
"Elmira, setelah menikah nanti. mami harap kamu bisa menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri Jack, mami yakin Jack sebenarnya laki-laki baik dan dan sangat bertanggung jawab, bukti nya dia susah payah mencari dan menemukan kalian, termasuk meluluhkan hati mu nak." bujuk mami.
"Iya mi, aku tahu setiap manusia mempunyai kesalahan dan masa lalu, tergantung bagaimana kita menyikapinya."
Jack tersenyum simpul mendengar perbincangan mami dan Elmira yang duduk dibelakang, bahkan dia rela menjadi sopir pribadi dua wanita yang sangat dicintainya mengantarkan kemampuan mereka inginkan. ada kebahagiaan yang tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata. kehangatan hadir ditengah-tengah pembicaraan mereka, seiring laju mobil yang meluncur di jalanan yang tidak terlalu ramai.
****
"Jack, aku sudah jatuh cinta pada mu. setelah melihat kesungguhan dari pertemuan kita kembali, yang semula aku pikir, kehancuran hidup ku akan terulang kembali, namun nyatanya kamu telah membuktikan rasa tanggung jawab dan penyesalan mu padaku dan anak-anak."
Jatuh cinta......
Berjuta rasanya....
Tanpa sadar Elmira bernyanyi kecil, melukiskan bagaimana bahagianya dia saat ini. meskipun sudah larut, tapi gadis itu tidak bisa memejamkan mata sedikit pun. rasa bahagia membuat nya terus berkelana dengan khayalan indah, meskipun mata nya saat ini terpejam.
Begitu juga dengan Jack, meskipun Elmira sudah tinggal satu atap dengan nya. namun dia harus bisa menahan diri hingga hari pernikahan mereka yang sebentar lagi akan diselenggarakan.
"Elmira, apakah kamu sekarang sudah tidur?" bathin Jack yang terus membayangkan wajah cantik Elmira dengan tatapan sendu, yang membuat Jack terkadang sering berfantasi liar, karena tidak mampu menahan gejolak gairahnya.
Pagi yang cerah, membuat Elmira ketiduran. mengingat dia baru bisa memejamkan mata, ketika subuh menjelang. dia tidak menyadari jika Jack terlihat sama seperti dirinya, lingkaran mata panda terlihat jelas dari mata mereka berdua.
"Sepertinya, ada yang tidak bisa tidur ni menjelang pernikahan yang sudah dihadapan mata." goda mami. yang membuat Jack dan Elmira tersenyum malu.
__ADS_1
"Sudah satu rumah masih saja tidak sabaran, padahal hari ini seharusnya Elmira sudah dipingit."
"Dipingit mi, maksud nya?"
"Untuk sementara waktu yah..., kamu harus tinggal di apartemen mu sendiri Jack. sampai hari pernikahan dilaksanakan."
"Aduh Pi, mi. aku tidak bisa seperti itu. aku tidak bisa jauh dari Elmira dan anak-anak." Jack terlihat keberatan.
"Mau tidak mau, kamu harus siap Jack. karena ini merupakan tradisi yang harus kita jaga dan ikuti." ucap mami menatap kesal anaknya yang tidak mau terlepas dari Elmira dan anak-anak nya dalam sekejap pun.
"Baiklah mi, tapi hari ini aku ingin mengajak mereka kekantor."
"Tapi kamu sedang sibuk Jack."
"Please mi, hari ini saja oke...." bujuk Jack yang selalu ampuh membuat mami luluh kembali.
"Hore....hore...kami mau Pi."
"El, kamu sekalian ikut ya sayang." ucap Jack menatap hangat wanita yang duduk disebelah nya.
"Iya Jack."
Perjalanan menuju kantor terasa sangat istimewa dibandingkan hari-hari sebelumnya, senyum ceria dan tawa bahagia tidak luput dari bibir mereka. begitu sampai diperusahaan besar, Jack mengendong twins secara bersamaan yang diikuti oleh Elmira dari arah belakang.
__ADS_1
Semua mata tertuju melihat pasangan Jack dan Elmira, mereka membalas sapaan para karyawan dengan senyuman ramah.
"Selamat siang Tuan, Nona." sapa para karyawan yang melintas, ada juga yang sengaja menyambut hangat kedatangan Jack dengan keluarga kecilnya.
"Wanita cantik dan dua bocah itu? siapa nya Presdir ya?" ucap beberapa wanita yang selalu kepo dengan kehidupan Jack.
"Iya, selingkuhan mungkin, sehingga pertunangan Presdir dengan Mona model cantik itu sudah putus gara-gara gadis ini."
"Sayang ya, cantik-cantik jadi pelakor."
Elmira memejamkan matanya, mencoba kuat dengan penghinaan terhadap dirinya, namun tidak dengan Jack yang seketika menghentikan langkah kakinya dengan tatapan mata yang tajam.
"Apa yang kalian bicarakan barusan?" mengagetkan mereka yang tengah berbisik-bisik, suara lantang Jack dan tatapannya yang tajam membuat para karyawan yang sempat bergosip itu menundukkan kepalanya takut. mereka tidak menyadari jika bisikan mereka yang pelan bisa terdengar ketelinga Jack.
"Ma....maaf tuan, kami benar-benar minta maaf." jawab mereka tanpa berani mengangkat kepalanya.
"Gadis ini namanya Elmira, dia adalah istri ku. dan kedua bocah ini adalah anakku jadi untuk kedepannya jika kalian masih berbicara macam-macam dibelakang ku. bersiaplah untuk keluar dari perusahaan ini, hari ini terimalah hukuman pertama kalian." terang Jack.
"Iya tuan, maafkan kesalahan kami." ucap mereka yang ketakutan.
Ruangan luas dan mewah, membuat Elmira takjub dan terus mengikuti langkah Jack.
"Ayo twin, kalian bisa main sepuasnya disini." Jack menurunkan anak-anak dari gendongannya, twin berlari kesenangan saat melihat banyaknya mainan, sedangkan Jack menarik Elmira kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Jack, jangan seperti ini ngak enak jika dilihat orang, apalagi twins." Elimira berusaha untuk melepaskan pelukan Jack yang sama erat.
"Twins pasti senang melihat mami dan papi nya romantis. sedangkan untuk orang yang melihat kemesraan kita, aku tidak peduli, memiliki kalian merupakan kebanggaan dan anugrah terindah dalam hidupku." Jack memeluk hangat dan mencium kening Elmira, rasanya tidak akan puas bermanja-manja dengan wanita pujaannya.