
Jack mengerjapkan matanya perlahan, meskipun masih sangat berat untuk dibuka, diliriknya Elmira yang masih tertidur pulas disamping nya.
Degh...
"Tempat apa ini?"
Berbagai pertanyaan berkecamuk, begitu mendapati ke-dua tangannya dan Elmira yang sudah terikat dibelakang punggung mereka masing-masing.
"El...Elmira, bagunlah sayang...." Jack berusaha membangunkan Elmira yang masih tidur pulas meringkuk disampingnya.
"Jack, kita dimana?"
Elmira terlonjak kaget, begitu mengetahui posisi mereka yang sama-sama terikat disebuah gubuk. meskipun begitu mereka berdua masih bisa untuk mengintip situasi diluar melalui celah-celah dindingnya.
"Tempat ini sempit dan kumuh, siapa yang sudah menyekap kita berdua ditempat ini Jack."
"Aku tidak tahu El, yang jelas begitu bagun dari tidur. kita berdua sudah berada ditempat ini." ucap Jack mencoba melepaskan tali yang mengikat tubuh nya.
Jack kembali mengedarkan pandangannya. tempat sepi dikelilingi hutan, jauh dari pemukiman banyak penduduk. kedua tangannya terasa perih dan pegal karena terikat dengan posisi menghadap kebelakang. serta penasaran tentang siapa dalang yang telah menculik dirinya dan Elmira.
"Pasti ada yang ingin mencelakai kita berdua, kita harus segera kabur dan meninggalkan tempat ini Jack, aku takut..." bisik Elmira disela-sela isakan tangis. disaat seperti ini dia sangat merindukan ke-dua anak-anaknya, Elmira belum siap jika harus mati dan berpisah dari mereka yang masih kecil-kecil dan membutuhkan kasih sayang orang tua yang lengkap.
"Clara, Cleo... kesayangan mami, mami sangat merindukan mu, nak."
Tepuk tangan, seseorang dari arah yang berlawanan membuat tangis Elmira terhenti. segera Jack dan Elmira menoleh kearah suara karena penasaran dengan sosok orang yang telah membuat mereka celaka lalu sekarang membekapnya, mengingat Elmira merasa tidak mempunyai musuh selama ini. sedangkan Jack langsung curiga jika dalang dibalik semua itu adalah Alexi.
__ADS_1
"Alexi, Mona?"
Jack tercekat, sambil berusaha untuk mengeluarkan suara. dia tidak menyangka jika yang menculik dirinya saat ini adalah musuh bebuyutan nya Alexi dan mantan tunangan Mona.
"Ya aku musuh bebuyutan mu Jack....ha...ha..., dan perlu kamu ingat, Mona adalah adik kandung ku sendiri."
"Brengsek...., kamu Mona. jadi selama ini kamu sudah menipu keluargaku lalu kalian bejersama dibelakang kami. bersyukur aku tidak jadi menikahi wanita iblis seperti mu, Mona." ucap Jack merasa jijik melihat Mona.
"Ya Jack, tapi aku benar-benar mencintai mu, namun kamu malah memilih wanita murahan ini." Mona menjambak rambut Elmira, membuat gadis itu kesakitan.
"Lepaskan tangan kotor mu ditubuh istri ku." teriak Jack, namun dia tidak bisa membantu karena ke-dua tangannya masih terikat kebelakang.
"Ha...ha...., bagaimana rasanya Jack, saat melihat wanita pujaanmu disiksa. dan kamu tidak berdaya untuk menolongnya." ucap Alexi meledek Jack.
Mona berdiri tepat dihadapan Elmira, dia berjongkok sebelah tangannya maju menarik kasar rambut panjang Elmira dan menampar keras wajahnya. sehingga Elmira berteriak kesakitan. melihat hal itu Mona tertawa bahagia.
"Iblis kalian, jangan sakiti istri ku. kalau kalian mau balaskan saja semuanya padaku, Elmira tidak tahu apa-apa dengan permasalahan kalian dengan ku." ucap Jack meronta-ronta.
"Tidak Jack, permainan ini jauh lebih mengasyikkan dan menyayat hatimu, dari pada menyakiti tubuhmu secara langsung." ucap Alexi tersenyum puas.
"Ini belum seberapa dengan rasa sakit yang aku rasakan, kamu mengambil laki-laki yang menjadi bagian dari hidupku." ucap Mona, bahkan dia merampas paksa cincin berlian pemberian Jack yang tengah dipakai Elmira.
"Aku tidak pernah merebut Jack darimu, kami
berhubungan jauh sebelum kalian dijodohkan dan bertunangan." terang Elmira disela-sela tangisan nya.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan, dasar ******." emosi Mona memuncak, sebelah tangannya terangkat.
"Plack... plakc."
Tamparan keras melayang dikedua belah pipi Elmira, membuat dia meringis kesakitan dengan sudut bibir yang mengalir darah segar.
"Hentikan!!!!"
Tidak ada yang mendengar teriakan dan kemarahan Jack, yang tidak sanggup melihat wanita yang dicintainya disiksa didepan mata kepalanya sendiri. tubuh Jack meluruh merutuki ketidak berdayanya menolong Elmira yang kesakitan.
"Maafkan aku... maafkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk mu, sayang." ucap Jack yang sangat membenci keadaan dan kelemahannya.
"Sangat Romantis dan mengharukan."
Alexi semakin puas melihat bathin Jack yang tersiksa, jauh lebih menyenangkan dari pada mengotori kedua tangannya untuk memukul tubuh Jack.
"Kalau aku tidak bisa memiliki Jack, maka orang lainpun tidak akan aku biarkan untuk mendapatkan dirinya." terang Mona yang akan menghujamkan sebuah pisau tajam ketubuh Elmira.
"Tolong jangan bunuh aku, kedua anak-anakku masih membutuhkan aku. aku mohon... ampunilah aku hick...hick..."
"Hentikan Mona, aku mohon... jangan sakiti Elmira, bunuh saja aku jika itu bisa membuat sakit hatimu mereda." ucap Jack.
"Aku tidak bodoh Jack, justru sikapmu yang seperti inilah yang membuat ku tidak sabar lagi mengirim perempuan ini ke neraka jahanam ha...ha...tamatlah riwayat mu ditangan ku, Elmira..."
"Clara, Cleo.... anakku."
__ADS_1
Kata terakhir yang ingin Elmira ucapkan, seraya memejamkan kedua matanya saat melihat Mona mengangkat pisau. dan kembali mengarahkan ke perut bagian bawah nya. melihat hal itu Jack kembali memukul-mukul tubuh nya sendiri menyesali keadaannya.