
"Kenapa kamu datang lagi dalam kehidupan ku, belum cukup semua penderitaan yang sudah kamu berikan padaku. pergi dari sini.... pergilah dari hidup ku." teriak Elmira, Jack merasa dentuman keras menghantam dadanya.
Kedua mata Elmira memerah, dengan tatapan tajam. dia tidak mampu mengendalikan emosi nya. Jack sudah menghancurkan masa depan dan nama baiknya keluarga nya. sampai kapanpun dia tidak sudi untuk memaafkan bajingan seperti Jack. jika bukan gara-gara Jack, mungkin saat ini dia sudah menjadi nyonya Devan.
"Maaf.....maaf..."
Jack tidak mempunyai kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan rasa penyesalan dan rasa bersalahnya. dia sudah sangat siap dengan segala kemarahan Elmira.
"Aku tidak butuh kata maaf dari bajingan yang tidak mempunyai hati dan belas kasih seperti anda, tuan." refleks Elmira memukul-mukul tubuh Jack dengan balok yang semula dipegang oleh madam.
"Maaf..."
Tidak ada bantahan ataupun perlawanan, bahkan Jack ikhlas jika dibunuh oleh Elmira sekalipun, asalkan gadis itu mau menerima kata maaf darinya.
"Aaagggh..."
__ADS_1
Elmira membuang asal kayu tersebut, dengan nafas yang sudah memburu. kecapean memukul Jack yang mungkin sudah sangat terluka fisik, namun dia iklas menerima semuanya.
"Elmira, bisakah kita membicarakan hal ini dengan baik-baik? karena aku tidak akan pergi sebelum kamu berterus terang jika mereka adalah anak-anakku." ucap Jack.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, pergi dan menjauhlah dari kehidupan ku sudah cukup bagiku. karena sampai kapanpun, aku tidak akan pernah sudi menerima permintaan maafmu yang sudah menghancurkan hidupku."
"Oke aku akan pergi, tapi aku ingin mengetahui tentang keberdaan dua bocah itu, mereka pasti ada hubungannya dengan diriku." ucap Jack.
"Tidak, mereka tidak ada hubungannya dengan mu."
"Anakku sendiri, kamu tidak perlu mengetahui tentang diriku. bertemu dengan mu kembali sudah menjadi musibah buruk dalam hidupku, cepat pergi dan jangan ganggu hidup ku lagi...hu....hu...aku benci.... benci kamu Jack." ucap Elmira gugup, dia tidak ingin Jack mengambil kedua anak-anak nya.
"Aku mohon, pergilah jauh-jauh dari kehidupan ku Jack." mengatup dua tangannya, luka dari kejadian beberapa tahun silam masih membekas dan berdarah kembali.
"Elmira, aku yakin mereka berdua adalah anakku." Jack masih bersikeras. membuat emosi Elmira kembali memuncak, dengan sisa-sisa tenaganya dia memukul-mukul keras dada Jack. sambil menagis dan terus mengusir Jack.
__ADS_1
"Duuuaarr.... Duuuaarr..."
Suara keras petir yang menyambar dengan kerasnya, membuat Elmira terlonjak kaget. refleks dia memeluk tubuh Jack, namun dia seketika kembali tersadar akan kebodohan dan kecerobohan nya. dia langsung mendorong kasar tubuh Jack hingga mundur beberapa langkah kebelakang.
"Perlu kamu tahu, aku sudah menikah. kebetulan suamiku sedang pergi keluar kota. nanti setelah dia kembali aku akan mempertemukan dengan mu." alasan Elmira.
"Aku tidak percaya, aku hanya ingin kita berdamai untuk kedepannya. meskipun aku tahu jika kesalahan ku tidak mungkin bisa kamu maafkan."
"Pergilah, jangan buat aku bertambah muak dan jijik melihat mu Jack." teriak Elmira langsung berlari masuk kedalam rumah nya, sambil menghempas kasar pintu masuk. tubuh Elmira merosot menangis bersandar di balik pintu. seiring hujan yang turun dengan begitu lebat.
Jack tidak bergeming, dia masih berdiri mematung diteras rumah Elmira. membiarkan tubuh nya yang sudah terluka bekas pukulan Elmira tersirami air hujan yang turun begitu lebat diiringi suara petir yang menyambar.
Madam Jane yang menyaksikan semua itu tidak mampu membendung air matanya, bagaimana pun dia sudah mengasuh Jack sedari kecil. dia sangat menyayangi anak majikan nya itu.
"Maafkan aku yang tidak bisa membantu mu tuan muda," ucap nya sambil menagis terisak-isak.
__ADS_1