Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Jack tersadar kembali


__ADS_3

"Ya kak, sekarang aku sadar jika anak-anak butuh figur dan sosok seorang ayah. meskipun kami tidak bersama. tapi aku dan Jack bisa membesarkan dan memberikan twins kasih sayang orang tua yang lengkap."


"Ya El, kakak akan selalu mendukung apapun keputusan darimu. tunggu kakak disana ya."


"Ya kak, Oya bagaimana dengan Clara dan Cleo. apa mereka menanyakan keberadaan ku?"


"Iya, tapi sekarang mereka sudah tidur. madam Jane mengasuh mereka dengan sangat baik dan penuh dengan kelembutan."


"Iya kak, dia perempuan berhati mulia. dan sudah seperti seorang ibu bagi kita."


"Anak-anakku sayang, maafkan mami yang tidak bisa setiap saat disamping kalian. mami janji setiap akir pekan kita akan menghabiskan waktu bersama-sama." gumam Elmira sedih teringat twins.


Tidak lama pintu ruangan operasi terbuka, tim dokter keluar lalu mendekati Elmira yang terlihat tidak sabaran menunggu perkembangan kondisi Jack.


"Dokter, bagaimana dengan kondisi teman saya?"


"Kami sudah berhasil mengeluarkan peluru dilenganya, namun saat ini kondisi pasien masih kritis, sebaik perbanyak berdoa, semoga teman Anda bisa melewati masa kritisnya ini."


"Ya, terimakasih dok."


Elmira masuk keruangan Jack, menatap wajah tampan yang masih terpasang alat-alat medis serta oksigen yang membantu pernafasan nya. kondisi Jack masih terbaring tidak sadarkan diri, meskipun sudah mendapatkan donor darah yang cocok untuk dirinya. tapi belum juga menunjukkan hasil yang memuaskan.


"Jack, bangun lah... aku tidak sanggup melihat kondisi mu yang seperti ini. tunjukkan kekuatan mu yang ingin memperjuangkan dan bertemu dengan twins." ucap Elmira ikut sedih. bahkan amarah yang semula begitu membara dan dendam dihati nya seakan sirna melihat kondisi Jack yang tidak berdaya dihadapannya.

__ADS_1


*****


Di alam bawah sadarnya, Jack mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang terlihat serba putih. timbul berbagai pertanyaan bermunculan di dibenaknya. dia mengucek-ngucek mata, untuk memastikan penglihatannya sekarang.


"Ini bukan ruangan, melainkan alam terbuka. namum semua terlihat banyak warna putih? aku dimana, apa aku sudah meninggal?" Jack kebingungan, dia berjalan seperti orang linglung, tempat sunyi mencekam, tidak ada seorang pun yang ditemui nya. seketika dia berteriak kencang, memegangi kepalanya yang terasa amat sakit saat mencoba mengingat-ingat tempat keberadaan nya yang terasa sangat aneh.


"Kakak."


"Ellena?"


Seorang gadis cantik, dengan pakaian serba putih tersenyum kearahnya.


"Disini bukan tempat kakak, kembalilah demi Clara dan Cleo." ucap Ellena.


"Anakku, Clara dan Cleo. aku harus kembali demi mereka."


"Kak, pesanku. berhati-hatilah terhadap Mona dan Alexi." ucap Ellena sebelum menghilang dari pandangan mata Jecky.


"Ellena.... Ellena, tunggu dek. kakak masih merindukanmu."


"Kembali lah kak, disini bukan tempat mu." masih terdengar suara Ellena, meskipun wujudnya sudah tidak terlihat lagi.


Jack kembali merasa kesakitan dialam bawah sadarnya, dia berteriak-teriak hingga tubuhnya terasa mengecil dan memasuki sebuah lorong panjang. namun semakin berusaha untuk terjaga, beban berat masih menghimpit kedua matanya, sehingga sangat sulit untuk dibuka.

__ADS_1


Sakit yang dirasakan Jack sedikit banyak mulai berkurang, seiring dengan ingatan nya yang kembali membaik. perlahan dia mampu untuk mengerakan satu persatu anggota tubuhnya.


"Elmira."


Wanita pertama yang diingat Jack begitu membuka matanya. Jack tertegun menatap wajah cantik, hingga senyuman mengembang dibibir Jack, membalas senyuman manis dihadapannya.


"Syukurlah Jack, akhirnya kamu sadar." ucap Elmira.


"Mana anak-anak kita, Clara dan Cleo?"


"Mereka saat ini masih dirubah. bersama madam Jane. cepatlah sembuh agar kamu bisa bertemu dengan mereka lagi."


"Tentu Elmira, aku sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan. terimakasih ya atas semua ini."


"Aku yang berterimakasih padamu Jack, karena sudah menolongku. meskipun begitu luka yang pernah engkau goreskan tidak akan sembuh begitu saja dihatiku."


"Apa artinya, kamu belum memaafkan aku."


"Entahlah Jack, aku belum bisa menjawabnya sekarang."


"Aku mengerti El, dan aku akan bersabar untuk menunggu maaf darimu, syukur-syukur aku juga bisa mendapatkan cinta darimu." ucap Jack percaya diri, namun malah mendapatkan plototan tajam mata Elmira yang menatap balik kearahnya. namun hal itu membuat Jack semakin gemas dan bersamangat untuk meluluhkan kerasnya hati Elmira. paling tidak saat ini dia sudah bisa bernafas lega karena diberi kesempatan untuk dekat dengan twins kesayangannya.


"Aku rela mendengar semua kemarahan mu, El." ucap Jack dengan tatapan mata lembut.

__ADS_1


Ada kelegaan dihatinya, begitu juga dengan Elmira yang sudah berhasil menumpahkan segala amarah dan kebencian nya pada Jack selama ini terpendam.


__ADS_2