Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Pisang hutan


__ADS_3

Elmira berusaha untuk membuka matanya, seluruh tubuhnya terasa sakit dan perih. air mata mengalir sedangkan kedua bibirnya tidak mampu digerakkan, dia sangat kehausan tenggorokan nya terasa sangat kering.


"Haus....haus..." hanya itu yang bisa terucap, sambil melihat air sungai dihadapannya. diliriknya Jack masih terdiam pingsan disebelah nya.


Susah payah Elmira menggerakkan tubuhnya untuk mencapai air, dia ingin minum sebanyak mungkin untuk menghilangkan dahaganya.


"Yes berhasil."


Ketika dia bisa mencapai air sungai dengan tangannya, dia tidak peduli apakah air ini steril untuk diminum. yang penting dia bisa meneguk air tersebut, cukup lama Elmira meneguk air sungai dengan mengunakan tangannya sebagai alat bantu untuk mengambil air dan meminumnya. setelah itu dia mengambil lagi, kali ini bukan untuk dirinya. melainkan Jack.


Elmira membantu meminumkan meskipun Jack masih belum merespon.


"Jack, sadarlah. kita harus segera keluar dari tempat ini." ucap Elmira terus berusaha untuk membantu Jack agar kembali sadar. perlahan jemari tangan Jack bergerak, tanda merespon ucapan Elmira. meskipun kedua matanya masih tertutup.


"Jack, bagunlah suamiku sayang..... Papskey aku mencintaimu dan tidak bisa hidup tanpa mu, sayang...hick...hick..." tangis Elmira pecah, dia begitu takut kehilangan Jack.

__ADS_1


"El, aku tidak akan pernah meninggalkan mu sayang. karena aku juga mencintaimu sekarang dan untuk selamanya." ucap Jack tiba-tiba sambil memaksakan senyuman dibibir nya.


"Papskey, akhirnya kamu sadar."


Elmira yang sudah mempunyai sedikit tenaga, langsung memeluk erat tubuhku Jack. dia begitu bahagia melihat Jack yang sudah sadar. meskipun mereka berdua terjebak didasar jurang yang sangat dalam yang dikelilingi hutan dan pegunungan.


"Sayang, dengan cara apa kita keluar dari hutan ini. tidak mungkin kita akan memanjat tebing yang sangat tinggi itu yang bahkan untuk berpegangan pun tidak ada?"


"Sayang, percayalah kita pasti akan menemukan jalan keluar. buktinya saja, kita berdua selamat dari kecelakaan yang mustahil bisa selamat dengan kondisi mobil dan situasi tempat kecelakaan kita yang seperti ini." ucap Jack.


"Sayang, tapi ini sudah hampir malam, dan tidak ada satupun yang datang memberikan kita pertolongan. dan kita berdua juga sudah kelaparan karena tidak makan apapun disini." rengek El yang mulai ketakutan saat mendengar suara binatang buas.


"Sayang, itu ada pisang hutan. kamu duduklah disini. aku akan mengambilkanya untuk mu."


"Hati-hati ya Papskey."

__ADS_1


Susah payah Jack merobohkan pisang tersebut, mengambil buahnya untuk diberikan pada Elmira. yang menyambut dengan antusias.


"Rasanya enak dan manis."


"Makalah yang banyak, agar kita bisa mempunyai tenaga yang cukup untuk keluar dari sini." ucap Jack dan kembali mengupasnya dan menyuapi Elmira.


"Papskey, kamu juga harus makan yang banyak sayang." melakukan hal yang sama, meskipun kondisi mereka sedang memprihatinkan, namun tidak mengurangi kemesraan mereka berdua.


Jack membersihkan botol yang terbawa arus sungai, lalu menggunakan nya sebagai alat untuk mereka minum.


"Sayang, aku sudah sangat kenyang dengan memakan pisang dan minum air sungai ini." ucap Elmira seraya mengelus perutnya.


"Ha..ha..., sayang kamu lucu sekali."


Setelah kenyang, Jack bersandar dibawah pohon besar dan rindang. sedangkan Elmira merebahkan tubuhnya dan tidur kepalanya berbantalkan pada paha Jack. rasa lelah dan letih membuat mereka tertidur pulas dan tidak mengetahui keadaan disekitarnya, dimana beberapa orang laki-laki bertubuh besar sudah mengepung mereka berdua.

__ADS_1


"Bawa mereka berdua ke markas." ucap ketua komplotan yang menatap kearah Jack dengan penuh kebencian.


"Siap bos."


__ADS_2