Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Calon ayah siaga


__ADS_3

Sudah masuk hari ketiga, berturut-turut Alexa masih merasa pusing dan mual. selera makannya ikut berkurang. dia hanya menyukai jus buah-buahan segar yang dominan dengan rasa asam. tubuhnya semakin lemah karena tidak ada makanan yang masuk ke perutnya.


"Woek." Alexa kembali memuntahkan, apa yang dia rasakan sekarang masih sama dengan yang kemaren. mual, muntah dan pusing. bahkan dia tidak menyukai aroma bawang yang menurut nya begitu menyengat hidung. demi kenyamanan Alexa, Dev melarang pelayan memasak makanan yang mengandung bawang.


"Ya Tuhan, aku harus bagaimana sebenarnya aku sakit apa ya? apa jangan-jangan aku tengah hamil. tapi aku takut terlalu berharap jika kenyataan tidak sesuai dengan harapan ku nantinya." bathin Alexa.


"Aku kembali ingin minum jus mangga." berjalan pelan menuju pintu, tiba-tiba kepalanya berputar dengan cepat Alexa berpegang pada sisi pintu sebelum akhirnya tubuh Alexa ambruk dilantai. beruntung pelayan segera mengetahui dan menghubungi Dev segera.


"Baik, saya akan segera pulang."


Dev yang panik, seakan berpacu dengan waktu. dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. sehingga tidak butuh waktu lama bagi Dev untuk sampai dirumah.


Langkah panjang Dev begitu cepat dan segera menuju kamar mereka. begitu sampai dikamar dia langsung mengangkat Alexa membawa menuju mobilnya.

__ADS_1


***


Alexa tersadar, dilihatnya sekeliling ruangan serba putih. menandakan jika dia sudah berada dirumah sakit yang semula begitu takut dia kunjungi.


"Astaghfirullah, apa yang aku takutkan sudah terjadi. tapi nggak papa lah, paling tidak aku tidak melihat mereka menusukkan jarum tersebut secara langsung." melirik tangannya yang sudah terpasang infus.


"Alexa, kamu sudah bangun nak. bagaimana perasaan mu sekarang apa masih sering pusing dan mual." tanya mami yang sudah berdiri disampingnya.


"Sudah agak mendingan sih mi."


"Mi, sebenarnya aku sakit apa sih?" tanyaku penasaran.


"Alexa, kamu itu tidak sedang sakit sayang. tapi kamu itu tengah hamil muda. cucunya mami. maaf kami dan dokter belum sempat memberitahu mu, karena pemeriksaan dilakukan saat kamu masih pingsan barusan" ucap mami antusias.

__ADS_1


"Apa, aku hamil mi?" tanyaku seakan-akan tidak percaya dengan pendengaran sendiri.


"Iya sayang, kamu hamil anaknya Dev." ulang mami.


"Alhamdulillah, akirnya aku hamil juga." tanpa sadar air mata penuh haru mengalir dikedua pipinya.


"Alexa, terimakasih ya nak. karena sudah mengabulkan keinginan terbesar mami. jaga dan rawatlah kandungan mu dengan baik, Ki semua menggantungkan harapan yang begitu besar padamu sayang."


"Tentu mi, karena ini adalah anugerah terindah yang dititipkan oleh tuhan padaku. aku akan menjaga dan merawat dengan sebaik mungkin." jawab Alexa, senyum tidak lepas menghiasi bibir mungilnya.


"Sayang, sehat terus ya diperut bunda." Alexa mengelus dengan penuh kasih sayang perutnya yang masih datar.


"Dev, mulai sekarang kamu harus memberikan perhatian ekstra untuk Alexa, apapun keinginannya harus kamu turuti. agar calon bayimu nantinya tida ileran." pesan mami seraya menepuk punggung Dev

__ADS_1


"Iya mi." ucap Dev yang masih tidak percaya jika dia sudah berhasil menghamili Alexa, karena selama ini Dev merasa jika Alexa lah yang memperkosanya.


Selama dirawat dirumah sakit, Dev memang menunjukkan perhatiannya. entah karena ada orang tua Alexa dan mami nya, yang jelas sikap Dev seolah-olah menunjukkan jika dia adalah calon ayah yang siaga dan cepat tanggap.


__ADS_2