Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Liontin


__ADS_3

"Mana orang tua mu, nak. kenapa menabrak tubuh ku? lihatlah ponselku jadi rusak karena ulah mu barusan."


Jack berjongkok dan sedikit menundukkan kepalanya agar bisa setara dengan tubuh kecil Cleo.


"Ami Cana!"


Menunjuk kearah meja mereka semula, namun Jack tidak bisa melihat dengan jelas wajah Elmira karena tengah menyuapi Clara, sedangkan posisi duduk madam Jane juga tengah membelakangi nya. seiring dengan ponsel Jack yang kembali bergetar disaat yang bersamaan. sehingga lebih memilih untuk mengambil ponselnya dilantai.


"Oke, sekarang kembali lah pada orang tuamu. nanti mereka bisa kawathir." ucap Jack mengusap sayang rambut Cleo yang menganggukan kepalanya patuh.


Jack berdiri hendak melanjutkan langkahnya, namun seketika dia kembali berbalik.


"Hey boy, tunggu!" ucap Jack, mengentikan langkah Cleo dan berbalik kembali.


"Ini untuk mu, simpan lah nak. sebagai kenang-kenangan, semoga kita bisa kembali bertemu." ucap Jack merasa sangat dekat dan menyayangi Cleo.


Jack memberikan sebuah liontin yang selalu dia simpan, karena disana terdapat dua buah photo Jack dan Ellena dimasa mereka masih bocah, Jack selalu menyimpan benda tersebut. tapi setelah melihat Cleo tiba-tiba dia ingin memberikan begitu saja pada bocah yang baru dia kenal.


"Telimakacih, Pi."

__ADS_1


"Siapa namamu nak?"


"Clleeo."


"Oke sampai ketemu lagi ya." ucap Jack melangkah pergi menuju mobilnya.


Setelah kepergian Jack, Cleo masih mematung menatap laki-laki yang dia panggil dengan sebutan papi hingga menghilang dari pandangan matanya.


"Astaga....Ibu dimana Cleo?" Elmira baru tersadar karena sibuk menyuapi Clara makan.


"Ibu juga kurang memperhatikan. karena baru balik dari toilet."


"Cleo, kamu dari mana nak? tidak boleh pergi-pergi begitu saja tanpa izin dari mami dan Oma." ucap Elmira seraya memeluk anaknya, dia begitu takut Cleo akan hilang.


"Papi...papi.."


"Papi, siapa maksud mu nak?"


Cleo menunjuk kearah mobil yang baru saya pergi meninggalkan halaman kafe.

__ADS_1


"Itu papi." ucap nya.


"Sayang, kamu tidak boleh memanggil sembarangan orang dengan sebutan papi. apalagi jika kita tidak mengenal nya." bujuk Elmira.


Sedangkan madam Jane membulatkan matanya, saat melihat sebuah liontin berwarna keemasan yang tengah dipegang Cleo. dia begitu mengenal pemilik benda tersebut.


"Apa tuan Jack ada dinegara ini, apa dia mengenali Cleo sebagai anaknya sehingga dia memberikan liontin kesayangannya ini." gumam Madam, agar Elmira tidak resah dan kembali teringat trauma masa lalunya, madam segera mengambil dari tangan Cleo dan menyimpannya.


"Mudah-mudahan Elmira tidak mengetahui barang ini dan tidak curiga, aku tidak ingin Elmira kembali ketakutan dan ingin bersembunyi lagi dari Jack." bathin madam.


Dalam mobil yang membawanya menuju mention, Jack kembali larut dalam lamunannya. sehingga membuat Patric, sopir pribadi bertanya dengan hati-hati.


"Tuan, apa anda sakit?"


"Tidak aku baik-baik saja, cuma aku tengah kepikiran bocah yang bertemu dengan ku barusan."


"Sepertinya bocah itu sangat menyukai anda tuan, bahkan dia langsung memangil-mangil mu dengan sebutan papi. meskipun belum mengenal Anda sebelumnya." terang Patrik.


Jack merasa tersentuh untuk pertama kalinya, rasanya begitu indah dan nyaman. saat seorang bocah memangilnya dengan sebutan papi.

__ADS_1


"Cleo, nama yang sangat bagus." ucap bibir Jack sambil tersenyum ketika teringat kembali wajah Cleo barusan.


__ADS_2