Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Menemui keluarga Mona


__ADS_3

"Mi, benar nggak sih berita viral yang beredar itu?" ucap papi Mona.


"Mami juga belum yakin Pi, jika kita belum melihat langsung kebenarannya. meskipun mustahil rasanya orang yang sudah dinyatakan meninggal dunia hidup kembali." balas mami.


"Bagaimana dengan kedua anak kita ya? sampai saat ini kita masih belum berhasil menghubungi dan bertemu mereka." ucap papi kembali resah, mengingat mereka juga sudah mengeluarkan banyak biaya, mencari kesana-kemari keberdaan Mona maupun Alexi. tapi kedua anaknya menghilang bagaikan ditelan bumi. tapi mereka berdua tidak pernah berfikir jika kedua anaknya meninggal.


"Mungkin Alexi dan Mona sedang berada dipuncak kejayaan mereka, waktu mereka sangat sibuk sehingga melupakan kita kedua orang tua nya." ucap mami sedih seraya menatap foto keluarga mereka yang terpajang diruang tengah keluarga.


"Mungkin juga mi, sebaiknya kita berdoa semoga kedua anak kita kembali tersadar dan teringat orang tuanya yang selalu merindukan dan menanti dengan pintu rumah yang terbuka lebar-lebar untuk mereka berdua. layaknya Jack dan Elmira yang kembali setelah lama dinyatakan meninggal pasca kecelakaan maut yang menimpa mereka."


"Amiiin."


Mereka berpelukan sedih, karena tidak lama berselang Jack dan Elmira dinyatakan meninggal dunia. kedua anak kesayangannya Mona dan Alexi juga ikut menghilang.


Tok...tok....tok....suara ketukan pintu mengagetkan pasangan suami istri yang tengah bersedih tersebut.

__ADS_1


Ceklek...membuka pintu, nampak pelayan berdiri didepan pintu ruangan pribadi mereka.


"Ada apa bi?"


"Tuan dan nyonya besar. ada tamu untuk Anda?" ucap pelayan.


"Siapa mereka?" tanya mami pemasaran.


"Sepertinya mereka berempat adalah keluarga Abraham, dan ada juga anak menantu mereka." ucap pelayan.


"Betul sekali nyonya."


"Astaga, berarti mereka benar-benar masih hidup. lalu untuk apa mereka berkunjung kerumah kita?" tanya mami pemasaran.


"Papi juga tidak tahu, yang jelas kita harus menemui mereka dulu, lalu menanyakan maksud kedatangan mereka kerumah ini." ucap papi.

__ADS_1


"Apa ini berhubungan dengan menghilang nya kedua anak kita? atau perbuatan yang pernah dilakukan Jack dan Mona dimasa lalu?" pikiran orang tua Mona langsung mengarahkan pada permasalahan yang pernah terjadi, bahkan secara tidak langsung mereka berdua sudah mengetahui jika ke-dua anak-anaknya yang mengalami kepribadian ganda tersebut sering membuat masalah. meskipun sejauh ini dengan harta kekayaan yang mereka miliki dapat menutupi segalanya.


Antara rasa khawatir dan pemasaran, kedua orang tuanya menemui keluarga Abraham yang sudah menunggu mereka disebuah ruangan.


"Selamat datang dirumah ku, tuan Abraham, apa kabar Anda." ucap papi berbasa-basi.


"Kabarku baik-baik saja." saling berjabat tangan.


"Jack, aku seperti bermimpi melihatmu dan istri kembali dengan selamat, ini benar-benar mukjizat yang luar biasa." tutur mami seraya mempersilakan mereka duduk kembali, pelayan sibuk membawakan minuman segar dan snack.


Jack menarik nafas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan kata-kata untuk memberitahu pada keluarga Mona tentang kejadian yang sudah menimpa mereka. Elmira menggenggam tangan suaminya mencoba memberikan kekuatan.


"Tuan, kami merasa tersanjung atas kunjungan yang terasa begitu tiba-tiba ini. ada apakah gerangan?" mami tidak mampu lagi menahan rasa penasaran.


"Tuhan memberikan aku kesempatan hidup, agar bertaubat dan bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. bahkan kejadian ini berhasil mengungkap tentang penyebab kematian adikku Ellena. yang selama ini masih menjadi misteri tentang siapa dalang di balik semua ini." tutur Jack yang membuat ke-dua orang tua Mona berubah pucat dan ketakutan.

__ADS_1


"Aa...apa maksudmu?"


__ADS_2