Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Informasi terbaru


__ADS_3

Mendengar penjelasan Erlangga yang masih syok, mendapatkan kenyataan dihadapannya. dilokasi tempat kejadian polisi juga menemukan beberapa barang bukti dompet milik Jack dan juga Elmira dilokasi penemuan sepasang mayat tersebut. sehingga menambah keyakinan mereka, dan langsung memutuskan jika sepasang mayat ini adalah Jack dan Elmira. sehingga mereka segera memberikan informasi pada keluarga Abraham dan Dev yang masih menunggu informasi terbaru tentang pencarian Jack dan Elmira selama ini.


"Kasihan sekali cucu-cucuku, mereka masih kecil-kecil dan sangat membutuhkan mami dan papinya." Elizabeth mengusap sayang rambut Clara dan Cleo.


"Ya, bagaimana pun kita harus kuat demi Clara dan Cleo. mulai sekarang hanya kita berdua lah yang mereka miliki."


Ponsel tuan Abraham berdering, segera dia berdiri dan menjauh dari Clara dan Cleo. Elizabeth yang penasaran mengikuti langkah suaminya yang tengah mengangkat panggilan masuk.


"Hallo, apa ada perkembangan tentang pencarian anak menantu ku?"


"Ya, tuan Abraham. sepertinya pencarian kami selama lebih kurang satu bulan ini sudah menemukan titik temu. karena tim kami baru saja menemukan sepasang jasad yang diperkirakan adalah tuan Jack dan Nona Elmira. dengan kondisi yang sudah membusuk dan kedua wajah mereka sudah tidak bisa dikenali lagi." terang Tim kepolisian yang memberikan informasi.

__ADS_1


"Apa kalian yakin jika itu anak dan menantu ku." ucap Abraham berusaha kuat, tubuh nya bergetar menahan tangis dan sesak di dada, laki-laki paruh baya itu mencoba kuat dengan menyandarkan tubuhnya Kedinding. sedangkan Elizabeth dan madam Jane yang mendengar langsung hilang kesadaran. karena Jack adalah anak kesayangan mereka. termasuk Elmira yang juga sudah seperti anak kandung baginya.


"Kemungkinan besar kedua jasad itu adalah mereka, karena kami juga menemukan dompet dan cincin berlian milik nona Elmira, sebagai barang bukti dan cincin itu masih melekat dijari manisnya."


"Baiklah, hari ini saya akan langsung terbang kesana. untuk memastikannya." jawab Abraham, yang dari semula sudah mempersiapkan diri dari kemungkinan buruk atas hilang Jack dan Elmira..


"Ya, kami sangat menunggu kedatangan anda tuan, agar proses evakuasi segera dilakukan."


Sedangkan madam Jane menagis sambil memeluk pakaian Elmira, selama beberapa tahun ini mereka selalu bersama-sama melewati suka dan duka, hingga twins hadir memberi semangat dan kekuatan bagi mereka.


"Oma kenapa nangis?"

__ADS_1


Clara muncul dengan wajah imut nya, menatap Oma dan opa yang terus menagis sambil menyebut nama mami dan papi nya. Clara dan Cleo menjadi bingung sehingga ikut-ikutan juga menangis.


"Cucuku, kami sangat menyayangi mu. jadilah anak-anak yang kuat yang bisa membanggakan kedua orang tua mu." ucap Oma sambil menekuk penuh haru.


****


"Apa, jadi tim kepolisian disana sudah menemukan Jack dan Elmira, Alhamdulillah aku sangat bahagia sekali dengan berita ini." ucap Dev antusias begitu Erlangga menghubungi nya.


"Ya Dev, tapi mereka berdua tidak selamat. Jack dan Elmira sudah tiada hu...hu..." tangis Erlangga pecah, begitu juga dengan Dev. bagaikan disambar petir disiang hari, merasa terpukul atas kepergian sahabat dan wanita yang sangat dicintainya hingga detik ini. ponsel yang dipegangnya jatuh begitu saja, seiring tubuhnya yang lemas.


"Jadi sahabaku Elmira sudah tiada?"

__ADS_1


Alexa ikut menangis, bagaimanapun Elmira adalah sahabat baiknya selama ini. mereka melewati hari-hari penuh ceria dan kebahagiaan.


__ADS_2