Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Bersikap dingin


__ADS_3

"Jack, aku sudah tidak sabaran lagi untuk menyandang status istri mu." ucap Mona sambil bergelayut manja di lengan Jack.


"Please Mona, jangan buat mood ku semakin memburuk lagi."


Jack fokus menatap kedepan, melajukan mobilnya menuju butik yang direkomendasikan oleh maminya untuk mereka fitting baju.


Mona mengerutkan bibir nya, dia sangat kesal dengan sikap Jack yang semakin dingin dan angkuh, padahal dia sudah mencoba merayu semanis mungkin berharap Jack akan luluh.


"Baiklah, calon suamiku sayang. tapi dihadapan banyak orang, tolong jangan tolak jika aku ingin tampil mesra dihadapan mereka."


"Mmmmhh..." jawab Jack tanda dia menyetujui permintaan Mona, karena dia memang harus tampil serasi terutama dihadapan kedua orang tuanya yang begitu antusias menjadikan Mona sebagai menantu, mengingat hubungan mereka selama ini sangat baik. Mona hampir setiap hari dulu berkunjung kerumah dan bermain dengan Ellena, sehingga mereka memperlakukan Mina layaknya anak kandung sendiri. tidak ada yang curiga kesalahan besar apa yang sudah Mona perbuat, dibalik senyuman dan sikap baiknya diluar.


Mobil Jack memasuki pelataran parkir butik terkenal, dia membiarkan Mona bergelayut manja saat memasuki. banyak media yang ingin meliput kemesraan mereka untuk dijadikan berita trend topik bulan ini.


Banyak mata yang memandang iri, keberhasilan Mona mendapatkan seorang Jack. Mona tersenyum angkuh menatap kearah para wanita cantik, seolah-olah ingin membanggakan dirinya yang menjadi wanita paling beruntung di dunia.


Mereka disambut hangat, langsung oleh pemilik butik.


"Selamat datang tuan muda, nona. silahkan masuk."

__ADS_1


"Tolong Carikan aku gaun terindah di butik ini."


"Baik nona."


Semua para pelayan mulai sibuk, memperlihatkan rancangan terbaik, yang bisa dipilih Mona. dengan harga-harga yang sangat fantastis. namun itu adalah hal kecil bagi seorang Jack.


"Nona, ini adalah rancangan terbaik kami, silahkan Anda pilih."


"Baiklah, saya akan coba yang ini terlebih dahulu." jawab Mona mengambil salah satu nya.


Mona masuk keruangan ganti, tidak lama dia keluar sambil tersenyum manis, karena sangat menyukai gaun yang tengah dia kenakan.


"Desain dan warna nya juga cocok dengan kulit putih bersih nona."


Pujian dari pemilik butik dan pelayan nya membuat Mona semakin percaya diri.


"Jack, bagaimana menurutmu gaun yang aku kenakan ini?"


"Biasa saja." jawab Jack santai, membuat Mona kembali harus mengelus dada, mencoba lebih bersabar lagi dengan sikap Jack.

__ADS_1


"Baiklah, saya akan mencari gaun yang lainnya." Mona kembali mengganti sampai gaun yang kesepuluh, untuk sekedar mendengar kata pujian dari Jack atas penampilan nya.


"Bagaimana Jack, apakah sudah cocok dengan ku."


"Jack, apa aku sudah terlihat lebih cantik lagi."


"Ya, kamu terlihat cantik." ucap Jack menyerah, agar Mona mengentikan aksinya, dan segera bisa meninggalkan butik secepatnya.


"Ok, saya jadi ambil yang ini." ucap Mona pada pelayan butik dengan senyum senang, karena pujian Jack barusan.


Setelah memutuskan gaun yang akan dikenakan nya, mereka berjalan meninggalkan butik.


"Jack, aku lapar. bagaimana kalau kita makan dulu." rengek Mona.


Tidak ada penolakan dari bibir Jack, dia hanya menuruti langkah Mona memasuki restoran merah, dan kembali harus menjadi pusat perhatian orang-orang mengingat Mona juga seorang publik figur, sehingga berita kedekatan mereka semakin menyebar.


Mereka memasuki ruangan VVIP, dengan menu spesial andalan Restoran mewah tersebut. Jack sibuk dengan ponselnya sendiri, meskipun begitu membuat Mona lebih leluasa menggagumi ketampanan Jack. hingga tanpa sadar dia memasukkan sambal yang banyak kedalam makanan nya sendiri, dan langsung menyuap.


"Aaaaaaaggh...pedassss." teriak Mona dengan muka dan kuping yang sudah memerah.

__ADS_1


__ADS_2