
"Mami dan papimu tidak mampu berkata-kata lagi Jack, semua yang terjadi begitu tiba-tiba dan sangat mengejutkan. mungkin ini sudah hukuman buat kakak beradik yang tidak memiliki rasa perikemanusiaan, rasanya mami tidak akan pernah mampu memaafkan kesalahan mereka berdua.. hick...hick..." Elizabeth menagis.
"Sudahlah mi, meskipun berat bagi kita memaafkan kesalahan mereka berdua. namun tidak baik kita menyimpan bara api dendam dihati, karena hanya akan membuat hidup dan hati kita menjadi tidak tenang, gelisah dan dipenuhi oleh amarah. belajarlah untuk menerima semua ini dengan ikhlas mi, dibalik semua ini ada hikmah dan berkah yang teramat besar kita dapatkan. yaitu Elmira, twins dan calon bayi yang ada di perut istri ku ini." ucap Jack sambil mengelus dengan penuh kasih sayang perut Elmira yang masih terlihat datar.
"Subhanallah, aku tidak bisa mendustai nikmat terindah yang telah engkau berikan ya Allah. jadi Elmira tengah mengandung calon cucuku kembali?" ucap mami terharu.
"Papskey, kita belum memeriksakan secara langsung perihal kehamilanku ini. sapa tahu itu hanya prasangka kita saja." ucap Elmira tidak ingin semua kecewa, karena dia sendiri kurang yakin jika belum dipastikan oleh dokter kandungan.
"Untuk mengetahui ini semua, jalan satu-satunya adalah dengan memeriksakan Elmira secara langsung pada dokter kandungan. mami juga kawathir dengan kondisi Elmira yang terlihat lemas dan pucat." ucap mami yang mengkhawatirkan kondisi menantu nya. bahkan dia mengambil alih twins yang masih duduk di pangkuan Elmira.
"El, Jack. sebaiknya kalian berdua istrahat dulu. setelah itu baru kita pergi ke dokter kandungan."
"Iya mi."
__ADS_1
"Clara, Cleo sayang. mami dan papi istrahat dulu ya nak. nanti kita lanjutkan bermainnya lagi." ucap Elmira mencium secara bergantian twins yang patuh.
"Iya mami."
Jack membimbing Elmira menuju kamar tidur yang sudah lama tidak mereka tempati, seketika Elmira kembali menitikkan air mata haru.
"Sayang, kamu kenapa menangis lagi?" tanya Jack sambil memeluk hangat Elmira dari belakang.
"Kenapa kamu berfikir seperti ini sayang." tanya Jack.
"Saat kita masih terdampar dihutan belantara yang dipenuhi binatang buas, aku sempat berfikir jika hidup kita berdua akan berakhir disana. tapi Tuhan sangat menyayangi kita berdua, sehingga kita selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik hingga kembali dengan selamat." jawab Elmira.
"Iya sayang, sekarang kamu tidak boleh sedih lagi. istrahat yang cukup. karena nanti kita akan mengunjungi dokter kandungan mu, mudah-mudahan didalam perutmu ini benar-benar sudah ada buah cinta kita yang ketiga. aku yakin twins pasti sangat senang jika mempunyai adik lagi."
__ADS_1
"Amiiin."
Elmira merebahkan tubuhnya yang masih lelah di ranjang empuk, diikuti Jack yang tidur disampingnya.
"Sayang, mendekat lah." Ucap Jack seolah-olah meminta istrinya untuk tidur dalam dekapan hangat nya.
Tidak butuh lama, ke-dua pasangan suami-istri yang sudah menempuh perjalanan jauh tersebut langsung tertidur pulas, menyonsong mimpi indah mereka.
Jack dan Elmira belum mengetahui, jika kedatangan mereka sempat tertangkap kamera. seorang awak media yang tengah meliput kedatangan seorang selebriti tanah air dari luar negeri, disaat yang bersamaan Jack dan Elmira melintas dibelakang selebriti tersebut.
Acara yang ditayangkan secara live langsung dibuat heboh, bahkan ada juga yang mengatakan jika yang melintas tersebut adalah arwah penasaran Elmira dan Jack, karena meninggal secara tidak wajar. bahkan ada juga yang menilai jika itu benar-benar Jack dan istri nya.
Disebuah perusahaan besar, seorang CEO tampan yang tengah disibukkan dengan pekerjaan. langsung syok dengan berita yang didengarnya secara tidak sengaja tersebut. sehingga dia langsung memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk menelusuri sumber berita tersebut, termasuk memastikan kerumah orang tua Jack.
__ADS_1