
"Doooor.... Doooor."
Tembakan yang dilayangkan Alexi dengan jarak dekat, tepat mengenai lengan sebelah kiri Jack. membuatnya tubuh Jack seketika ambruk dilantai darah segar mengalir.
" Jack......"
Teriakan Elmira memecah kesunyian, melihat hal itu Alexi segera bangkit dan bergegas untuk menyeret langkah nya yang masih tertatih-tatih berjalan meninggalkan lokasi gudang. dia tidak ingin ditangkap polisi, mengingat sampai detik ini statusnya masih buronan karena banyak nya kasus yang melibatkan dirinya. Alexi sangat licik dan selalu jeli, hingga dia tidak pernah tertangkap.
Elmira yang ketakutan, tidak sanggup melihat Jack yang terluka bersimbah darah. perlahan dia mendekat menyingkirkan rasa takut. melihat luka Jack yang parah dia langsung merobek lengan bajunya dan membalut kan pada luka bekas tembakan tersebut.
"Bertahanlah Jack, aku akan segera meminta pertolongan." ucap Elmira menaikan kepala Jack diatas pangkuannya.
"El, maa....maafkan aku. a...ku... ikhlas menerima semua ini. asalkan kamu selamat."
"Tidak Jack, kamu harus bertahan, anak-anak membutuhkan dirimu. aku sadar bagaimana pun juga mereka membutuhkan sosok figur seorang ayah."
"Apa kamu juga membutuhkan aku?"
"Jack, saat ini bukan waktunya untuk membahas itu. bertahanlah kita harus segera meninggalkan tempat ini."
Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, Elmira berusaha memapah tubuh Jack yang terasa berat menuju jalan raya. aroma tubuh Elmira membuat Jack merasa nyaman, meskipun luka bekas tembakan sangat sakit.
Elmira berusaha mengehentikan kendaraan yang lewat, dengan sebelah tangan. satunya berusaha memegangi tubuh Jack.
Sebuah mobil pickup berhenti dihadapan mereka, begitu melihat Elmira yang membutuhkan pertolongan.
__ADS_1
"Pak tolong bantu kami kerumah sakit terdekat, tangan teman saya ini terluka parah dan harus segera mendapatkan pertolongan."
"Baiklah mbak."
Sopir membantu menaikan Jack kedalam mobilnya, dan segera melaju meninggalkan lokasi.
"Apa mbak dan mas habis kena begal?"
"Ya pak."
Elmira menjawab singkat, karena tidak ingin bicara panjang lebar lagi, dia begitu mencemaskan kondisi Jack, yang sudah pingsan.
"Makanya hati-hati mbak, daerah ini rawan begal dan tindakan kriminal lainnya."
"Baiklah mbak." sopir bersemangat melajukan mobilnya.
Sampai dirumah sakit pusat, Jack langsung mendapatkan pertolongan. diapun harus menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru yang masih bersarang di lengannya.
Diluar ruangan operasi, Elmira berjalan mondar-mandir cemas, deringan panggilan masuk dari Erlangga mengagetkan nya.
"Kak Erlangga, apa yang harus aku jelaskan padanya. saat ini aku tengah bersama Jack. orang yang sangat dia benci." bathin Elmira ragu untuk mengangkat panggilan tersebut.
*****
Dirumah Erlangga mulai resah, karena sudah larut malam, Elmira belum juga kembali. dia kembali melakukan panggilan untuk ke tiga kali nya. begitu terhubung Erlangga langsung menodong dengan berbagai pertanyaan.
__ADS_1
"Elmira kamu dimana dek, kenapa jam segini belum pulang. apa kamu baik-baik saja. cepat jawab pertanyaan kakak." ucap Erlangga tidak sabaran lagi dan sangat kawathir.
"A....aku baik-baik saja kak."
"Tapi kenapa belum pulang, dan kamu lagi dimana. biar kakak jemput."
"Tapi motor kakak kan masih mogok."
"Sudah tidak lagi, seharian ini kakak memperbaiki nya. sekarang kamu dimana?"
"Aku dirumah sakit pusat kak?" Elmira akhirnya berterus terang, karena tidak ingin jika kakaknya bertambah cemas.
"Rumah sakit, dan siapa yang sakit?"
"Jack, dia terkena tembakan dua kali saat ingin menolongku diriku kak, dan saat ini kondisinya sangat kritis dan butuh banyak darah." terang Elmira, meskipun dia belum memaafkan seutuhnya perbuatan Jack, namun melihat kondisinya yang seperti ini. Elmira dituding kecemasan bahkan dia mengabaikan bunyi perutnya yang sudah minta diisi, karena belum makan apa-apa sama sekali.
"Jack, laki-laki brengsek itu tertembak. karena menolong mu?" ulang Erlangga yang masih belum percaya dengan pendengaran nya.
"Iya kak."'
"Sejak kapan kamu bertemu lagi dengan nya?"
"Sebenarnya, Jack selalu mencari dan mengikuti ku kak. dia berusaha untuk meminta maaf dan bertangungjawab pada twins. namun aku tidak pernah memberikan nya kesempatan, bahkan dia terus mengikuti sampai kejadian ini, Jack datang untuk menolongku kak, aku juga dibuat dilema. disisi lain Jack sudah menunjukkan penyesalan nya, namun hati kecilku masih enggan untuk memaafkan nya." terang Elmira mengungkapkan isi hatinya
"Kakak mengerti dek, bagaimana sakitnya perasaan mu. tapi tidak ada salahnya jika kita memberikan Jack kesempatan. paling tidak izinkan dia untuk dekat dengan Clara dan Cleo." ucap Erlangga yang sudah mencoba iklas dan memaafkan.
__ADS_1