akan mendapatkan pengganti Jack dan segera move on dari laki-laki yang tidak pernah mencintai nya." balas suami nya santai.


"Tidak tersambung lagi Pi, apa mereka sudah ganti no hp, tapi kenapa mereka tidak memberitahu kita. ataupun menghubungi."


"Sudahlah mi, biasanya mereka akan pulang sendiri."

__ADS_1


"Tapi kenapa akhir-akhir ini aku terus mimpi buruk Pi, dan persaanku terus tidak nyaman dan tenang."


"Kamu sabar sayang, nanti kita akan mencari Alexi ke markasnya. sekaligus mencari keberadaan Mona sekarang. tapi setelah proses pemakaman Jack selesai."


"Baiklah Pi."


Proses pemakaman berjalan hikmat, setelah selesai para pelayat telah meninggalkan lokasi pemakaman mewah itu.


"Mami kita pulang ya, karena sudah sore sekali, besok kita akan mengunjungi anak-anak kita kesini lagi" bujuk Abraham pada istri nya.


"Mami tidak sanggup meninggalkan anak-anak kita disini, Pi."


"Tapi kita harus pulang mi, kalau tidak anak-anak kita akan lebih sedih lagi melihat kondisi mami yang seperti ini" bujuk papi.

__ADS_1


"Ayo Oma kita pulang." ucap Clara dan Cleo, ke-dua bocah itu juga membantu oma berdiri dengan tangan mungil mereka berdua. dan berjalan pelan meninggalkan lokasi pemakaman, sambil sesekali mami masih menoleh kebelakang.


Sepanjang perjalanan menuju pulang, dipenuhi dengan karangan bunga bela sungkawa. mobil memasuki gerbang utama nampak masih banyak tamu dan kerabat yang melayat. dan pengajian di lantai utama Rumah besar itu.


__ADS_2