
Jack meminta asisten pribadinya untuk mengantarkan banyak mainan anak perempuan dan laki-laki kerumah Elmira, agar anak-anak merasa senang dan bahagia.
"Ayo Pi, kejal Cleo."
Cleo mengarah mainan perang-perangan kearah Jack, hack juga merespon tindakan Cleo, mereka pun tertawa bahagia. sedangkan Clara memilih asyik dengan mainan istana boneka, mainan baru dan mahal yang sudah lama dia inginkan. tapi baru sekarang terwujud untuk memilikinya.
"Pi, makasih ya atas mainan nya. Clara senang deh."
"Syukurlah jika Clara senang, nanti papi pasti beliin yang lebih bagus lagi. apapun yang Clara ingin kan.". jawab Jack.
"Benaran Pi." mata Clara berbinar-binar bahagia, dan menghambur kedalam pelukan Jack.
Takut perhatian twins akan beralih pada Jack, Elmira mendekati mereka.
"Tuan Jack, sudah sangat sore. saya tidak senang dan risih jika anda terlalu lama berada dirumah saya." ucap Elmira yang tidak mau bersitatap dengan mata Jack. karena bisa-bisa membuatnya meleleh dengan pesona ketampanannya yang selalu berusaha Elmira tepis.
"Aku mengerti, saya juga tidak mungkin membuat anak-anak kelelahan karena terlalu banyak bermain. mereka juga butuh istrahat. baiklah aku akan pulang." Jack berdiri dari duduknya.
"Sayang, seperti papi harus pulang dulu. next time papi akan mengunjungi kalian lagi. jadilah anak baik dan jangan nakal sama mami." ucap Jack seraya memeluk Clara dan Cleo bergantian.
"Iya pipi, tapi janji ya untuk datang lagi kecini!"
"Tentu sayang, karena pipi sangat menyayangi kalian berdua."
__ADS_1
Setelah selesai berpamitan pada Clara dan Cleo, Jack mendekati Elmira.
"El, jika kamu butuh apa-apanya segera hubungi aku. ini kartu namaku, kalian juga oleh untuk berkunjung ke apartemen ku, syukur-syukur mau bersedia tinggal sekalian disana."
"Tuan jangan terlalu berharap lebih, silahkan anda pulang. karena saya ingin istrahat."
"Oke, net istrahat ya. semoga kamu mimpi indah tentang keluarga yang lengkap dan bahagia nantinya." ucap Jack, kemudian berjalan menuju mobilnya, dimana sopir pribadi nya sudah menunggu dan langsung membukakan pintu mobil begitu Jack mendekat.
"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya madam Jane, begitu melihat raut sedih di wajah tampan Jack yang akan memasuki mobilnya.
"Tidak, aku cuma terbawa perasaan. rasanya aku tidak ingin berpisah dari mereka."
"Sabarlah tuan, aku yakin semua pasti akan indah pada waktunya."
"Ya, terimakasih atas dukungan mu, ibu."
"El, kamu adalah wanita unik yang pernah aku temui. dari sekian banyak wanita yang berusaha untuk mendekati ku selama ini. aku tidak peduli bagaimana caramu membenci ku, bagiku mendapat dirimu dan anak-anak adalah anugrah terindah dalam hidupku, sekarang dan untuk selamanya."
****
Pagi hari yang cerah, tidak secerah hari dan semangat Elmira. karena dia tidak bisa berhenti begitu saja dari perusahaan yang dipimpin Jack. karena perjanjian kontrak yang sudah dia tanda tangani. sehingga mau tidak mau dua tetap bekerja.
"Aduhhh....mati aku.. kali ini aku telat lagi." gumam Elmira yang pasti akan diomeli oleh Giska, selaku atasannya dibagian keuangan.
__ADS_1
Penampilan Elmira dengan stelan pakaian kantor, membuat nya terlihat cantik dan Elegan, orang-orang yang mengenalnya pasti akan pangling. tak terkecuali madam Jane dan kakaknya Erlangga. yang sedang menunggu nya sarapan. nampak Elmira tergesa-gesa menuruni tangga sambil menenteng sepatu nya. dan langsung memakai nya begitu sampai di lantai bawah.
"Ini nak, sarapannya." ucap madam menaruh roti bakar kedalam piring Elmira.
"Terimakasih ibu."
Elmira hanya memakan sedikit, dan minum segelas susu. sambil melirik twins kesayangannya sedang main dengan mainan baru kiriman Jack, sehingga rumah ini hampir dipenuhi banyak mainan.
"Ibu, kak Erlangga. aku pergi bekerja dulu."
"Iya dek."
"Hati-hati ya nak, semoga kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, doa ibu selalu bersama mu." ucap madam tulus.
Senelum berangkat, Elmira mendekati Clara dan Cleo.
"Twins sayang, mami pergi kerja dulu ya, jangan nakal dan tidak boleh rewel sama paman dan Oma." mencium kedua pipi gembul itu.
"Iya Mimi... ati ati and e..pat ulang ya." katanya dengan gaya bahasa yang masih cadal.
"Tentu sayang."
Tanpa banyak bicara lagi, Elmira langsung pergi dengan langkah cepat, dia tidak mau ada kesalahan lagi.
__ADS_1
Elmira berlari memasuki Taxi Online yang telah dipesan sebelumnya. dia terus *******-***** tangannya yang mendadak dingin, membayangkan nanti bertemu dengan Jack. perasaan was-was, benci dan rindu mulai menjadi satu.
Taxi Online yang membawanya berhenti pas di depan gedung perusahaan, Elmira mempercepat langkah menuju lantai ruang kerjanya. dia bisa bekerja dengan tenang, mengingat diperusahaan Jack mampu menjaga profesionalitas kerja mereka dengan baik.