
Semula Alexa berfikir jika Dev, cuma main-main dengan ucapannya. sehingga dia tidak ingin berharap lebih jika Dev benar-benar akan mengajaknya untuk bekerja diperusahaan.
"Nyonya muda, tuan Dev memintaku untuk mengantarkan anda berbelanja pakaian kantor disalah satu butik kekuarga milik maminya." ucap asisten pribadi Dev yang datang berkunjung pagi-pagi kerumah mereka.
"Belanja pakaian kantor?" tanya Alexa memastikan.
"Ya, karena mulai besok anda sudah resmi bekerja diperusahaan tuan Dev, sebagai sekretaris pribadi nya."
"Wah, posisi yang sangat mengiurkan di perusahaan besar lagi. tapi aku tidak mempunyai keahlian khusus di bidang itu." ucap Alexa ragu dengan kemampuan nya sendiri.
"Anda, pasti bisa belajar nyonya. bukankah Anda sering mengeluh bosan karena keseringan berada dirumah saja."
"Benar sekali, ayo kita belanja. karena aku sudah tidak sabaran lagi." Jawab Alexa antusias.
Sampai di butik, Alexa dilayani dengan sangat baik, bahkan semua pakaian bermerek dan keluaran terbaru sudah berjejer dihadapannya.
"Nyonya, silahkan pilih. sesuka hatimu." ucap pelayan penuh hormat pada nyonya muda mereka.
"Baiklah."
Alexa mulai memilih beberapa potong pakaian kantor yang menurutnya sangat sesuai dengan seleranya, mengingat dia sudah mempunyai cukup banyak pakaian bermerek.
"Sudah nyonya, kenapa cuma beberapa potong?" tanya asisten.
__ADS_1
"Ya, lagian ini sudah lebih dari cukup."
"Tidak Nyonya, tuan Dev pasti marah. karena dia menginginkan anda datang setiap hari kekantor dengan pakaian yang berbeda-beda setiap harinya, begitu juga dengan tas dan sepatu yang akan anda kenakan nantinya." jawab asisten yang tidak ingin melakukan kesalahan yang akan membuat Dev menjadi marah.
"Apa? dia ingin aku tampil dengan pakaian yang berbeda-beda setiap harinya? asal kamu tahu, Dev sering mengeluh sakit mata melihat penampilan ku. benar-benar aneh tapi nyata, tapi aku menyukai cara nya memperhatikan ku." Alexa tersenyum puas.
Sampai dirumah, Alexa menyusun semua dilemari khusus pakaian nya sendiri.
"Aku bantu ya, nyonya muda."
"Tidak usah, biar aku saja." balas Alexa.
"Tidak perlu nyonya muda, anda pasti capek sebaiknya langsung istrahat saja."
"Sama-sama nyonya."
Akir-akir ini, Dev merasa Alexa semakin hari semakin terlihat cantik dan menggoda. bahkan dia berfikir jika perkataan Clara kemaren ada benarnya juga.
****
"Nyonya muda, ini hari pertama anda bekerja dikantor tuan Dev. ini baju kerja anda sudah saya siapkan." ujar pelayan.
"Mana Dev?"
__ADS_1
"Tuan Dev sudah berangkat duluan, karena hari ini dia ada tamu khusus dari perusahaan Jepang. nanti akan ada sopir khusus yang akan mengantarkan nyonya untuk berangkat dan pulang dari kantor." terang pelayan.
Alexa langsung mandi, dia terlihat begitu antusias dan bersemangat, mengingat akan memulai pekerjaannya yang baru, bahkan dia hampir melupakan penolakan Dev selama ini.
Alexa terlihat sangat cantik, dengan stelan seragam formal kantoran yang melekat ditubuh nya yang langsing. bahkan pelayan pribadinyapun
sempat terkagum dengan istri tuan mudanya yang melangkah anggun menuruni satu persatu anak tangga.
Alexa menikmati sarapannya sendiri, sepotong roti sandwich dan segelas susu, sudah cukup membuat nya kenyang.
Didepan halaman luas, sudah menunggu mobil yang siap mengantarnya. begitu melihat nyonya besar, sopir pribadi langsung membuka pintu belakang sambil menundukkan kepalanya hormat.
"Silahkan nyonya muda."
Alexa membalas dengan senyuman manis nya, lalu duduk dengan nyaman. meskipun terlihat sangat tenang diluar. namun didalam hatinya Alexa bergemuruh, gadis biasa sepertinya akan memasuki sebuah perusahaan besar yang bonafid. bahkan tidak sembarangan orang yang berhasil lolos dan bekerja diperusahaan ini.
"Ini kesempatan emas bagiku, paling tidak. setelah sering nya aku dan Dev bertemu dirumah dan dikantor, cepat atau lambat dia akan menerima pernikahan kami, mencintai ku dan melupakan cinta masa lalunya, Elmira yang sudah tenang dialam sana."
Mobil memasuki gerbang utama, tepat disisi sebelah kiri terparkir mobil Dev.
"Nyonya muda, silahkan. kita sudah sampai." ucap sopir seraya membukakan pintu mobil untuk Alexa.
Alexa melangkah turun, senyum mengembang dibibir nya melihat kemegahan gedung pencakar langit dihadapannya. langkah kakinya terayun dengan semangat seorang sektretaris baru dan harga ga istri dari CEO tampan perusahaan ini.
__ADS_1