
"Ibu, ini kesempatan untuk kita kabur dari Jack. aku ingin pulang ke kampung kelahiran mamaku. aku yakin Jack tidak akan menemukan kita disana. dan berfikir jika kita masih berada dinegara ini." ucap Elmira begitu bersemangat, apalagi setelah dia mendapat kabar dari lapas tempat kakaknya ditahan dulu, mereka mengatakan jika Erlangga sudah bebas dan mencari-cari dirinya.
Madam Jane terdiam sesaat, dilubuk hati terdalam nya perempuan paruh baya itu berharap jika Jack dan Elmira bisa bersatu. dia dibuat dilema dengan keputusan Elmira, jika madam menolak tentu Elmira akan salah paham dan berfikir jika madam Jane yang sudah dia anggap sebagai ibu kandung sendiri, lebih berpihak pada Jack. dia sangat menyayangi Elmira dan anak-anak nya, sehingga mau tidak mau madam Jane akhirnya mengikuti saja apapun keputusan yang diambil oleh Elmira.
"Madam, dikota kecil kelahiran mamaku sangat indah dan bersih. udaranya juga sejuk, disana nantinya aku ingin bekerja demi masa depan anak-anakku. kita juga akan memulai kehidupan baru." ucap Elmira bersemangat karena membayangkan bertemu lagi dengan kakak tersayang nya Erlangga.
"Baiklah nak, ibu setuju saja apapun keputusan terbaik darimu."
"Clara dan Cleo, maafkan kami nak, karena menurut mami ini yang terbaik untuk kita semua." ucap Elmira merangkul anak-anak nya. buah hati yang begitu dicintainya, Elmira tidak ingin Jack kembali datang dan merebut kedua anaknya.
"Bagaimanapun Jack adalah orang yang berkuasa, dia bisa saja melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hak asuh Clara dan Cleo. dengan uang apapun bisa terjadi, ibu. untuk itu kita harus menghindari darinya."
Madam hanya diam, dia tidak menanggapi ucapan Elmira. tiga buah koper berukuran besar sudah terisi pakaian dan barang pribadi mereka. pagi ini dengan penerbangan utama Elmira akan kembali ketanah air tercinta. membawa serta dua buah hati yang sangat dicintainya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan jauh, ke-dua anak-anak tidak ada yang rewel. Clara dan Cleo begitu menurut dan lebih banyak tidur. tidak seperti sebelum pesawat mereka mendarat Cleo sempat rewel tidak henti-hentinya menangis. sampai Elmira kewalahan untuk memenangkan buah hati nya tersebut.
Senyum Elmira mengembang dengan perasaan bahagia, begitu melangkah kan kakinya keluar dari Bandara internasional.
Mereka menaiki taxi yang akan mengantarkan mereka menuju stasiun kereta. pandangan Elmira lebih tertuju keluar jendela, sambil menikmati alunan musik. yang diputar salah satu stasiun radio. yang begitu sesuai dengan suasana hatinya yang merindukan tanah kelahiran setelah sekian lama pergi.
Sampai di stasiun, mereka langsung menaiki kereta kelas ekonomi. Elmira membelai lembut penuh kasih sayang Clara dan Cleo yang tertidur pulas. dalam kereta yang tengah melaju.
"Sampai kapanpun, mami tidak akan rela jika Jack kembali dan mengambil kalian berdua. mami akan mempertahankan dan melindungi kalian nak." Elmira tersenyum senang, begitu kereta sudah berhenti di stasiun kota kelahiran ibunya.
"Ayo sayang, kita sudah sampai dirumah Oma dan opa." ucap Elmira berjalan sambil menarik koper diikuti madam dan anak-anak nya.
"Elmira adikku, akhirnya engkau kembali pulang." Erlangga berlari menyambut kedatangan Elmira.
__ADS_1
"Kakak." mereka berpelukan penuh haru dan air mata.
"Elmira, siapa mereka?"
Erlangga meregangkan pelukannya, sambil menatap dua orang bocah kecil dan madam Jane yang masih memegangi koper besarnya.
"Mereka berdua anak-anakku, dan ini madam Jane wanita yang sudah aku anggap sebagai ibu kandung sendiri. dialah yang selalu ada untukku selama ini."
Erlangga masih tercekat tidak percaya, bahkan dia kembali menatap Clara dan Cleo secara bergantian.
"Ceritanya panjang, kak."
"Baiklah, sekarang masuk dan istrahat lah dulu. setelah itu kamu hutang penjelasan pada kakak."
__ADS_1
"Baiklah kak."