
Alexi menghantam tubuh Jack yang tidak berdaya, hingga meringkuk terhempas ke sudut ruangan. Jack meringis kesakitan.
"Hentikan, aku mohon jangan sakiti suamiku." tangis Elmira pecah melihat tubuh Jack yang terluka.
Jack tidak kehabisan akal, sudut matanya menangkap sebuah pecahan beling. perlahan dia mundur kebelakang, berusaha untuk mengambil pecahan tersebut. lalu menggosokkannya pada tali yang mengikat tangannya.
Melihat hal itu, Elmira segera mencoba mengalihkan perhatian Alexi.
"Tuan, apa yang harus aku lakukan. agar anda tidak menyakiti suamiku lagi." berusaha tersenyum manis kearah Alexi.
"Temani aku malam ini, sayang." Alexi perlahan mendekati Elmira, tangannya terangkat ingin menyentuh wajah cantik Elmira.
"Brunggghh...."
Belum sempat tangan Alexi, menyentuh wajah Elmira, hantaman keras tiba-tiba melayang ditubuh Alexi yang tengah membelakangi nya. perkelahian tidak bisa terelakkan lagi.
__ADS_1
Delapan orang anak buah Alexi segera mengepung Jack, dengan keahlian beladiri nya, Jack mampu menghadapi delapan lelaki bertubuh besar dan kekar tersebut, mereka mengalami nasip yang sama dengan Alexi terluka karena pukulan keras.
Bara api dendam karena kematian adiknya, membuat tenaga Jack jauh lebih kuat dari sebelumnya. seolah-olah mendapatkan suntikan energi dari rasa marah, kilatan mata tajam Jack siap menghadang salah seorang anggota Alexi yang ingin menghujam nya dengan sebuah pisau. dia terhempas jauh darah segar keluar dari sudut bibirnya.
"Ayo maju Alexi, mana kekuatan yang semula kamu tunjukkan padaku. jangan pengecut dan berani ketika posisi lawan mu tengah tidak berdaya." ucap Jack memainkan jari-jarinya.
Alexi kembali maju, sehingga perkelahian kembali terjadi, Elmira berhasil melepas tali ikatan tangannya mengunakan pisau yang terlempar barusan.
"Papskey semangat lah sayang....."
Mona yang baru datang kaget, dia mulai ketakutan dan merasa terancam, melihat orang-orang suruhan nya termasuk Alexi yang mulai kewalahan menghadapi kekuatan Jack yang tiba-tiba menjadi dua kali lipat dari kekuatan laki-laki normal, dengan segera Mona mengeluarkan pisau dan mengarahkan ke leher jenjang Elmira, yang terlambat menghindar karena masih sibuk membuka pengikat kakinya.
"Hentikan...! Jack. atau wanita ****** mu ini akan celaka ditangan ku." teriak Mona sambil menarik kepala Elmira ke belakang.
Jack terpaksa menghentikan, dan mengalah demi keselamatan istri tercinta nya. dan membiarkan tubuhnya dipukuli dan dikeroyok Alexi dan anggota nya.
__ADS_1
Melihat ketidak berdayaan suaminya, Elmira refleks berbalik dan langsung mengarahkan pisau tersebut kearah leher Mona, meski belum terlalu dalam namun pisau yang sangat tajam itu mampu melukai leher Mona sehingga membuat nya berteriak kesakitan.
Mona jatuh tak berdaya, darah segar masih mengalir ditubuhnya, Elmira terduduk lemas, menyaksikan semua itu. sambil memegang kepalanya, dia ketakutan mundur perlahan.
"Aku sudah membunuh seseorang, tidak....aku tidak mau jadi pembunuh." teriak Elmira.
Mona susah payah mencoba melihat ke arah Jack, mengabaikan teriakan kesedihan Alexi yang melihat dirinya terluka.
"Jack....ma...maafkan...ke...kesakahannn..ku." ucap Mona terbata-bata. sambil memegang lehernya yang berdarah.
Melihat hal itu, Jack langsung menarik tubuh Elmira. untuk segera melarikan diri meninggalkan tempat itu, karena Jack yakin jika Alexi menyimpan senjata api yang bisa saja melukai mereka berdua.
"Hey... jangan kabur kalian."
"Cepat kalian tangkap mereka berdua, bawa dia kehadapan ku hidup atau mati." teriak Alexi sangat marah.
__ADS_1
"Iya bos."