
Alexi tidak mampu menahan hasratnya yang bergelora, saat melihat kemolekan tubuh dan kecantikan Elmira secara nyata. sehingga dia ingin langsung menculik gadis itu untuk menuntaskan gairah bejadnya, dia terus mengikuti sampai Elmira keluar dari pusat perbelanjaan seorang diri sambil menenteng belanjaan kebutuhan bulanannya bersama twins.
Alexi sengaja memasang topeng untuk menutupi wajahnya, dia mengikuti terus langkah Elmira. begitu ada kesempatan. dia langsung beraksi dengan membekap mulut gadis itu dan membawanya kesebuah gudang kosong. Elmira tidak mampu berteriak gadis itu hanya bisa menagis dan meronta-ronta berusaha untuk melepaskan diri.
"Siapa kamu, apa yang kamu inginkan." ucap Elmira begitu dia berhasil melepaskan diri dan mundur ketakutan. apalagi disekelilingnya sudah tertutup rapat.
"Mau kemana sayang, semua pintu sudah terkunci. kamu tidak akan mampu melepaskan diri dari tempat ini." Alexi tersenyum menyeringai, meskipun dia masih menutupi wajahnya mengunakan topeng. langkah Alexi semakin mendekat hingga tubuh Elmira terbentur dinding.
"Ayolah sayang, aku tidak akan menyakitimu."
"Aku tidak mengenali mu, aku mohon tolong lepaskan aku. anakku masih kecil-kecil dan menunggu ku dirumah. apa anda tidak mempunyai belas kasih, atau saudara perempuan juga, sehingga tega memperlakukan perempuan lemah seperti diriku." ucap Elmira dengan air mata bercucuran.
"Aku akan melepaskan dirimu, tapi layani aku dulu. aku berjanji akan memperlakukan mu dengan baik, asalkan kamu mau menuruti perkataan ku."
"Tidak...., lebih baik aku mati, dari pada dilecehkan oleh mu. ciiissh...." Elmira meludahi wajah Alexi, yang ingin menjamah nya.
"Perempuan ******, beraninya kamu." tangan Alexi terangkat ingin memukul nya.
Elmira seketika menutupi wajahnya, sambil berteriak ketakutan, bayangan beberapa tahun silam kembali melintas, dimana dia menagis dan memohon saat Jack akan merenggut sesuatu yang berharga pada dirinya.
__ADS_1
"Tuhan... hanya padamu aku meminta perlindungan, kirimkan seorang dewa penolong untuk melindungi ku. aku tidak ingin kejadian buruk dulu terulang lagi." hanya pada Tuhan tempat Elmira mengadu.
Elmira masih melakukan perlawanan, namun tenaganya kalah banyak. beberapa kali dia hampir tertangkap tangan panjang Alexi.
"Aduuuh..."
Elmira terjatuh, saat berusaha kabur. Alexi menarik kasar tangannya. lalu mendorong tubuh Elmira pada sebuah tumpukan dus kosong.
"Kali ini kamu tidak akan bisa melepaskan dariku lagi, cantik." menyeringai mesum.
*****
"Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri, jika sesuatu yang buruk terjadi pada Elmira." bathin Jack.
"Bruuuaggkkk..."
Jack langsung menghantam keras pintu, dia benar-benar murka begitu melihat seseorang ingin berbuat asusila pada pujaan hatinya.
"Bajingan kamu."
__ADS_1
Alexi langsung mendapatkan serangan membabi buta dari Jack, sedangkan Elmira menagis meringkuk, dia sangat ketakutan sambil menekuk lututnya sendiri.
"Bugh!...bungh! bugh...."
Tubuh Alexi beberapa kali terpental oleh hantaman Jack, bahkan daerah segar mengalir dari sudut bibirnya.
Alexi melakukan penyerangan tidak kalah sengit, kali ini Jack yang mendapatkan hantaman keras. mereka berdua mempunyai ilmu bela diri yang setara.
"Ayo maju, apa tenagamu hanya segitu saja Jack. ha...ha...dasar pengecut kamu."
"Alexi, ternyata kamu dalangnya."
Jack langsung mengenali wajah dibalik topeng begitu mendengar suara Alexi. kemarahan nya semakin memuncak, sehingga dia menghajar Alexi membabi buta.
Setelah berhasil melumpuhkan Alexi, Jack mendekati Elmira yang masih menagis. tangannya terjulur ingin mengajak Elmira untuk segera meninggalkan tempat tersebut, sebelum orang-orang suruhan Alexi mengepung mereka berdua.
Jack tidak menyadari, jika Alexi yang semula pingsan sudah tersadar kembali. perlahan namun pasti dia mengeluarkan pistol yang tersimpan dipinggangnya lalu mengarahkan pada punggung Jack yang tengah membelakangi nya.
"Jack, awasss..." teriak Elmira.
__ADS_1
"Doooor..... Doooor...."