
Tubuh Jack menggigil dengan dagunya yang bergetar karena kedinginan, Jack merasa tubuh nya seakan sudah membeku. dia tidak mampu untuk bertahan lama. seketika dia ambruk jatuh dilantai halaman rumah Elmira.
"Bruuuaggkkk."
Madam Jene yang semula hanya memperhatikan dari jauh, tidak mampu menahan dirinya lagi. dia langsung berlari keluar kamar.
"Nak, izinkan ibu membantu tuan muda Jack. kasihan dia yang sudah pingsan kedinginan." bujuk madam. namun hal itu tidak membuat Elmira bergeming dia terus menangis sambil memeluk lututnya.
Madam mengerti kondisi Elmira, tidak mudah baginya menerima begitu saja perbuatan Jack dimasa lalu.
Perlahan Elmira bangkit, berjalan menuju kamarnya dengan menutup rapat pintu. tidak ada satu katapun terucap dari bibirnya lagi.
Sedangkan madam Jane langsung keluar rumah untuk membantu Jack yang terlentang dibawah guyuran hujan.
"Tuan muda, bertahanlah."
__ADS_1
Jack hanya bisa mengerakan matanya perlahan, menandakan jika dia masih bisa untuk mendengar dan masih tersadar. meskipun dengan nafas yang tersendat-sendat seperti kekurangan oksigen. mulutnya sedikit terbuka karena berupaya menarik nafas dari mulut.
Madam berusaha keras untuk memapah tubuh Jack, dan membaringkan nya pada sofa kecil yang terdapat di teras.
"Kondisi tuan muda terlihat kritis, aku harus menghubungi sopir pribadinya untuk menjemput kesini. dia harus mendapatkan penanganan terbaik, sebelum sesuatu yang buruk menimpa nya. karena sedari kecil tuan muda tidak bisa terkena air hujan yang dingin."
Madam juga memperhatikan beberapa luka memar dan lembab ditubuh Jack, yang merupakan bekas pukulan Elmira yang tidak mampu mengendalikan dirinya begitu melihat kemunculan Jack.
"Tuan muda, aku mohon kali ini cobalah untuk memahami nona Elmira. jangan buat dia semakin sedih dan tertekan, bersabar lah. aku yakin dia pasti akan luluh. sebaiknya tuan pulang dulu tunggu suasana hati Elmira membaik."
"Baiklah, ibu." ucap Jack yang membuat madam Jane terharu.
"Ya, sedari kecil aku tahu madam sudah merawat ku dengan penuh kasih sayang, hingga kedua anak-anakku madam perlakuan dengan hal yang sama, aku tidak tahu dengan cara apa untuk membalas semua ini, selain kata ibu." Jack berusaha untuk merangkul tubuh madam Jane.
"Anakku..." mereka berpelukan penuh haru.
__ADS_1
Tidak begitu lama sopir pribadi Jack, datang menjemput, madam menatap sedih mobil yang membawa pergi Jack menuju mention.
Begitu sampai, pelayan segera menghubungi dokter untuk memeriksa kondisi Jack, untuk mendapatkan perawatan. yang membuat Jack tertidur cukup lama efek dari obat yang mereka berikan.
****
Selepas kepergian Jack, Elmira menyusun semua pakaiannya dan twins, dia ingin pergi sejauh mungkin dari Jack.
"Nak, apa yang kamu lakukan?"
"Ibu aku ingin pergi sejauh mungkin, membawa Anak-anakku, agar laki-laki bajingan itu tidak menemui kita lagi."
"Kita akan pergi kemana nak, diluar cuaca sedang tidak bersahabat. hujan masih belum reda hingga sekarang." bujuk madam berusaha menenangkan Elmira yang kembali menagis.
"Bersabar lah nak, ibu akan berbicara dengan tuan Jack. mudah-mudahan dia mau mengerti dan tidak akan mengusik ketenangan mu dengan anak-anak."
__ADS_1
Elmira sedikit tenang, setelah madam Jane susah payah untuk membujuknya. dia juga belum mempunyai tujuan yang jelas untuk pergi. dulu Dev atau asisten Jason selalu ada kapanpun dia butuhkan, namun sekarang Elmira tidak mungkin meminta pertolongan mereka lagi, terutama Devan. Elmira tidak ingin merusak kebahagiaan sahabatnya.
Pagi hari yang cerah, Jack membuka matanya sambil meraba sisi tempat tidur, semalam dia kembali bermimpi indah tidur satu ranjang dengan Elmira. seketika bibir Jack mengukir sebuah senyuman. sambil memperhatikan bekas luka ditubuh nya. dia ikhlas menerima semuanya.