
Sepanjang perjalanan, tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut Dev. dia hanya fokus pada jalanan yang masih ramai dengan kendaraan yang lalu lalang.
"Dev, apa aku tidak menarik sama sekali dimatamu?" ucap Alexa hati-hati.
Namun Dev malah mendecis mendengar perkataan Alexa, seakan kata-kata barusan sangat menjijikkan ditelinga nya.
"Sebaiknya kamu diam Alexa, apapun itu tidak akan merubah keadaan. bahkan sampai detik ini aku masih berharap, kamu akan menyerah dengan pernikahan yang tidak sehat ini. aku sama sekali tidak bahagia." ucap Dev yang membuat Alexa mengusap dadanya menahan perih yang teramat sangat.
Tidak begitu lama mobil yang dikendarai Dev sudah memasuki gerbang utama rumah kedua orang tua nya. sebelum turun dia menahan tangan Alexa.
"Ingat ! dihadapan kedua orang tua ku nantinya bersikap manis lah. aku tidak ingin mereka mengetahui tentang apa yang terjadi dengan pernikahan kita yang sesungguhnya."
"Iya Dev, aku mengerti."
__ADS_1
Kedua orang tua Dev menyambut hangat kedatangan anak menantunya, yang berjalan sambil bergandengan tangan dengan mesranya.
"Anak-anakku, mami sangat merindukan kalian." mami memeluk Alexa dan Dev bergantian.
"Kami juga merindukan mami, ya kan sayang." ucap Dev.
"I...iya mi." jawab Alexa tergagap mendengar perkataan Dev yang begitu mesra, bahkan tatapan lembut Dev membuat jantung Alexa terus berdetak. sehingga dia semakin mengeratkan dan bergelayut manja di lengan Dev. berhubung ini kesempatan baginya untuk menyentuh suami nya tersebut, sesuatu yang sudah lama dia dambakan.
"Mami sudah masak menu spesial kesukaan Dev, mari kita semua langsung makan malam saja." ajak mami yang sangat bahagia dikunjungi anak dan menantu kesayangannya.
"Aku tidak peduli dengan penolakan mu, Dev. yang jelas aku sangat mencintaimu dan tidak akan pernah melepaskan pernikahan kita ini, suka atau tidak! yang jelas sekarang kamu adalah suamiku dan aku berhak atas tubuh mu." Alexa memberanikan dirinya untuk melawan Dev, meskipun nyalinya sempat menciut apalagi saat teringat perlakuan kasarnya Dev pada malam itu. sebisa mungkin dia berusaha untuk bersikap normal.
Saat hendak duduk, Dev segera membukakan kursi untuk Alexa. bahkan dia menunjukkan sikap yang benar-benar berbading terbalik dengan kenyataan, dengan bersandiwara menjadi suami yang sempurna dihadapan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Mami sangat senang melihat kalian akur dan saling sayang seperti ini." meskipun dia tahu kenyataan hubungan anak menantunya.
Alexa mengambilkan makanan untuk Dev, lalu meletakkan dihadapan suaminya.
"Sayang, masakan mami paling enak. kamu cobain deh pasti bakal ketagihan." puji Dev seraya menyuapi ke mulut Alexa, bahkan dia langsung membersihkan bibir Alexa dengan ibu jarinya, seraya mengusap lembut saat terkena kuah sup.
"Duh, mesranya...jadi teringat masa muda kita dulu ya Pi." ucap mami seraya melirik suaminya.
"Iya Dev, lihatlah mami dan papi. meskipun sudah tua begini. namun hubungan kami masih sangat harmonis." balas papi memanas-manasi bahkan dia ikut-ikutan menyuapi mami.
"Ah papi buka-buka rahasia kita. mami jadi malu.."
"Biar saja mi, agar Devan bisa mencontoh hubungan kita. Alexa kamu juga harus pintar-pintar ngambil hatinya Devan, karena sekali dia jatuh cinta. dia bakal setia dan klepek-klepek. mami pastikan jika kamu bakal menjadi perempuan yang paling beruntung."
__ADS_1
Suasana ruangan makan seketika heboh dan hangat, dengan obrolan antara anak dan orang tua yang sama-sama mempunyai jiwa humoris.