
"Siapa kalian, kenapa berada ditempat ini?" tanya seorang petugas keamanan, menatap Jack dan Elmira dengan tatapan menyelidik.
"Ya, sepertinya kalian berdua adalah orang asing. apa kalian memiliki kartu pengenal?" ucap salah seorang dari mereka yang ikut mendekati Jack.
"Kalian benar, aku dan istriku adalah orang asing yang tersesat hingga ketempat ini. kartu identitas kami juga hilang, bisakah kalian memberikan kami bantuan?" ucap Jack seraya memperkenalkan diri yang diikuti Elmira.
"Tersesat? dan meminta bantuan dari kami?"
"Ya, aku dan istriku sangat berharap kemurahan hati saudara-saudara sekalian."
"Sebelumnya, kami ingin mendengar penjelasan dari kalian berdua. bagaimana kalian bisa seperti ini?" ucap mereka.
"Ya, aku dan istriku mengalami kecelakaan hebat. mobil kami masuk jurang. berhari-hari kami mencari bantuan dan jalan keluar tapi belum juga berhasil. bahkan sampai bulanan kami terdampar disebuah desa kecil, mereka menolong kami lalu menunjukkan tempat ini sebagai akses untuk kami bisa keluar untuk mendapatkan bantuan untuk kembali pulang ke negara kami." jelas Jack.
"Baiklah, kami akan mengantarkan anda kekantor kedutaan besar Indonesia. disana kalian akan mendapatkan pertolongan." ucap mereka yang akirnya percaya dengan penuturan Jack.
__ADS_1
"Syukurlah, mereka bersedia menolong kita sayang."
"Ya, karena kita adalah orang baik dan akan dipertemukan dengan orang-orang yang baik juga." balas Jack seraya memeluk Elmira.
Petugas tersebut dengan senang hati memberikan bantuan, mereka mengantarkan Jack dan Elmira menuju pusat kota. meskipun harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh.
Nasib baik kembali berpihak pada mereka berdua, mereka mendapatkan perhatian khusus dan segera bisa dipulangkan ke tanah air. Elmira maupun Jack sengaja tidak memberitahukan atau menghubungi pihak keluarga nya terlebih dahulu. karena Jack memiliki alasan sendiri juga menjaga-jaga diri mereka berdua atas kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, mereka masih trauma atas apa yang sudah menimpa mereka berdua.
"Sayang, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan orang-orang yang sudah membantu kita."
Selama dalam perjalanan, Elmira beberapa kali menguap. rasa capek dan lelah membuat nya ingin memejamkan mata dan istrahat. perlahan dia merebahkan kepalanya di bahu Jack, sedangkan kedua tangannya memeluk erat lengan suaminya. begitu juga dengan Jack, dia ikut memejamkan mata mengantarkan mereka mengarungi Dunia mimpi indah seiring dengan deru nafas mereka yang mulai teratur.
****
Dikediamannya, Elizabeth tiba-tiba merasakan kehadiran anaknya. sehingga tanpa sadar dia seperti mendengar suara Jack yang sedang memanggil namanya, Elizabeth melangkah menuju pintu masuk sambil membuka dengan tidak sabaran.
__ADS_1
Ceklek
"Kosong, tidak ada siapa-siapa? ya Tuhan.... kenapa hatiku masih belum menerima kepergian anak-anakku, sehingga aku masih merasakan kehadiran mereka kembali pulang kerumah ini...hick...hick.." Elizabeth menangis tersedu-sedu didepan pintu. hal itu menarik perhatian semua penghuni rumah.
"Istriku, kamu kenapa?"
"Jack, aku merasakan jika dia memanggil namaku didepan pintu masuk ini, Pi. aku seperti orang gila yang belum juga bisa menerima kenyataan." kembali menagis.
"Sudahlah sayang, kita harus kuat menerima semua ini. ingat saat ini Clara dan Cleo masih sangat membutuhkan kita berdua, jika kita lemah seperti ini, bagaimana kita bisa menjaga mereka berdua dengan baik." bujuk sang suami seraya membantu istri nya bangkit berjalan menuju sofa.
"Oma kenapa?"
"Ngak papa kok Sayang, Oma barusan cuma bercanda saja dengan opa." Elizabeth memaksakan senyuman nya, sambil menghapus air mata, dia harus terlihat kuat dihadapan kedua cucu-cucunya.
"Oma ngak boleh sedih, Clara dan kak Cleo menyayangi Oma." memeluk Oma secara bersamaan.
__ADS_1
"Oma juga sangat menyayangi kalian berdua."