Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Pembalasan Alexi


__ADS_3

"Aku akan pastikan, kebahagiaan yang kalian dapatkan tidak akan bertahan lama. sekarang kalian aku beri kesempatan untuk tertawa dan bahagia diatas penderitaan adikku Mona yang sekarang sudah mendekam di penjara. tapi itu hanya sesaat." laki-laki tersebut tertawa dan menyeringai penuh dengan niat jahat dan ambisi yang menggebu-gebu, untuk menghancurkan kebahagiaan pasangan tersebut. bahkan dia begitu percaya diri, jika perbuatannya kali ini akan kembali berhasil.


"Sayang, aku capek. gimana kalau sekarang kita balik kepenginapan dan berkemas-kemas, karena besok kita akan kembali pulang untuk bertemu dengan twins." ucap Elmira dengan pancaran mata berbinar-binar jika teringat twins kesayangannya.


"Baiklah momskey, lagian aku juga sudah tidak sabar merasakan kehangatan tubuhmu lagi yang selalu membuat ku ketagihan."


"Ih.... Papskey, ternyata kamu ketagihan terus ya, ngak ada capeknya." Elmira mencubit kecil lengan Jack yang masih nyengir.


"Sakiiit sayang." mengusap-usap lengannya.


"Maaf...maaf Papskey, aku kelepasan."


Mereka berdua tertawa bahagia, berjalan menuju mobilnya. melewati seorang laki-laki yang langsung menunduk menyembunyikan wajahnya, saat pasangan ini berpapasan dengan jarak yang begitu dekat.


"Ha....ha.. permainan akan segera dimulai, sekarang saat nya bagi kalian merasakan bagaimana sakitnya pembalasan ku, karena sudah berani berhadapan dengan orang seperti Alexi." kaki-kaki itu tertawa lepas menuju masuk kedalam mobilnya sendiri.

__ADS_1


Jack mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia ingin menikmati setiap momen indah kebersamaannya sepanjang perjalanan bulan madu mereka.


"Awas Jack, hati-hati."


Elmira berteriak histeris, saat mobil mereka hampir bertabrakan dengan sebuah truk kontainer yang berlawanan arah.


"Syukurlah..."


Elmira mengusap dadanya dengan nafas yang masih ngos-ngosan. saat mobil mereka berhasil menghindar dan selamat.


Jack terlihat tegang dan cemas karena tidak bisa mengendalikan laju mobilnya dengan kondisi rem mobil yang seperti ini, sedangkan dihadapan mereka jalanan kecil dan banyak tikungan tajam sudah menanti.


"Ya Tuhan, tolong selamatkan kami."


Wajah Elmira pucat dan ketakutan. dia memeluk erat tubuh Jack dari samping. saat mobil mereka menabrak pembatas jembatan. mobil pun melayang sempurna jatuh ke dasar jurang hutan yang didepan nya terdapat sungai yang mempunyai aliran arus sangat deras.

__ADS_1


Tubuh mereka berdua terhempas keras, namun Jack masih berusaha keras untuk tidak melepaskan pegangannya pada tubuh Elmira. yang sudah terkulai lemas. susah payah Jack berusaha untuk keluar dari mobil sebelum mobil tersebut meledak.


"Elmira, bertahan lah sayang."


Jack berusaha untuk menarik tubuh Elmira keluar dari mobil. saat berhasil keluar dari pintu mobil, kepala Jack seperti dihantam benda keras seiring dengan pandangan matanya yang mulai gelap. Jack tidak ingat apa-apa lagi.


Dia hanya, mendengar suara jeritan Elmira yang terus memangil- mangil namanya yang semakin lama semakin mengecil.


"Jack....jack.... bagunlah."


Elmira berusaha bangkit, meskipun kondisi nya yang juga penuh luka dan lemah. dia memeluk tubuh Jack sambil terus menagis.


"Tolong.....tolong..... siapapun tolong kami. tolong selamatkan suamiku...hu....hu..." Elmira terus menangis dan berusaha untuk menarik tubuh Jack untuk menjauh saat mobil mereka akan meledak dan terbakar.


Elmira merasa pandangannya berputar-putar, darah dijidat dan kakinya sebelah kiri tersa sangat perih. semuanya gelap. dia ikut pingsan sambil memeluk tubuh Jack, tanpa seorang pun yang menolong mereka dalam jurang tajam hutan belantara.

__ADS_1


__ADS_2