
Jack membimbing Elmira melangkah masuk kerumah, nampak diruang keluarga duduk Devan dan Alexa. mereka berdua terlihat kaget begitu melihat dengan mata kepala sendiri, jika pemberitaan mengenai Jack dan Elmira benar-benar nyata dan bukan berita hoax. bahkan untuk meyakinkan penglihatannya, Alexa mencubit lengannya sendiri.
"Aduuuh sakiiit, berarti ini nyata." gumamnya.
"Alhamdulillah Elmira, Jack. aku ngak menyangka jika kalian berdua benar-benar masih hidup dan selamat dari tragedi tersebut." ucap Devan, dia merasa sangat bahagia meskipun dia sadar jika tidak akan bisa bersama dengan Elmira.
"Elmira, semula aku juga berfikir jika ini cuma penampakan arwah kalian, tapi setelah memastikan sendiri aku percaya jika ini benar-benar kalian sahabat ku." Alexa memeluk erat Elmira.
"Iya Alexa, ini benar aku dan suamiku Jack. kami mampu bertahan karena doa dari kalian semua. yang menyayangi kami berdua dengan tulus dan ikhlas." balas Elmira.
"Aku seakan masih tidak percaya melihat kalian berdua masih hidup , termasuk semua orang akan sama terkejutnya dengan kami, jika melihat kalian berdua muncul didepan publik." terang Dev.
"Mungkin kami akan mengadakan konferensi pers secepatnya, agar semua tahu kebenarannya."
"Ide yang bagus, papi sangat setuju sekali. dan kita juga harus mengklarifikasi dan mencari beberapa bukti tentang kejahatan Mona dan kakaknya, meskipun mereka sudah tiada." ucap papi.
__ADS_1
"Yah, semakin cepat semakin baik."
"Aku dan Elmira juga mengucapkan terimakasih pada kalian berdua, karena selama kami tidak ada. kalian sudah memberikan kasih sayang dan perhatian pada twins." ujar Jack.
"Tentu Jack, karena aku sudah mengganggap twins layaknya anak kandung ku sendiri." terang Dev yang sudah menjaga twins semenjak awal-awal kehamilan Elmira sampai mereka terlahir ke dunia.
Sore ini mereka habiskan dengan ngobrol-ngobrol diruang keluarga, Alexa dan Devan terlihat sangat antusias mendengar perjuangan Elmira dan Jack selama hidup di hutan belantara.
Tidak lupa Elmira memberitahu Erlangga, meskipun melalui sambungan telepon. mengingat cuaca yang tidak memungkinkan bagi Elmira untuk pulang kampung untuk bertemu dengan Erlangga.
"Kakak begitu bahagia dek, semula kakak begitu terpukul dengan berita kepergian mu. sekarang kakak seolah-olah sudah mempunyai semangat untuk hidup lagi." terang Erlangga.
"Jika kondisi ku sudah memungkinkan untuk perjalanan jauh, aku pasti akan mengunjungi Kakak." balas El.
"Jangan dek, kakak tahu kondisi mu seperti apa. biar kakak saja yang datang kesana mengunjungi mu dan keponakan kesayangan ku." balas Erlangga.
__ADS_1
"Benarkah kak, aku sangat bahagia sekali dan menunggu dengan senang hati kedatangan kakak."
****
Malamnya, Jack dan Elmira menidurkan twins untuk pertama kalinya. setelah sekian lama tugas mereka digantikan Oma atau pengasuh.
"Kali ini Clara ingin dibacakan dongeng tentang apa?"
"Cinderella, mi."
"Baiklah." ucap Elmira bersiap-siap untuk membacakan dongeng, namun diambil alih oleh Jack.
"Kali ini beri papi kesempatan untuk membacakan dongeng, bagaimana kalian setuju?"
"Setuju papi." ucap mereka serempak dan mulai serius dan terlihat sangat antusias mendengarkan papinya membacakan dongeng, sesuatu yang belum pernah dilakukan Jack.
__ADS_1
"Pada zaman dahulu kala, hidup lah sepasang suami istri. mereka sangat menginginkan hadir nya seorang anak......." Jack mulai mendongeng dengan ekspresi seolah-olah sedang memimpin rapat besar, sehingga bukan nya membuat twins tertidur malah mata mereka semakin terbuka lebar.