
Selesai makan malam yang penuh dengan kehangatan, kami melanjutkan obrolan ringan diruang keluarga sambil menikmati teh panas. sesekali Devan menguap karena merasa sangat ngantuk, bahkan dia sama sekali tidak fokus pada topik pembicaraan.
"Devan, kamu ngantuk ya. maaf mami dan papi jadi ngak ngertiin kalian. sebaiknya malam ini kalian berdua nginap disini saja, kamarmu selalu rapi dan bersih, karena mami sangat berharap kalian berdua sering menginap dirumah ini."
"Baiklah mi, aku tidur duluan. kalian lanjutkan saja ngobrol-ngobrol nya." ucap Devan berjalan menuju kamarnya.
"Papi juga mau tidur."
Sekarang tinggal Alexa dengan sang mami mertua, mereka masih betah ngobrol-ngobrol sambil menyusun rencana untuk meluluhkan kerasnya hati Devan.
"Alexa, sekarang hanya kita berdua diruangan ini. jujurlah pada mami. sejauh apa hubungan mu dengan Devan? apa kalian sudah sering melakukan itu?"
"Tidak mi, hanya satu kali itupun saat kondisi Dev sedang mabuk berat, bahkan dia tanpa perasaan melakukan nya sambil menyebut nama perempuan lain." ucap Alexa sendu.
"Maksud mu, perempuan lain itu Elmira?"
"Iya mi." tertunduk dalam.
"Kamu yang sabar ya sayang, Oya malam ini mami punya rencana." ucap mami dengan antusias.
__ADS_1
"Rencana apa mi."
"Ayo ikut mami."
Alexa mengikuti langkah mertuanya memasuki sebuah ruangan khusus.
"Alexa, malam ini pakailah kado spesial yang sudah lama mami siapkan untuk mu." mami memberikan sebuah kotak ketangan Alexa.
"Apa ini mi?"
"Bukalah nak."
"Mi, aku malu untuk memakai nya. pasti Dev berfikir jika malam ini aku menggodanya." ucap Alexa agak ragu.
"Ini kesempatan baik bagimu nak, lagian mami sudah mencampur minuman Devan. saat ini pasti dia lagi uring-uringan menunggu kedatangan mu, please jangan tolak permintaan mami, karena mami sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu. yang mengalir darah daging Devan." bujuk mami.
"Mami benar, mungkin untuk sekarang cuma ini jalan terbaiknya. jika aku berhasil hamil anaknya, cepat atau lambat pasti Dev akan menerima ku."
"Nah gitu dong sayang, jangan mudah menyerah."
__ADS_1
Alexa membawa lingerie pemberian mami mertuanya kedalam kamar, diliriknya Devan sudah tertidur pulas, meskipun Alexa ragu apakah Devan benar-benar sudah tidur atau hanya berpura-pura saja.
"Sebaiknya aku mengenakan lingerie ini, sapa tahu malam ini merupakan awal baik untuk hubungan kami kedepanya." bathin Alexa menuju ruang ganti.
"Kenapa aku terus deg-degan ya."
Alexa memperhatikan penampilan nya di kaca besar ruang ganti.
"Astaga, pakaian ini benar-benar terbuka. bahkan aku merasa malu melihat tubuh ku sendiri, tidak....aku harus berani."
Bibir Alexa komat-kamit terlihat seperti berdoa, kemudian berjalan pelan menuju kasur, dengan sangat perlahan dan detak jantung terus berpacu dua kali lipat tidak seperti biasanya.
"Jantung tolong kompromi lah dengan ku malam ini, please jangan sampai aku gagal, jika tidak aku akan sangat malu jika Dev kembali meledek ku karena gagal menggodanya, sehingga aku masuk angin paginya tidur dengan pakaian seperti ini." Alexa terus perang bathin.
Dibalik selimut yang menutupi tubuh Dev, laki-laki tampan itu, berusaha keras dan sebisa mungkin untuk mengendalikan sesuatu yang mulai menegang, dia tidak menyangka Alexa menjelma menjadi wanita yang sangat cantik dengan bentuk tubuhnya yang indah.
"Ini pasti kerjaan mami, bahkan badanku terasa panas semua dan sangat butuh pelepasan setelah melihat penampilan Alexa yang nyaris terbuka." Dev mulai resah, seiring dengan nafasnya yang mulai memburu saat menghirup aroma tubuh Alexa yang begitu menggoda, sehingga benteng pertahanannya mulai goyah.
Kunjungi karya baru author
__ADS_1
Forced To marry/ ritasilvia