
Dua tahun kemudian.......,
Disebuah hunian yang nyaman, Elmira mulai disibukkan dengan runititas nya mengurus dua bocah kembar yang sangat mengemas kan. mainan anak-anak berserakan disetiap sudut ruangan, karena mereka mulai aktif bermain.
Elmira merasa hari-harinya semakin indah, kehadiran baby Clara dan Cleo membuatnya melupakan masa kelam yang pernah dialaminya. bibir mungilnya tidak pernah mengeluh untuk mengurus sikembar dengan penuh kasih sayang.
Sedangkan madam Jane, disibukkan didapur untuk memasak bubur kesukaan Clara dan Cleo untuk sarapan mereka nanti.
"Mami....."
"Mami...."
Teriak ke-dua bibir mungil, saat melihat sang mami tengah membawa dua botol susu vanilla kesukaan twins.
"Ini buat Clara."
"Satu lagi untuk Cleo."
"Hole...makacih mami..."
"Iya sayang."
"Uhuchk... uhuchk.... Clara keselek minumnya, sehingga dia terbatuk-batuk dengan mata yang sudah memerah.
"Sayang, makanya minum itu pelan-pelan." Elmira segera memeluk Clara, seraya menepuk-nepuk pelan punggung nya.
__ADS_1
Melihat adiknya digendong, Cleo tidak mahu kalah. dia ikut merengek pada mami untuk minta digendong juga. alhasil Elmira dengan senyum ikhlas mengendong kedua anak-anaknya yang cantik dan juga sangat tampan.
Elmira mendudukkan kedua Anaknya di baby seat, karena ingin memberikan Clara dan Cleo bubur buatan madam.
"Tunggu mami disini ya."
"Iya mami."
Clara yang paling patuh dan nurut, beda dengan kakaknya Cleo yang tidak mau diam. selalu aktif bergerak. bahkan dia membuka pengamanan duduknya saat ingin turun.
Tiba-tiba brunggghh...... tubuh bontot itu jatuh kelantai.
"Hu ..hick...hick....mami.....cakiiit." teriak Cleo sambil menagis, melihat Cleo yang menagis kesakitan, Clara ikut-ikutan juga menagis.
"Hick...hick... Cleo....eo atuh mi...." teriak Clara.
Elmira dan madam Jane segera berlari menghampiri nya. suasana rumah kembali dihebohkan dengan suara tangisan sikembar secara bersamaan dan saling sahut-sahutan.
Elmira langsung meriksa kondisi Cleo, untung lah tidak terjadi cindera apapun. cuma jidatnya sedikit kemerah-merahan, Oma Jane segera menyiapkan kompres dengan air es.
"Lain kali, Cleo patuh ya sama perkataan mami."
"Iya mi, maafkan Eo."
"Ya udah, sekarang kesayangan mami sarapan dulu."
__ADS_1
"Ngak mau, Eeo kan lagi atiit. jadi ami harus suapi Eeo... ya."
Cleo pintar beralasan, membuat madam Jane teringat Jack yang mempunyai sifat sama persis dengan Cleo semasa kanak-kanaknya dulu.
"Oke, buka mulutnya." menyuapi Cleo.
"Mami....mami ... lihatlah Aara, bisa makan cendili." ucap Clara bersemangat dengan mata berbinar-binar, menunggu pujian dari mami atau Oma Jane.
"Yea...hebat putri mami."
"Ini minum dulu sayang, tapi pelan-pelan ya."
Clara dan Cleo minum bersamaan, saat mulut kecil imut itu bergerak pelan, perut mereka juga ikutan bergerak. sehingga terlihat sangat lucu layaknya balon.
"Anak-anakku, mami sangat menyayangi kalian berdua, I Love You twins...."
"Love You...too ami."
Elmira mengajak bercanda kedua anak-anak nya, keceriaan dan canda tawa mereka, mampu membuat nya merasa sangat bahagia.
Elmira juga sangat beruntung, dipertemukan dengan madam Jane yang tulus dan baik. selama ini mereka masih mengandalkan sisa uang pemberian Jason, untuk bertahan hidup. namun seiring berjalannya waktu Jason juga tidak pernah menghubungi mereka lagi.
Sedangkan untuk bantuan yang diberikan Dev secara cuma-cuma, Elmira selalu menolak dengan halus. dia tidak ingin berhutang budi terlalu banyak lagi pada laki-laki yang pernah dicintainya itu.
"El, jika kamu keberatan dengan bantuan ku, bagaimana kalau kamu bekerja diperusahaan ku. kebetulan salah seorang staf keuangan ku mengundurkan diri setelah pindah ke negara lain."
__ADS_1
"Baiklah Devan, karena aku juga ingin masa depan yang cerah untuk Clara dan Cleo."