Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Rasa kehilangan


__ADS_3

"Tidak...tidak...tidak mungkin adikku celaka." pekik Erlangga menangis sedih dan merasa gagal menjalankan amanah almarhum kedua orang tua nya untuk menjaga dan melindungi Elmira sampai kapanpun.


Erlangga yang mendengar berita kecelakaan yang menimpa adiknya sangat terpukul dalam kesedihan panjang, diapun segera menuju Negara tersebut, berharap segera menemukan adik perempuannya.


"Semua ini kesalahanku, coba saja aku bisa mencegah mereka untuk pergi bulan madu ke luar negeri, dan memilih liburan di negara ini saja. mungkin kejadian buruk ini tidak menimpa mereka berdua, Elmira adikku...hu...hu..semoga sesuatu yang buruk tidak menimpamu, aku yakin kamu perempuan kuat adikku." ceracauan Erlang, yang tidak sabaran lagi untuk segera sampai di Swiss.


"Aku harus ikut memantau dalam pencarian adikku. aku yakin mereka berdua masih hidup." ucap Erlangga sambil menghapus air matanya.


****

__ADS_1


Sudah satu minggu terlewatkan, namun pencarian Elmira dan Jack belum membuahkan hasil yang memuaskan. setelah diperiksa tidak ditemukan tanda-tanda jika mereka meninggal dalam mobil yang meledak, berdasarkan pengamatan kemungkinan mereka tersesat di hutan atau jatuh kedalam sungai yang mempunyai arus cukup kuat, sehingga pencarian pun dilakukan dengan menelusuri sungai dan hutan tersebut.


Pemberitaan semakin heboh, termasuk munculnya beberapa orang paranormal ternama yang ingin pansos. mereka berlomba-lomba memberikan hasil penerawangan mereka dengan spekulasi yang berbeda-beda. ada yang mengatakan jika Jack dan istri nya, masih hidup dan ada juga yang mengatakan sudah meninggal, dan lebih parah lagi ada yang mengatakan jika mereka sudah bisa berinteraksi dengan roh Jack dan Elmira secara langsung dan menyampaikan pesan-pesan khusus pada keluarga yang ditinggalkannya. namun pihak keluarga Jack tidak ambil pusing pemberitaan tersebut, mereka lebih memilih fokus pada pencarian anak menantu mereka yang menghilang bak ditelan bumi.


Seorang sahabat Dev, yang memiliki kemampuan supranatural, menerawang dengan mengunakan mata bathin nya. mengatakan jika keberdaan pasangan itu ditempat yang sulit ditemukan, posisi mereka sangat gelap dan berada disebelah Utara hutan belantara yang masih perawan belum tersentuh oleh tangan manusia. yang sangat rawan binatang buas. dia berharap mereka bisa bertahan dan segera mendapatkan pertolongan.


"Apa kamu yakin dengan mata bathin mu, Fred."


"Baiklah, aku akan memerintahkan orang-orang ku untuk melakukan pencarian. mudah-mudahan ada titik terang." balas Dev.

__ADS_1


****


Twins yang biasanya ceria dan berlarian, seakan mengerti dengan kondisi yang menimpa ke-dua orang tuanya. mereka berdua lebih banyak diam. rumah besar yang biasanya heboh oleh gelak canda, maupun tangisan mereka berdua, tiba-tiba terasa sepi. Clara dan Cleo murung dan tidak bersemangat untuk berlarian dengan mainan mereka.


Madam Jane ikut sedih melihat twins, sesekali mereka menanyakan keberadaan mami dan papi mereka yang belum juga pulang. padahal Jack dan Elmira berjanji bahwa hari ini akan pulang dan membawakan mereka oleh-oleh spesial dari Swiss.


Sebagai sahabat, Alexa tidak tega melihat twins, selama proses pencarian berlangsung. dia sengaja menginap dirumah orang tua Jack. berusaha untuk menghibur twins sebisa nya.


"Hallo Dev, bagaimana hasil pencarian tentang Jack dan Elmira?" Alexa menghubungi suaminya.

__ADS_1


"Belum ada hasil, sebaiknya kamu terus berdoa semoga mereka baik-baik saja. dan tolong kamu perhatikan anak-anak Elmira dengan baik." ucap Dev dingin, karena sampai detik ini dia masih belum bisa menerima kehadiran Alexa sebagai istri. bahkan menyentuh tubuh Alexa saja, sudah seperti kesalahan besar yang tidak ingin dia ulangi lagi.


"Tentu Dev, aku akan selalu berdoa yang terbaik buat sahabat ku." sambil menatap foto Elmira yang tengah tersenyum menatap balik kearahnya.


__ADS_2