
Dev dibuat dilema, antara nafsu dan rasa gengsi untuk menyentuh istrinya. membuat kepala Dev menjadi pusing. semakin ditahan keinginan untuk mencumbu wanita yang sudah sah menjadi istrinya tersebut semakin besar.
Setelah memastikan jika Alexa tertidur, Dev mulai dengan diam-diam menggeser posisi tidur nya sehingga semakin mendekat. dan mulai menyentuh tubuh Alexa dengan sangat pelan dan lembut, berharap gadis itu tidak terbangun dari tidurnya.
Alexa merasakan pelukan hangat tersebut, sambil berusaha untuk tenang dengan mata tetap terpejam. meskipun dia mulai gemetar dan deg-degan.
"Tetap tenang Alexa, nikmati saja. bukankah ini yang kamu inginkan sedari dulu. semoga saja Dev malam ini memperlakukan dirimu dengan sangat lembut." bathin Alexa berusaha tetap berpura-pura tidur.
Menatap wajah Alexa dengan pencahayaan yang temaram, membuat Dev ingin sekali mencium wajah cantik tersebut, entah karena pakaian Alexa yang seksi. sehingga Dev merasa bergairah sekali dan sangat sulit untuk ditahan, perlahan-lahan Dev mencium bibir manis Alexa. suasana yang begitu dingin ditambah diluar hujan yang belum berhenti seakan mendorong nya untuk memperdalam ciuman nya. bibir Alexa sangat kenyal dan manis membuat Dev tidak mau berhenti barang sedetik pun, sedangkan Alexa hanya bisa pasrah dan terus pura-pura tidak tahu dan membiarkan saja, takut Devan akan merasa gengsi dan malu, sehingga akan menghentikan aksinya nanti.
Semakin lama Devan tidak tahan, dengan perlahan namun pasti dia dia mulai melepas dengan sangat hati-hati lingerie yang masih melekat. dan kembali melakukan cumbuan dengan kelembutan, membuat Alexa ikut terhayut dengan sentuhan demi sentuhan yang membuatnya begitu bergairah.
__ADS_1
"Aaaahh....mmmhhh." ******* tertahan tiba-tiba keluar dari mulut Alexa, namun dia kembali membungkam mulutnya.
Devan terus memperdalam ciumanya, dan memanjakan Alexa dengan sentuhanya, hingga sebagian pakaian mereka tinggal dalaman yang menutupi bagian terpenting saja. dengan gerakan pelan dan hati-hati Dev melakukan tugas nya sebagai suami.
Devan maupun Alexa mersakan penyatuanya kali ini benar- benar nikmat dan indah, tanpa ada rasa paksaan maupun kekerasan.
Mereka melakukan hingga beberapa kali mencapai kepuasan, hingga akhirnya Dev ambruk disebelah Alexa, dia terlihat sangat kelelahan dan langsung tertidur begitu saja.
Alexa mencium pipi Dev lama, dan membisikan lembut ditelinga suaminya disertai kecupan kembali.
Tidak terdengar jawaban yang keluar dari bibir Dev, yang sudah memejamkan matanya, Alexa ikut berbaring disisi Dev, tidak butuh waktu lama sudah terdengar dengkuran halus yang menandakan jika keduanya sudah tertidur pulas menyambut mimpi indah bahtera rumah tanggga mereka.
__ADS_1
Sementara dikamarnya, mami terseyum puas dan sangat senang sekali, dia sudah paham apa yang dilakukan anak menantunya di dalam kamar, meskipun dia hanya menguping dan mendengar melalui suara ******* saja.
"Usahaku malam ini berjalan sukses, seperti yang aku harapkan." tersenyum bahagia.
"Ya mi, aku ikut senang mendengarnya" balas papi mulai memeluk hangat istrinya.
"Ah...papi ngapain sich? ikut- ikutan genit."
"Ayolah mi..bentar aja. masak kita kalah sama yang muda." bujuk papi mulai mengelus tangan istrinya mesra.
"Ngapain sich pi." mami masih enggan untuk meladeni suaminya malam ini, dia lebih fokus pada permainan anak menantunya, sambil membayangkan akan memiliki cucu.
__ADS_1
"Mami mulai pikun ya, sekarang malam Jumat, kita harus sunah rasul, serta bikin Adek lah untuk Devan, biar nanti anak mereka ada teman buat bermainnya." tersenyum mesum sambil membujuk mami.
" Astagfirullah...,, papi ingat umur dong." ucap mami sedikit kesal, namun dia mengikuti juga keinginan suaminya tersebut. meskipun bibirnya terus menolak namun tidak dengan bahasa tubuhnya.