Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Kemarahan Mona


__ADS_3

Mona yang masih belum bisa menerima keputusan Jack, masih berusaha untuk mempertahankan hubungan mereka. meskipun kedua orang tua Jack yang sudah tidak berpihak lagi kepadanya. secara diam-diam Mona mengikuti mobil Jack dari belakang menuju perusahaannya.


"Aku harus menemui perempuan itu, aku ingin melihat secara langsung seberapa cantik nya dia. yang sudah berani membuat Jack tergila-gila dan mengabadikan seorang model terkenal sepertiku. aku tidak akan membiarkannya begitu saja merebut Jack dariku, jika aku tidak berhasil mendapatkan cinta Jack, maka tidak akan aku biarkan siapapun memiliki Jack." tersenyum licik. bahkan sudah mengalahkan akal sehatnya sendiri.


"Sepertinya, wanita ini ingin mengalami nasib yang sama dengan Ellena. yang sudah menghalangi cintaku."


Semua mata tertuju pada langkah Mona, yang terlihat percaya diri melangkah menuju ruang kerja Jack, tatapan mata orang-orang yang berpapasan seolah menjadi penyemangat, jika dia adalah wanita paling cantik dan selalu menjadi pusat perhatian. Elmira tidak ada apa-apanya dibandingkan kecantikan dirinya.


Sebelum memasuki ruangan Jack, dia berhenti sesaat. sambil memperbaiki penampilan nya. Mona ingin Jack kembali memikirkan keputusasaan nya kali ini, sehingga masih ada secuil harapan untuk memperbaiki hubungan mereka.


"Maaf nona, anda tidak boleh masuk keruangan ini." Robert yang melihat kedatangan Mona berusaha untuk menghalangi perempuan tersebut.

__ADS_1


"What's, kamu tidak tahu siapa saya? apa kamu sudah bosan bekerja diperusahaan ini, sehingga begitu berani pada calon istri atasan mu sendiri." menghadang Robert sambil berkacak pinggang.


"Maaf nona, tapi ini perintah dari tuan Jack yang tidak ingin diganggu ketenangan nya jika sedang bekerja." ucap Robert.


"Minggir kamu."


Brak!


Mona yang semula tersenyum merekah, seketika luntur seiring dengan rasa kaget dan bercampur rasa marah karena cemburu, melihat pasangan yang tengah bermesraan dihadapannya.


Langkah Mona mundur beberapa langkah kebelakang, menyaksikan jika laki-laki yang sangat dicintainya, tengah bermesraan dengan Elmira. dalam pangkuan Jack yang tengah dimabuk cinta. posisi itu, yang selama ini selalu diimpikan Mona, tapi Jack tidak pernah memperlakukannya semanis itu.

__ADS_1


"Mona."


Jack terlihat santai, tidak menurunkan Elmira dari pangkuan nya. tidak ada sedikit pun rasa bersalah yang terpancar dari wajah tampan nya. hanya Elmira yang merasa tidak enak sehingga melepaskan rangkulan Jack. tatapan tajam dan penuh kemarahan tertuju pada Elmira yang langsung tertunduk, dia sudah menduganya cepat atau lambat Mona pasti akan membuat perhitungan dengan dirinya.


"Tega...tega kamu Jack, mencampakkan aku hanya demi wanita murahan ini."


"Mona Jaga ucapan mu?" ucap Jack geram.


"Terus apa? jika dia bukan wanita murahan, yang hamil diluar nikah. Jack kamu yakin jika ke-dua anak-anak yang sengaja dia peralatan untuk menjebak mu itu adalah anak kandung mu sendiri." ucap Mona sambil tersenyum angkuh menatap Elmira.


"Tolong jaga ucapan mu, disini kamulah wanita murahan Mona. mengejar-ngejar diriku yang jelas-jelas tidak pernah mencintai mu, dan satu lagi. Elmira bukan gadis murahan, tapi wanita terhormat dan kedua anak-anak itu adalah darah daging ku sendiri. paham kamu!" menunjuk tepat di wajah Mona yang merah padam karena emosi. apalagi setelah melihat wajah Clara yang lebih mirip dengan Ellena, sehingga dia seolah-olah melihat Ellena kembali mengejek kegagalan nya kali ini.

__ADS_1


__ADS_2