
Jack dan Elmira turun dari mobil yang telah mengantarkan mereka, setelah membayar dengan sisa uang pemberian orang baik yang sudah menolong mereka berdua hingga bisa pulang.
"Ayo sayang."
Jack membimbing Elmira melangkah menuju pintu masuk, menekan tombol sehingga pintu masuk otomatis terbuka karena Sudin jari dari Jack.
Jack dan Elmira mengedarkan pandangannya keseliking ruangan, nampak beberapa orang pelayan wanita tengah sibuk.
"Maya, madam Jane." sapa Elmira.
Kedua pelayan langsung menoleh, seketika wajah mereka langsung berubah pucat.
"Ha... hantu...." Maya sukses pingsan ketakutan.
"Elmira, Jack... anak-anakku apa benar ini kalian, atau hanya halusinasi ku saja?" ucap madam Jane dengan bibir bergetar, air matanya terus mengalir sambil berjalan mendekati Jack dan Elmira.
"Iya ibu, ini benar kami. anak-anak mu." jawab Jack.
"Anak-anakku." mereka berpelukan penuh haru dan tangis.
__ADS_1
"Aku sangat bersyukur, ternyata kalian berdua masih hidup."
"Ibu mana kamu dan papi, serta twins. kami sangat merindukan mereka." ucap Elmira seraya merentangkan pelukannya.
"Nyonya dan tuan besar, sedang mengajak twins bermain ditanam belakang." jawab madam Jane seraya menghapus air matanya.
Mereka bertiga bergandengan menuju taman belakang, dengan posisi madam ditengah-tengah.
"Mami...papi..."
"Clara....Cleo anak-anakku, ternyata kalian sudah bertambah besar." ucap Elmira.
"Anakku?" ucap mami dengan tatapan mata tajam, seolah-olah tidak percaya dengan penglihatannya.
"Iya mami, anakmu telah kembali." jawab Jack.
"Mami...."
"Papi...."
__ADS_1
Disaat yang bersamaan, Clara dan Cleo langsung menghambur ke pelukan Jack dan Elmira. mereka saling menumpahkan kerinduan dan kasih sayang setelah sekian lama berpisah tanpa kabar berita.
"Jack, Elmira. ini benar-benar kalian nak?" ucap mami.
"Iya mi, aku dan Elmira masih hidup."
"Anakku hick...hick." mami memeluk kedua nya, diikuti papi. sehingga suasana menjadi penuh haru biru dengan isakan tangis bahagia dan rasa syukur yang tak terhingga.
Semua pelayan ikut berkumpul, mereka juga tidak mampu membendung air mata penuh haru. karena Jack dan Elmira yang mereka pikir sudah meninggal dunia ternyata masih hidup dengan kondisi sehat bugar.
"Mami sangat bahagia, akirnya kalian berdua kembali kerumah. selama ini mami benar-benar yakin dengan perasaan mami sendiri, yang selalu yakin dan mengatakan jika kalian berdua masih hidup. bahkan mami sempat menyangkal sepasang mayat yang sudah dinyatakan sebagai kalian berdua." tutur mami.
"Papi juga berfikir seperti itu Jack, karena semua bukti yang ditemukan sudah mengarah pada kalian berdua. kondisi mayat yang sudah membusuk, membuat papi berfikir untuk tidak melakukan autopsi lagi, karena papi sudah yakin jika itu kalian dan tidak ingin menyakiti tubuh kalian semua dengan serangkaian pemeriksaan alat medis lagi."
"Iya pi, kami mengerti. kejadian ini memberikan kita pelajaran hidup yang paling berharga, karena kami saling mengerti satu sama lain, membuat kekuatan cinta kami berdua juga semakin erat dan tidak ingin terpisahkan lagi." ucap Jack.
"Papi bangga pada kalian berdua, berhasil dan mampu melewati ujian terberat ini, nak." jawab papi mengajak Elmira dan Jack duduk di sofa sehingga mereka lebih leluasa ngobrol-ngobrol sambil menikmati teh hangat dan aneka makanan yang sudah beberapa bulan ini tidak mereka temukan selama tinggal dihutan.
Twins terlihat bersemangat, menunjukkan kemampuan mereka. seiring dengan pertambahan usia keduanya yang terlihat semakin lucu, pintar dan menggemaskan.
__ADS_1