Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Jack kembali sadar


__ADS_3

Elmira, tidak ingin meninggalkan Jack barang sedetik pun. dia sangat takut jika nyawa Jack tidak dapat tertolong. ditempat ini tidak ada alat-alat medis maupun obat-obatan yang biasa Elmira temui. tuan Hendrik hanya meracik ramuan alami yang berasal dari hutan. luka-luka di tubuh Jack terlihat membiru, namun sudah tidak ada darah lagi yang keluar.


Hendrik masuk dan dia kembali mengobati luka-luka Jack mengunakan serbuk, dan menutup nya dengan daun-daun yang sudah ditumbuk terlebih dahulu, bahkan ada juga yang diminumkan secara langsung pada Jack, meskipun kondisinya tidak sadarkan diri, tapi air tersebut bisa masuk kedalam mulutnya meskipun hanya beberapa tetes saja.


Selesai mengobati, tuan Hendrik kembali menutup bagian inti tubuh Jack dengan mengunakan kain panjang, karena kondisi nya belum memungkinkan untuk berpakaian.


"Nak, makan lah. kamu pasti lapar." nyonya Helen meletakan makanan.


"Terimakasih ibu."


"Sama-sama nak."

__ADS_1


Elmira hanya memakan sedikit saja, untuk menghargai Bu Helen yang sudah payah memasak untuk nya. karena pikiran El sangat gundah melihat Jack yang belum juga sadar padahal sudah sehari semalam dia diobati dengan ramuan alami tradisional desa terpencil ini.


"Papskey, segera lah sembuh. agar kita bisa kembali pulang, twins pasti sangat merindukan kita." bisik El mencoba mendekati telinga Jack, seketika senyum mengembang dibibirnya saat mendengar deru nafas yang lembut dan masih sangat pelan, yang semula tidak Elmira dengar. Elmira sangat bersyukur karena itu merupakan sebagai tanda jika Jack masih hidup dan bernafas kembali.


Perlahan Elmira merebahkan tubuhnya, dia ikut berbaring disebelah Jack, meskipun kasurnya tidak seempuk kasur mereka selama ini, namun Elmira sangat bahagia, nyaman terutama merasa sangat aman, karena mereka tidak berada dialam hutan terbuka lagi, melainkan sebuah rumah panggung dan berbaur dengan orang-orang yang baik, meskipun mereka hanya beberapa kepala keluarga saja yang tinggal disini.


Menurut keterangan tuan Hendrik, para penduduk desa ini sudah banyak yang pindah ke desa tetangga ataupun kepusat kota untuk merubah kehidupan mereka.


Tuan Hendrik dan istri nya serta beberapa kepala keluarga yang masih bertahan untuk tinggal disini, merupakan orang-orang yang sangat mencintai desa peninggalan leluhur mereka. dan tidak mau pindah ketempat lain, karena selain tanahnya yang subur, mereka merasa sangat nyaman.


Pagi hari yang cerah, terdengar suara-suara burung saling bersahutan diantara pepohonan yang satu ke yang satu. El bangkit hal pertama yang dimiliknya adalah Jack yang masih tertidur, tapi kali ini kondisi Jack terlihat sudah membaik bahkan luka-luka ditubuhnya mulai mengering dan suhu tubuhnya juga tidak sepanas semalam.

__ADS_1


"El...El... momskey...."


Elmira segera menoleh kearah Jack yang yang mulai bersuara, meskipun matanya masih terpejam, perlahan-lahan Jack mulai mengerakkan satu persatu anggota tubuhnya.


"Ya Papskey, aku selalu berada disamping mu dan tidak akan pernah meninggalkan mu, Papskey." ucap Elmira bersemangat dan sangat bahagia melihat perkembangan Jack.


Jack membuka matanya, senyum mengembang dibibir nya begitu mendapati Elmira yang juga tersenyum dengan pancaran mata berbinar-binar.


"Alhamdulillah, Jack akirnya kamu sadar kembali, Papskey. aku sangat bahagia..."


"Tentu sayang, karena aku aku sudah berjanji untuk selalu melindungi dirimu." ucap Jack sambil memperhatikan tempat disekelilingnya. melihat tatapan heran suaminya, Elmira segera menjelaskan tentang tempat keberdaan mereka.

__ADS_1


"Sayang, sewaktu kita diserang babi hutan. dua orang pemburu datang untuk membantu kita lalu membawa ketempat mereka untuk segera mendapatkan pertolongan karena kondisi mu tengah kritis, bahkan mereka mengobati luka-luka ditubuhmu dengan berbagai macam ramuan alami tradisional."


"Aku sangat bersyukur dan ingin mengucapkan ribuan terimakasih pada mereka yang sangat baik, sudah membantu kita untuk keluar dari sana." jawab Jack.


__ADS_2