Bara Api Dendam CEO Arogan

Bara Api Dendam CEO Arogan
Terungkap


__ADS_3

"Apa maksudmu." tanya orang tua Mona.


"Dalang dibalik kematian adikku, adalah kedua anak kalian sendiri. yah Mona dan Alexi bersekongkol menjebak dan membunuh Ellena." Jack hilang kesabaran, bahkan suaranya mulai meninggi.


"Tidak mungkin, jaga bicaramu Jack. aku bisa saja menuntut mu dengan tuduhan pencemaran nama baik." ucap papi Mona geram.


"Aku tidak takut, yang ada malah aku yang akan menyeret kalian berdua. dengan alasan melindungi perbuatan kedua anak kalian yang sakit jiwa itu." tunjuk Jack.


"Jaga bicaramu, sejauh ini aku masih bersabar karena menghormati keluarga kalian." tutur papi.


"Aku tidak perlu penghormatan dari keluarga pembunuh seperti kalian." balas Jack.


"Oke, jika kamu bersikukuh nenunduh anak-anak kami. apa buktinya? dan dimana kedua anak-anakku kalian sembunyikan. karena Alexi dan Mona sudah berbulan-bulan menghilang?"


"Aku mempunyai begitu banyak bukti, termasuk plasdish yang telah aku dapatkan dalam tas ransel anak kalian." ucap Jack memperlihatkan sebuah plasdish disana terekam semua kejahatan Alexi dan Mona selama ini, termasuk ulah mereka berdua yang sudah membuat Jack dan Elmira kecelakaan hingga tersesat di hutan.

__ADS_1


"Tidak.... tidak mungkin anak-anakku sejahat itu." mami menagis dan syok, sedangkan papi terlihat pasrah. karena semua bukti kejahatan anak-anaknya sudah terbongkar, ternyata aib yang selama ini mereka simpan akhirnya diketahui.


"Sekarang dimana anak-anak kami, apa kalian sudah memenjarakan mereka berdua?" tanya papi.


"Tidak, saat mereka menyekap ku dan Elmira dihutan. kami berhasil kabur. namun saat istri ku terluka. aku berniat kembali ke markas mereka untuk mencuri obat-obatan. namun naas disaat yang bersamaan aku melihat Mona dan Alexi sudah berlumuran darah, aku yakin mereka berdua sengaja bunuh diri dan mengakhiri hidup dengan menembakkan senjata mereka sendiri ke tubuh masing-masing." terang Jack.


"Apa? jadi ke-dua anak-anak ku sudah meninggal?"


"Ya, bahkan mayat yang ditemukan di hutan. yang semua orang pikir adalah kami berdua. itu sebenarnya adalah Mona dan Alexi." tutur Jack. sedangkan Elmira dan mertuanya hanya diam, membiarkan Jack yang memberitahukan semuanya sebelum mereka melakukan konferensi pers tentang kejadian yang sebenarnya.


"Apa ini barang-barang Mona dan Alexi?" tanya papi menatap dua buah tas ransel milik anaknya.


"Iya, dan kami akan menyerahkan pada kalian kedua tas ini." ucap Jack lalu memberikan dua tas ransel tersebut pada papi Mona, yang menerima dengan tangan bergetar, terlihat sekali dia berusaha menahan tangisnya.


"Anakku."

__ADS_1


Mami Mona merampas tas ransel, lalu memeluk nya sambil menagis terisak-isak.


"Kami selaku orang tua Mona dan Alexi, meminta maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan anak kami. bahkan kami berdua siap dipenjarakan untuk menggantikan mereka. asalkan kalian mau memaafkan perbuatan mereka berdua." ucap papi yang tanpa sadar air mata sudah membasahi kedua pipinya.


"Kami sudah memaafkan dan mencoba untuk ikhlas menerima takdir ini, harapan kami semua semoga mereka tenang disana. terutama putriku Ellena." ucap mami Elizabeth.


"Apakah kalian ingin memindahkan makam Alexi dan Mona, karena berada dipemakaman khusus keluarga Abraham?"


"Terserah tuan dan nyonya, jika ingin memindahkan makam mereka. tapi seandainya ingin tetap disana. kami ikhlas menampungnya." ucap tuan Abraham.


"Terimakasih, kalian benar-benar orang yang berhati mulia. kami malu pada perbuatan anak dan diri kami sendiri." ucap papi Mona menundukkan kepalanya dalam-dalam.


"Sudahlah, sebaiknya kita menatap kehidupan kita kedelapan. semoga yang berlalu memberikan pelajaran hidup yang paling berarti bagi kita semua."


"Amiiin."

__ADS_1


__ADS_2