
"Jack, aku sangat merindukanmu. tidak bisakah kamu bersikap lebih romantis padaku." ucap Mona yang sangat ingin dipeluk dan dicium oleh Jack. apalagi diruangan perawatan mewah ini hanya tinggal mereka berdua saja, sedangkan orang tua mereka, sudah pulang duluan dan meminta Jack untuk menunggui dan memberikan perhatian lebih terhadap Mona, agar dia kembali bersemangat sehingga mempercepat proses kesembuhan nya.
"Maaf Mona, aku masih capek dan belum mandi. bahkan tubuh ku terasa lengket sehabis menempuh perjalanan jauh." ucap Jack beralasan, karena sejatinya dia tindak ingin disentuh wanita lain. dia hanya menginginkan Elmira.
"Aku tidak mempermasalahkannya, karena aku menyukai segala tentang dirimu. please Jack, peluk aku sebentar saja," Mona menatap penuh pengharapan sambil merentangkan kedua tangannya yang masih terpasang selang infus.
Mau tidak mau, Jack akhirnya mendekat membiarkan Mona merangkul tubuh dan mencium pipi nya, meskipun sesaat namun sudah membuat Jack merasa muak.
"Jack, mulai dari sekarang kamu harus terbiasa dan bersikap manis lah padaku. tidak lama lagi kita akan menikah dan menjadi pasangan suami istri yang sah dimata agama dan hukum yang terikat untuk seumur hidup."
"Mona, istrahat lah dengan benar. jangan terlalu banyak bicara. jika tidak aku akan meninggalkan mu. aku paling tidak suka dengan perempuan yang banyak tingkah dan omongan." ucap Jack dengan tatapan tajam.
"Baiklah, aku akan tidur dengan nyenyak. tapi jangan pernah lepaskan tanganmu dari genggaman ku." pinta Mona, Jack hanya diam tanda setuju.
Perlahan Mona memejamkan matanya, dia tidak tidur melainkan larut dengan khayalan nya hidup bahagia bersama Jack, membina rumah tangga dengan anak-anak mereka yang lucu. berbading terbaik dengan apa yang tengah dipikirkan Jack yang membayangkan hidup bahagia bersama Elmira, dan ke-dua anak mereka Clara dan Cleo.
__ADS_1
****
Sudah beberapa hari ini, Elmira sudah bisa bernafas lega mengingat Jack tidak pernah muncul lagi dihadapannya. meskipun dia ragu apakah Jack benar-benar telah pergi dari kehidupannya.
"Ibu, apa mobil yang sering mencurigakan itu masih sering berhenti dibawah pohon itu."
"Tidak nak, sepertinya tuan Jack sudah menyerah dan kembali pulang. mulai sekarang kita tidak perlu takut lagi untuk keluar rumah." bujuk madam Jane.
Semenjak Elmira mengetahui jika Jack sering mengawasi mereka dari balik pintu kaca mobilnya, dia tidak pernah keluar rumah. dan lebih memilih untuk mengurung diri dikamar beserta anak-anaknya.
"Maafkan kami nak, mungkin kalian berdua juga bosan keseringan dirumah. gimana kalau hari ini kita jalan-jalan?"
"Baiklah, sekarang kita harus bersiap-siap." ajak Elmira.
Elmira kembali mengajak anak-anak ke wahana permainan untuk menghilangkan rasa bosan dan jenuh mereka, puas bermain Elmira singgah kepusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan twins berupa susu dan Pampers. tanpa sengaja dia kembali bertemu dengan Alexa dan Dev.
__ADS_1
"Elmira."
"Alexa, Dev. kalian disini juga."
"Ya kebetulan kami lagi mencari sesuatu sebagai kado ulang tahun mami." jawab Dev, sambil menatap sedih Elmira, bagaimana pun dia masih sangat mengharapkan Elmira untuk menjadi istrinya.
"Hallo Clara, Cleo." sapa Alexa, sekarang dia sudah belajar berdamai dengan keadaan. tidak ada lagi rasa curiga dan cemburu pada Elmira.
"Ya Tante."
"Gimana jika sejarah kita makan-makan di restoran itu dulu, pasti kalian berdua udah lapar dan pengen es krim juga kan."
"Mau...mau .. Tante."
"Sebaiknya ngak usah, nanti anak-anak merepotkan." tolak Elmira sungkan.
__ADS_1
"Emira, kamu jangan seperti ini. ingat sekarang kita sudah seperti saudara. jadi jangan sungkan terhadap kami." balas Dev.
Elmira dan madam Jane akhirnya menurut, setelah melihat ketulusan dari pasangan baru menikah tersebut.