
Hari ini Jack tengah mengikuti rapat besar dengan para investor perusahaan baik dalam dan luar negeri, namun entah kenapa pikiran Jack tidak bisa fokus sama sekali, raganya duduk sambil memimpin rapat dengan penuh wibawanya, sementara jiwanya berkelana tanpa arah. sesekali dia memijid pelipisnya.
"Tuan, apa Anda baik-baik saja?" tanya Robert kawathir.
"Lanjutkan saja rapat ini olehmu, Robert. apapun hasilnya segera laporkan padaku nanti." Jack pergi meninggalkan ruangan rapat begitu saja, mengabaikan tatapan heran peserta rapat, karena Jack terlihat berbeda dari biasanya.
"Kenapa aku merasa hampa, ditengah-tengah karierku yang semakin meningkat, jabatan tinggi dan harta kekayaan yang tidak akan habis tujuh turunan. bahkan aku bisa mendapatkan apapun dengan mudah, namun aku tidak merasa bahagia dengan ini semua." gumam Jack merenungi kehidupan yang dijalaninya.
Selesai menggantikan Jack dalam memimpin rapat, Robert segera menuju ruangan kerja sang big bos. dimana Jack tengah melamun, dengan ragu Robert segera menghampiri.
"Tuan, ini berkas hasil rapat barusan." ucap Robert hati-hati takut membuat Jack marah, karena terlihat jelas jika suasana hati Jack saat ini tidak dalam keadaan baik-baik.
"Taruh saja, pikiran ku sedang tidak mood untuk membahas pekerjaan."
"Baiklah."
__ADS_1
"Robert, tunggu."
"Ya, tuan. apa ada yang bisa saya bantu?"
"Kenapa aku tidak bisa merasakan kebahagiaan, dengan apa yang sudah aku peroleh. bahkan hatiku terasa kosong dan hampa." ucap Jack pada asisten pribadinya.
"Saran saya, mungkin sudah saatnya tuan untuk berumahtangga. agar tuan tidak merasa kesepian dan sendirian lagi. berumahtangga juga bisa membuat tuan lebih merasa nyaman dan mempunyai tujuan hidup yang jelas kedepannya." saran Robert, karena dia memahami apa yang dirasakan Jack, laki-laki muda yang sukses, tapi tidak bisa menikmati tanpa ada sebuah keluarga yang hangat.
Jack bangkit, melajukan mobilnya memasuki sebuah klub malam yang biasa dia kunjungi jika tengah kalut. suara musik yang memekakkan telinga tidak menyurutkan langkah kaki Jack.
Jack minum cukup banyak, sekedar mencari ketenangan yang dia inginkan. Robert yang mendapat informasi tentang kondisi Jack, segera menghampiri klub yang biasa mereka kunjungi..
"Tuan, Anda sudah terlalu banyak minum. sebaiknya kita kembali pulang saja." bujuk Robert.
"Saat ini aku hanya ingin sendiri, silahkan kamu pergi Robert." ucap Jack yang sudah terpengaruh alkohol, bahkan pandangan nya mulai tidak fokus.
__ADS_1
"Sudah lama berlalu, tapi kenapa aku masih mengingat gadis itu." umpat Jack.
Dengan sedikit memaksa, Robert memapah Jack untuk masuk kedalam mobilnya, dan membawa pulang.
"Robert, tolong antarkan aku keapartemen gadis itu. aku ingin tinggal di sana." ucap Jack meskipun dalam kondisi yang sudah mabuk berat, namun dia mengetahui jika laju mobil Robert bukan kearah apartemen yang ditempati Elmira.
"Ba... baiklah tuan."
Susah payah Robert memapah Jack berjalan, bahkan nafasnya ikut ngos-ngosan begitu mereka sudah berada didepan pintu masuk.
"Tuan, apa anda bisa mengingat password apartemen ini?"
"Ya, aku sangat mengingat nya, bahkan teriakan dan tangis gadis itu masih terdengar jelas oleh ku. ha...ha..." ucap Jack seraya tertawa diantara tangisannya.
Robert membaringkan Jack dengan perlahan, setelah itu dia pergi meninggalkan Jack. yang sudah tertidur pulas dikamar yang ditempati oleh Elmira dulu.
__ADS_1