Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Rencana lamaran


__ADS_3

Elmira mengelus sayang rambut Clara dan Cleo, yang baru saja tertidur dengan pulas sehingga dengkuran halus keluar dari sudut bibir bocah yang tengah aktif-aktifnya tersebut. suara getaran ponsel diatas nakas mengagetkan Elmira, segera dia menyambar karena tidak ingin anak-anak akan terbangun, lalu dia berjalan pelan agak menjauh.


"No baru, siapa..?"


Elmira memperhatikan no panggilan baru tersebut, dia terlihat ragu untuk mengangkat nya. namun panggilan masuk kembali membuat ponsel itu berdering, mau tidak mau, Elmira mengangkat.


"Hallo dengan siapa ini?"


"Elmira, ini Tante sayang."


"Nyonya Elizabeth?"


"Iya nak, bagaimana dengan Clara dan Cleo. apa mereka baik-baik saja?"


"Iya nyonya, mereka baru saja tidur."


"Elmira, bagaimana dengan penawaran Tante. please jangan tolak keinginan Tante."


Elmira kembali terdiam, rasanya sangat sulit untuk mengungkapkan kata setuju ataupun ingin menolak, karena sejatinya Elmira juga sudah menerima kembali kehadiran Jack dihatinya.


"El, kamu kenapa diam? apa hal ini menandakan jika kamu setuju?" ulang Elizabeth.


"Ya Tante."

__ADS_1


Refleks Elmira menutup bibirnya, menyesali keceplosan nya barusan.


"Syukurlah, Tante sangat senang sekali mendengarnya nak. mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan nyonya lagi, tapi panggil mami sama seperti Jack."


"Iya mi."


"Rasanya sangat bahagia mendengarkan kamu mengucapkan kata-kata itu nak."


"Elmira, sebenarnya mami sudah tidak sabaran lagi untuk langsung melamar mu untuk menjadi istri Jack, terutama bertemu Clara dan Cleo. lusa aku dan Jack akan kesana lagi untuk melamar mu ya."


"Baiklah mi."


*****


Pagi yang cerah ini, mami mulai sibuk mencarikan pakaian yang cocok untuk sang putra, agar Jack terlihat sempurna dimata El. selain acara lamaran, Elizabeth nantinya juga akan bertemu dengan cucu-cucu kesayangan nya, sehingga membuat semangatnya semakin bertambah untuk segera melakukan acara lamaran.


"Iya, padahal mami sangat ingin kamu tampil sebaik mungkin. pokoknya misi kita untuk meluluhkan kerasnya hati Elmira, kali ini harus berhasil nak."


"Mi, Elmira adalah wanita sederhana. bagaimana menurut mami jika aku berpenampilan sederhana namun menarik."


"Ide yang bagus."


Akirnya pilihan jatuh pada kaos warna putih dengan stelan Jeans model kekinian, memperlihatkan bentuk tubuhnya yang kekar.

__ADS_1


"Wah, kamu terlihat jauh lebih muda. mami yakin Elmira akan terpesona nantinya."


"Tentu mi."


"Bagaimana dengan cincin untuk proses lamaran nya, apa kamu sudah mempersiapkan nya Jack."


"Sudah mi, kali ini aku ingin yang terbaik untuk calon istri dan ibu dari anak-anakku." tersenyum puas.


Jack dan keluarganya menempuh perjalanan jauh, tapi semua itu tidak menyurutkan semangat mereka. apalagi mami dia sudah tidak sabaran lagi ingin melihat cucu-cucu nya, Clara dan Cleo yang baru dia lihat melalui layar ponsel Jack.


"El, semoga kamu tidak menolak ku lagi kali ini. aku berharap kedepannya kita bisa menjadi pasangan yang paling berbahagia didunia ini. mengalahkan segalanya." bibir Jack tidak henti-henti tersenyum, dengan detak jantung yang mulai saling berpacu kencang ketika mobil mulai memasuki perkarangan rumah Elmira. rasa rindu dan gugup menjadi satu, sehingga membuat langkah Jack terlihat kaku saat akan menuju pintu masuk.


"Santai lah Jack, papi yakin semua akan baik-baik saja."


"Oke, thanks Pi."


Jack menarik nafas dalam-dalam, lalu menghempaskan perlahan. tangannya terangkat untuk memencet bel.


Tidak lama perempuan paruh baya membukakan pintu, dia terlihat kaget dengan kedatangan Jack dan kedua orang tuannya yang tiba-tiba.


"Tuan muda Jack, nyonya dan tuan besar?" ucap Jane seakan tak percaya dengan penglihatannya.


"Iya Jane, kami sengaja datang jauh-jauh untuk menemui kalian. mana Elmira dan cucu-cucu ku?"

__ADS_1


"Mereka ada didalam nyonya, silahkan masuk."


"Ya, terimakasih ya Jane."


__ADS_2