Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Pasrah dengan keadaan


__ADS_3

"Jack... lihatlah, buaya-buaya itu mendekati kita."


Jack refleks menarik kuat tangan Elmira, sebelum buaya-buaya itu mendekati mereka. lalu mengenakan pakaian dengan cepat, Jack dan Elmira terlihat sangat panik.


Jack mengambil sebuah kayu, sebagai alat untuk melindungi diri mereka. namun jumlah buaya-buaya tersebut bertambah banyak. yang semula berjumlah lima Ekor sekarang sudah menjadi delapan, bisa jadi jumlah mereka akan bertambah banyak lagi.


"El, peganglah kayu ini untuk berjaga-jaga dari kemungkinan buruk yang akan menyerang kita. ini daerah angker dan rawan binatang buas. kita harus tetap waspada." ujar Jack berusaha untuk bersikap tenang sambil mundur perlahan, beda dengan Elmira yang tidak mampu mengendalikan rasa takutnya. bibirnya tidak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan mereka berdua. disaat genting seperti ini tidak akan ada seorang pun yang menolong mereka, selain berusaha dan berserah diri pada yang diatas.


Syukurlah, kita berhasil menghindar dari mereka dengan cepat." ucap Jack sambil menarik tangan Elmira menjauh dari gerombolan buaya.

__ADS_1


"Aku masih takut Paps, aku merasa masih banyak bahaya yang akan mengintai kita berdua."


"Ya, tapi meskipun begitu. kita harus yakin pasti akan menemukan jalan keluar. yang penting tetap berusaha dan jangan pantang menyerah dengan keadaan dan kondisi kita, ingat dirumah ada anak-anak kita yang menunggu-nunggu kepulangan kita, sayang."


Mereka kembali melakukan perjalanan, menghadapi berbagai tantangan dan rintangan, yang menguji adrenalin mereka berdua. tidak pernah terbayangkan oleh Elmira maupun Jack, bakal menghadapi situasi dan kondisi terjebak dalam hutan seperti ini, namun mereka mampu dan kuat melewati semua itu dengan kekuatan cinta dan semangat demi bertemu kembali bersama twins.


"Kita sudah berhari-hari berputar mencari jalan, tapi belum juga menemukan jalan keluar. bahkan rumah penduduk sekalipun, kok aneh ya Paps." ujar Elmira sambil mengedarkan pandangannya keseliking arah, pikiran El mulai berkecamuk, dengan menerka-nerka jika mereka sudah diganggu oleh penghuni hutan yang angker, suasana mistis seketika membuat bulu kuduk nya berdiri.


"Awas Jack!!"

__ADS_1


Elimira berteriak kencang, ketika sebuah ular berukuran cukup besar siap menghadang mereka, Jack dengan sigap mengibaskan kayu agar ular itu menghindar. namun Elmira kembali dibuat gemetaran, saat melihat keatas pohon tempat mereka berdiri. ternyata sangat banyak sekali ular-ular bergantung di dahan pohon, kakinya tiba-tiba lemas. keringat dingin bercucuran membasahi tubuhnya.


"Cepat sayang, kita harus mundur dan menghindari mereka." bisik Jack terus mengibaskan kayu sekedar untuk melindungi diri mereka. tanpa menyakiti ular-ular tersebut.


"Tolong jangan halangi kami, biarkan kami selamat dan menemukan jalan keluar dari hutan ini." ucap Jack pada ular-ular tersebut. seakan mengerti, ular-ular mundur dan menjauh dari kami.


"Sayang, aku tidak kuat lagi, aku merasa hidup kita berdua akan berakhir dalam hutan ini. twins anakku sayang....kalian berdua harus kuat dan jadi orang sukses. meskipun tanpa ada mami dan papi lagi diantara kalian." ucap Elmira lirih, seiring air matanya yang membanjir memeluk Jack.


"Sayang, kamu harus tetap tenang, jangan terlalu panik dan takut. karena hal itu justru akan mempersulit kita, apalagi jika kamu pingsan. tenanglah karena aku akan selalu berada di samping mu." bujuk Jack.

__ADS_1


"Ya Papskey, maafkan aku yang terlalu panik dan kawathir."


__ADS_2